
"Tetua Huan ji." Gumam Zhi rhen pelan.
"Benar...! Apa kau pernah bertemu dengannya?" Tanya Tetua Lei ni.
"Itu..." Ucap Zhi rhen agak ragu.
"Kau tidak perlu menyembunyikannya dari Bibi. Dari kabar yang Bibi dengar, Kau memiliki perasaan dengan muridnya bukan." Ucap Tetua Lei ni memotong perkataan Zhi rhen.
Zhi rhen yang mendengar perkataan Tetua Lei ni menjadi malu. Dia bahkan tidak dapat bekata apapun dan hanya melihat ke arah lain.
"Sebenarnya bibi berasal dari desa yang sama dengan Huan ji. Bibi dan dia sudah dapat di katakan seperti saudara. Meskipun begitu, Untuk Tanaman Teratai Es, itu adalah hak yang di miliki olehmu." Ucap Tetua Lei ni.
"Jika bibi menginginkannya untuk di berikan kepada Tetua Huan ji. Aku tidak akan keberatan untuk memberikannya." Ucap Zhi rhen dengan pendapatnya.
"Tidak...! Tanaman itu juga sangat penting bagi Sekte Langit. Jika hak itu di berikan kepadaku. Maka kelima orang tua itu akan memarahiku habis-habisan. Kaulah yang paling berhak atas hal itu, Sekte langit tidak akan pernah mencampuri urusan Paviliun Damai." Ucap Tetua Lei ni kemudian.
"Aku mengerti bi... Aku akan memikirkan hal itu nanti. Tetapi melihat bibi yang sekarang, tampaknya bibi berhasil mencapai Tingkat Raja." Ucap Zhi rhen melihat aura yang terpancar dari Tetua Lei ni.
"Kau benar...! Seluruh Tetua dan Ketua di Sekte Langit sudah mencapai Tingkat Raja, Meskipun tidak berada di tahap yang tinggi. Tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk mempertahankan posisi sekte di dunia luar." Ucap Tetua Lei ni dengan senyuman.
"Kalau begitu, bagaimana dengan Kakek dan Nenek. Apakah mereka sudah berhasil dalam latihannya.?" Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
"Meskipun mereka berhasil dalam latihannya. Tetapi tidak satu pun dari mereka, yang mampu menerobos ke Tingkat Abadi. Rhen'er, Apa kau memiliki solusinya untuk ini." Ucap Tetua Lei ni.
"Hufffttt....! Sesuai perkiraanku. Tingkat Abadi dan Tingkat Raja memiliki perbedaan yang sangat besar, akan sangat sulit bagi kakek dan nenek untuk bisa menerobosnya. Tetapi, Jika mereka terus berlatih dengan giat. Aku yakin dalam 100 Tahun mereka akan mampu untuk menerobosnya." Ucap Zhi rhen sambil menghela napas.
"100 Tahun...! Apa kau bercanda, beberapa waktu ini, mereka memiliki kemajuan yang sangat pesat. Bukankah jika terus begini, seharusnya dalam beberapa tahun mereka bisa naik ke Tingkat Abadi." Ucap Tetua Lei ni tidak percaya.
"Bibi benar... Tetapi kakek dan nenek memiliki tubuh yang sudah renta. Bagaimanapun juga, mereka harus berlatih dengan giat, untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya. Jika dapat aku katakan, Kakak Lan mungkin memiliki kesempatan yang lebih besar untuk naik ke Tingkat Abadi." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
__ADS_1
"Rupanya begitu..! Gurumu pasti sudah berjuang sangat keras untuk mencapai tingkatan itu. Dia bahkan bisa berada di tahap puncaknya." Ucap Tetua Lei ni merasa sedih.
"Bibi benar...! Guruku bahkan melakukan latihan yang lebih keras hanya untuk menaikkan derajat Sekte Langit. Aku dan Zhi yuen juga akan berusaha keras untuk mewujudkan keinginan guruku itu." Ucap Zhi rhen menghibur Tetua Lei ni.
"Kau benar..! Sekte Langit masih memiliki kalian berdua sebagai peninggalannya. Tetapi, apa kau tidak pernah bertemu dengan adikmu di luar sana.?" Ucap Tetua Lei ni.
"Aku tidak pernah melihatnya. Tetapi aku tahu, saat ini dia sedang menuju ke Sekte Langit." Ucap Zhi rhen dengan penuh senyum
Tetua Lei ni yang mendengar perkataan Zhi rhen menjadi sangat senang. Sebab dia dan Zhu lian dapat dikatakan saudara. Oleh karena itu, Tetua Lei ni pada dasarnya, sudah menganggap Zhi rhen dan Zhi yuen sebagai anaknya.
