
Hari yang sudah malam menunjukkan bintang-bintang berkilauan di langit. Nampak Zhi rhen yang hanya memandangi bintang-bintang itu.
"Guru... Maafkan aku yang tidak bisa menolong mu." Gumam Zhi rhen dalam hati dengan wajah yang terlihat sedih.
"Ahh.. Dimana aku..? Apa aku sudah mati?" Ucap He sin yang baru sadarkan diri.
He sin yang melihat sekelilingnya menjadi terkejut. Sebab itu tampak seperti tempat dia tidak sadarkan diri. He sin kemudian memandangi Zhi rhen yang berada tidak jauh darinya.
"Ternyata aku belum mati. Saudara..! Terima kasih atas pertolongan mu." Ucap He sin sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Kau sudah sadar. Di sebelah mu, ada makanan dan sebuah pil pemulih." Ucap Zhi rhen yang bahkan tidak berbalik untuk melihat He sin.
"Terima kasih..! Nama ku He sin dari salah satu keluarga besar di Kerajaan Han. Hutang budi ini, akan selalu ku ingat. Jika boleh tahu, siapakah nama saudara?" Ucap He sin sambil bertanya.
"Aku..! Namaku Zhi rhen. Aku hanyalah seorang pengelana yang bebas." Ucap Zhi rhen yang berbalik melihat He sin.
"Saudara Zhi, Terima kasih telah menolong ku. Jika saudara berkenan, ikutlah denganku ke kota Awan. Aku akan membalas kebaikan saudara." Ucap He sin sambil menawarkan perjalanan ke kota awan.
"Anda adalah Tuan muda dari keluarga besar. Apa tidak masalah bagi anda untuk berjalan bersamaku." Ucap Zhi rhen sambil menatap He sin.
"Itu tidak lebih dari sebuah status. Asalkan Saudara mau, itu merupakan kehormatan untukku." Ucap He sin kemudian.
"Baiklah kalau begitu. Aku harap, aku tidak merepotkan Tuan muda He. Kita bisa melanjutkan perjalanan bersama besok. Aku istirahat dulu." Ucap Zhi rhen yang kemudian melompat ke atas pohon.
He sin yang melihat semua tindakan Zhi rhen menjadi sedikit terkejut. Sebab, ini pertama kalinya dia bertemu seorang pengelana yang sangat muda.
Keesokan harinya mereka berdua melanjutkan perjalanan bersama-sama. Seiring waktu, Zhi rhen dapat melihat kebaikan dan ketulusan di hati He sin.
"Jadi, Tuan muda He lari dari keluarga hanya untuk pergi ke sekte langit." Ucap Zhi rhen dengan terkejut.
__ADS_1
"Benar...! Dari kecil, aku sangat ingin masuk ke sekte langit. Tetapi siapa sangka, kejatuhan sekte langit membuat semua keluarga menentang ku. Karena itu, aku kabur dan ingin masuk ke sekte langit dengan kemampuanku sendiri." Ucap He sin dengan jujur.
"Lalu apa yang terjadi, mengapa anda tidak ke sana.?" Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
"Di tengah perjalanan, aku mendapat kabar. Bahwa seluruh Keluarga Besar dan Sekte Besar mengadakan pertemuan junior. Karena aku Tuan muda Keluarga He, jadi aku harus ke sana, agar tidak memalukan nama keluarga ku." Ucap He sin menjelaskan.
"Rupanya begitu, lalu mengapa anda berselisih dengan Tuan muda Ma?" Tanya Zhi rhen.
"Jujur saja, di tengah perjalanan ke sekte langit. Aku secara tidak sengaja menemukan Tanaman Rumput Giok. Tuan muda Ma yang mengetahui hal itu, segera mengejar ku. Setelah itu, kurasa saudara Zhi sudah mengetahui kelanjutannya." Ucap He sin menceritakan penyebab perselisihannya.
"Tapi, bukankah seharusnya Keluarga besar memiliki hubungan yang baik." Ucap Zhi rhen yang mencoba mengetahui segalanya.
"Cih... Hubungan keluarga besar tidak lebih sama dengan hubungan sekte besar. Saat ada keuntungan, mereka bekerja sama. Tetapi saat ada kerugian, mereka mungkin akan menjadi musuh. Di dunia ini tidak ada yang namanya teman." Ucap He sin seperti sangat kesal.
"Teman..." Gumam Zhi rhen dengan pelan.
