KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 57 Pertandingan Junior


__ADS_3

Di sebuah Arena yang sangat besar, terlihat Kai ji yang sudah siap bertarung. Meskipun kekuatan yang di milikinya tidak begitu besar, namun dia bertekad untuk bertarung mati-matian. Dia tidak ingin di perlakukan sama seperti saat berada di Kota Awan.


"Aku Kai ji...! Perwakilan dari Sekte Langit, siap menerima tantangan." Ucap Kai ji sambil mengatupkan kedua tangannya.


Suasana tampak hening, sampai saat seorang pemuda naik ke atas panggung.


"Aku Ma jin...! Dari keluarga besar Ma, memohon bimbingan saudara..!" Ucap Ma jin sambil menyunggingkan bibirnya.


Kai ji yang melihat Ma jin, tidak menunggu lama. Dia langsung menyerang Ma jin dengan sebuah pedang di tangannya.


Meskipun Kai ji sangat lincah, tetapi karena perbedaan kekuatan yang cukup besar. Membuat dia tidak bisa berbuat banyak.


"Saudara Kai...! Aku masih harus menyimpan tenagaku untuk melawan yang lainnya." Ucap Ma jin saat telapak tangannya mengenai perut dari Kai ji.


Kai ji yang mendapatkan serangan itu, langsung jatuh berlutut. Dia bahkan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Tetapi karena tekad yang kuat dia mencoba untuk bangun lagi.


"Kau benar-benar keras kepala...! Jika terjadi hal buruk kepadamu, salahkan dirimu yang tidak memiliki kemampuan." Ucap Ma jin kemudian melancarkan serangan penuh.


Serangan bertubi-tubi dan sangat cepat mengarah pada seluruh tubuh Kai ji. Mendapatkan serangan seperti itu, Kai ji beberapa kali terlempar jauh. Tetapi sebelum dia jatuh ke luar Arena, Ma jin menyerang kembali dari arah lain, sehingga Kai ji tidak jatuh.


"Ma jin...! Apa kau tidak tahu malu...!" Ucap Putri Hao shian yang terlihat marah.


Beberapa perwakilan juga ikut geram melihat perbuatan Ma jin. Bahkan Ketua dan Tetua Sekte Langit terus mengepalkan tangan mereka. Tetapi sebagai seorang senior, tidak mungkin bagi mereka menyerang seorang junior.


"Cih....! Aku memang tidak bisa membunuhnya. Tetapi jika dalam pertandingan ini, dia menjadi cacat. Ini bukanlah salahku...!" Ucap Ma jin yang menggunakan kekuatan penuhnya.


Tetapi sebelum dia mengenai Kai ji, terlihat orang dari luar Arena datang menyerangnya. Ma jin yang melihat serangan yang datang telah siap untuk serangan balik. Tetapi, saat dia ingin menyerang orang itu. Tubuhnya tidak dapat bergerak, ketakutan menyelimuti hatinya, Seakan-akan seorang iblis sedang menatapnya.


"Bruukkk....." Terdengar suara pukulan yang menjauhkan Ma jin dari Kai ji.

__ADS_1


Meskipun pukulan itu tidak begitu kuat. Tetapi dapat terlihat jika wajah Ma jin menjadi pucat. Dia hanya menatap seorang gadis cantik yang menyerangnya. Gadis yang tidak lain merupakan Nona muda dari Sekte Langit, Lan ling.


Lan ling hanya melihat ke arah Ma jin. Dia sendiri bahkan sangat heran dengan ekspresi yang di miliki Ma jin.


"Nona muda Lan..! Kau melanggar aturan pertandingan ini. Apa kau tidak takut jika Sekte Langit menjadi bahan tertawaan." Ucap Tuan muda Ju kang yang berada di bawah.


"Yang aku tahu..! Aku hanya mencoba melindungi sesama saudaraku. Bahkan jika itu melanggar aturan, aku akan tetap melakukannya." Ucap Lan ling berjalan ke arah Kai ji dan memberikan Pil Tubuh Raksasa.


Seketika tubuh Kai ji mengalami kesembuhan yang cukup cepat setelah mengkonsumsi obat itu. Meskipun dia masih menderita luka dalam yang cukup serius, tapi setidaknya tubuhnya yang sekarang dapat bertahan.


"Lan ling...! Kai ji...! Kembalilah...!! Pemenang pertandingan ini Tuan muda Ma." Ucap Tetua Cin lin sebagai wasit dari pertandingan.


Ma jin kemudian kembali berdiri setelah mendengar perkataan Tetua Cin lin. Tetapi matanya masih melihat ke arah Lan ling.