"Syukurlah...! Setidaknya, aku akan menahannya saat dia pulang nanti. Dan untukmu, saat ini tinggalah bersama bibi di sini. Biarkan Wu hui yang mengurus Paviliun Damai." Ucap Tetua Lei ni menggandeng Zhi rhen.
"Bibi...! Aku tidak masalah jika harus tinggal disini. Tetapi aku harus pergi menemui Kakek dan Nenek terlebih dahulu." Ucap Zhi rhen yang mencoba untuk pergi.
"Baiklah..! Ingatlah kembali kesini jika sudah selesai. Kau pasti akan sangat senang tinggal disini...! Sebab, dari kabar yang bibi dengar. Gadis yang kau sukai itu, ikut bersama Tetua Huan ji." Ucap Tetua Lei ni menggoda Zhi rhen yang melangkah pergi.
Zhi rhen yang mendengar perkataan Tetua Lei ni hanya terus berjalan. Dia bahkan tidak ingin melihat mata Tetua Lei ni.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Dari kabar kudengar, kota ini baru di akui sebagai Kota Langit oleh kerajaan Han. Jadi tentu saja, saat ini belum banyak hal menarik di kota ini. Sebab, Kota Langit yang sesungguhnya, berada dalam Formasi besar itu." Ucap Putri Liu ni yang baru saja datang ke penginapan itu.
Putri Liu ni yang baru saja datang, di ikuti oleh 2 Tetua dari Menara Bulan.
"Ternyata Putri Kerajaan Tang juga tertarik pada Sekte Langit. Terlebih lagi, sampai rela tinggal di penginapan jelek seperti ini" Ucap He sin kemudian dan dibelakangnya terlihat Tetua He ling yang menjaganya.
"Sangat senang bisa bertemu dengan Tuan muda He disini. Bagaimanapun juga, aku sangat ingin melihat keagungan dari Sekte No 1." Ucap Putri Liu ni.
"Jika Tuan Putri tidak keberatan, bagaimana jika kita minum bersama. Sekalian untuk memperkuat persahabatan kita." Ucap He sin dengan tulus.
__ADS_1
"Tentu saja...! Tetua Kung, tolong urus penginapan untuk kita." Ucap Putri Liu ni sambil memberi arahan pada Tetua Kung.
Putri Liu ni dan Tuan muda He sin kemudian berbincang-bincang sangat lama. Setelah itu, mereka kemudian kembali ke kamar mereka masing-masing.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Guru...! Apa Guru yakin Sekte Langit memiliki Tanaman Teratai Es.?" Ucap Seorang gadis yang sangat cantik.
"Tentu saja...! Berita ini berasal dari Menara Bulan. Informasi yang keluar dari Menara Bulan dapat di percaya." Ucap seorang wanita lainnya.
"Tetapi aku takut, jika Sekte Langit enggan memberikan Tanaman itu pada kita." Ucap gadis lainnya.
"Kalian tenang saja, hubungan Sekte kita dan Sekte Langit sangat baik. Terlebih lagi, Leluhur Pertama Sekte Langit memiliki persahabatan dengan Leluhur kita. Aku juga akan meminta seorang sahabat yang ku miliki di Sekte Langit." Ucap Wanita itu yang tidak lain adalah Tetua Huan ji dari Sekte Teratai Es.
"Guru juga memiliki sahabat di Sekte Langit.?" Tanya gadis yang sangat cantik itu, yang tidak lain merupakan muridnya dan Nona muda dari Sekte Teratai Es, Yu chan.
"Tentu saja, kami berdua bahkan dapat dikatakan saudara." Ucap Tetua Huan ji.
"Kalau boleh tahu, Siapa sahabat yang guru maksud." Ucap gadis lainnya yakni Hao shian, Nona muda pertama Sekte Teratai Es.
"Dia bernama Lei ni, seorang Tetua dari sekte langit. Dengan jabatan Tetua, aku yakin dia dapat membantu kita berbicara dengan Leluhur Sekte Langit." Ucap Tetua Huan ji dengan semangat.
Yang tidak mereka ketahui. Bahwa Tetua Lei ni, tidak memiliki hak apapun pada Tanaman Teratai Es. Jangankan meminta bantuan pada Tetua Lei ni. Bahkan jika mereka meminta pada Semua Leluhur, Ketua dan Para Tetua, mereka tetap tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Sudahlah...! Saat ini para Perwakilan dari Beberapa Sekte dan Keluarga sudah tiba di Kota ini. Aku harap, kalian tidak membuat masalah untuk sementara waktu." Ucap Tetua Huan ji memperingati muridnya.
"Kami mengerti guru." Ucap Ke dua Nona muda itu.
💧💧💧💧💧💧💧💧
__ADS_1
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...