"Tentu saja, aku Zhi rhen juga mendapat kehormatan bisa berteman dengan Tuan muda He." Ucap Zhi rhen secara tegas.
"Mengetahui Aku berada di Tingkat Fana tahap ke 6, dia masih tetap ingin menjadi sahabatku. Kurasa keluarga He, memiliki masa depan yang cukup baik." Gumam Zhi rhen dalam hati.
"Bagus...!! Kelak di kemudian hari, kita akan selalu saling menopang. Demi merayakan persahabatan ini, aku He sin akan mengajak Saudara Zhi untuk minum di Kota Awan. Hahaha....!!!" Ucap He sin lantang sambil tertawa.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan sambil terus berbincang dan tertawa. Kurang lebih 3 jam, mereka akhirnya sampai di Kota Awan.
Setelah mereka masuk ke dalam kota, mereka segera mencari penginapan dan mereka berdua minum bersama-sama hingga larut malam. Setelah itu, mereka kemudian beristirahat di kamar masing-masing.
"Tuan muda yang baik, dia tidak seperti Tuan muda kaya yang hanya tahu tinggal di rumah kaca." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Di dalam ruangan, Zhi rhen kemudian memfokuskan dirinya dalam kultivasi. Dia ngin secepat mungkin untuk membuat pondasinya menjadi kuat. Tenang dan Fokus, Zhi rhen bagaikan biksu yang sedang bertapa.
__ADS_1
"Huuufff.... Akhirnya Pondasi untuk Tingkat Raja tahap ke 7 sudah kuat. Jika aku bisa naik ke tahap 8, maka aku tidak perlu khawatir lagi untuk melawan Tingkat abadi tahap awal." Gumam Zhi rhen dalam hati.
💧💧💧💧💧💧💧💧
MENARA BULAN
"Putri...! Aku baru saja mendapat kabar Tuan muda Zhi dari bawahan ku. Saat ini, dia berada di Kota awan dan sedang bersama-sama dengan Tuan muda dari Keluarga He." Ucap Tetua Kui lin dari Menara Bulan.
"Tuan muda Zhi...? Siapa sebenarnya dia..? Bahkan dalam beberapa bulan penyelidikan, sama sekali tidak mendapatkan hasil. Apa benar, harus seorang Tingkat abadi yang bisa menyelidiki identitasnya? Jika begitu, aku takut identitasnya bisa mengguncang daratan rendah." Ucap Putri Liu dengan penasaran.
Beberapa orang Tetua yang ada di aula pertemuan hanya diam saja. Salain nama... Tidak seorang pun di Menara Bulan yang mendapatkan informasinya.
"Tetua kui..! Apa menurutmu, Tuan muda Zhi berasal dari Keluarga He?" Tanya Putri Liu ni.
"Kurasa bukan..! Jika dia berasal dari keluarga He, maka keluarga He tidak mungkin menjadi keluarga yang terlemah diantara keluarga besar." Ucap Tetua Kui menganalisa keadaan.
"Sekte langit...? Itu tidak mungkin, sekte langit telah jatuh menjadi sekte menengah. Bahkan mungkin, sekte langit akan jatuh menjadi sekte kecil. Sebab beberapa murid telah keluar dari sekte langit dan masuk ke beberapa sekte menengah lainnnya. Bagaimana menurutmu Tetua Kui?" Ucap Putri Liu ni sambil bertanya.
"Itu tidak mungkin, sekte langit baru saja meresmikan Nona muda Lan ling sebagai pewaris. Bagaimana jika Tuan putri pergi untuk berteman dengan keluarga He. Mungkin Tuan muda He mengetahui sedikit informasi." Ucap Tetua Kui Lin.
Tidak ada jawaban dari Putri Liu ni. Dia nampak berpikir tentang beberapa kejadian yang telah dia kumpulkan. Dimulai saat dia menyelidiki Yu chan, bertemu dengan Zhi rhen, bahkan saat dia menjebak Yu chan. Tetapi semua potongan kejadian itu nampak alami. Rasa penasaran yang besar nampak terlihat di wajah Putri Liu ni.
"Tetua Kui dan Tetua Kung..! Ikut aku ke kota awan. Aku juga akan menghadiri pertemuan junior daratan rendah." Ucap Putri Liu yang telah membuat keputusannya.
💧💧💧💧💧💧💧💧
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...
__ADS_1