"Inikah kekuatan yang menghancurkan keluarga Wan. Meskipun dia lebih kuat dariku, tetapi tampaknya kekuatannya juga belum cukup jika harus menghancurkan keluarga Wan. Kini aku yakin...! Bahwa yang menghancurkan keluarga Wan mungkin orang lain." Gumam Ma jin dalam hati.


"Dari perwakilan lain, apakah ada yang mencoba untuk menantang Tuan muda Wan." Ucap Tetua Cin lin.


"Baiklah kalau begitu kita dapat memulai perta..?" Ucap Tetua Cin lin yang terpotong.


"Aku menyerah...! Aku sudah lelah dalam pertandingan sebelumnya. Lagipula aku juga mengalami luka dalam akibat serangan Nona muda dari Sekte Langit. Sudah tidak ada kemungkinan bagiku untuk menjadi pemenang di pertandingan ini." Ucap Ma jin yang berpura-pura menjadi korban.


"Cih....! Nona muda lan menyerang mu tanpa tenaga dalam. Bilang saja jika kau takut kalah dariku." Ucap He sin memprovokasi Ma jin.


"Tuan muda He tenang saja, masih ada pertarungan lain di kemudian hari. Saat itu terjadi, aku tidak akan berbelas kasih padamu." Ucap Ma jin sambil keluar Arena.


"Ada apa...? Mengapa kau mengalah pada anak itu..?" Ucap seorang pemuda di tempat duduk Ma jin.


"Tidak apa-apa kak..? Aku hanya merasa ada kekuatan menakutkan di Sekte Langit. Sesaat sebelum Nona muda Lan menyerang ku, aku telah di buat terkejut oleh serangan jiwa terlebih dahulu." Ucap Ma jin dengan jujur.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir...! Dengan kekuatan Iblis ku, tidak sulit jika harus melawan mereka." Ucap pemuda itu yang tidak lain adalah kakak dari Ma jin, yakni Ma Sheng.


Di kalangan Tuan muda dan Nona muda Keluarga besar, Ma sheng terkenal dengan sifatnya yang kejam. Dia bahkan tidak takut jika harus memulai pertarungan dengan Tuan muda Lin diao.


"Baiklah...! Karena Tuan muda Ma jin menyerah. Apa masih ada perwakilan lain yang ingin menantang Tuan muda He." Ucap Cin lin memecah keheningan.


Tidak ada dari mereka yang mencoba maju. Sebab, mereka semua tahu, jika maju terlalu cepat, akan membuat stamina dan kekuatan menjadi lebih cepat turun.


"Apakah tidak ada yang ingin menantang Tuan muda He." Ucap Tetua Cin lin sekali lagi.


"Tentu saja penantang terakhir yang akan menjadi pemenang dari pertandingan ini. Karena itu aku akan menjadi penantang terakhir." Ucap Tuan muda Lin diao.


"Jika kalian semua berpikir seperti itu, Mungkin Tuan muda He, akan memenangkan kompetisi ini." Ucap Tetua Cin lin.


"Aku juga sependapat dengan Tuan muda Lin. Bahkan jika Tuan muda He dapat memenangkan kompetisi ini dengan keberuntungan. Itu tidak masalah bagiku. Sebab Menara Bulan juga memiliki sumber daya yang lebih dari cukup." Ucap Putri Liu ni yang menginginkan kemenangan He sin.


He sin yang mendengarkan perkataan Putri Liu ni menjadi senang. Sebab pertandingan kali ini, tidak di tentukan sepenuhnya oleh kekuatan, Tetapi juga Strategi.


"Guru....!" Ucap Yu chan yang ingin naik ke Arena.


"Sabarlah lebih dahulu. Meskipun hadiah yang di berikan Sekte Langit cukup besar. Tetapi tentu memiliki resiko yang cukup besar juga." Ucap Tetua Huan ji.


"Guru benar adik Yu...! Meskipun Tuan muda He cukup realistis dalam pertandingan yang adil. Tetapi tidak ada yang dapat menjamin di pertandingan berikutnya akan sama." Ucap Hao shian yang juga berpikir tentang strategi yang akan di gunakan.


"Tampaknya tidak ada perwakilan yang akan maju lagi. Karena itu Tuan muda He menjadi peme...?" Ucap Tetua Cin lin terpotong saat akan mengumumkan pemenang dari kompetisi itu.


"Aku maju...! Aku siap menantang Tuan muda He..! Ucap seorang pemuda dari bawah arena dengan senyum yang mengerikan.


💧💧💧💧💧💧💧💧

__ADS_1


...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........


...TERIMA KASIH...


__ADS_2