
"Makam Guru Zhu lian, Dari Murid Tidak Berbakti. Zhi rhen dan Zhi yuen." Ucap tetua Luo yang membaca tulisan di batu nisan itu.
"Tetua Luo, ini..? Apakah kedua anak muda itu Zhi rhen dan Zhi yuen..? Tanya tetua Lao.
"Tidak salah lagi, mereka terus berlutut di makam ini. Bahkan kehadiran kita dan kawanan kera emas tidak menggangu mereka sama sekali. Meskipun saudara Zhu lian meninggalkan dunia ini, dia tetap memikirkan tentang sekte langit." Ucap tetua Shia bao.
"Hatiku bahkan merasa tergugah melihat kedua anak itu berlutut 30 hari disini. Saudara Zhu lian sungguh beruntung. Bisa memiliki murid seperti mereka, pastilah membuat saudara Zhu lian merasa bahagia di akhir hidupnya." Ucap tetua Lei ni yang merupakan tetua yang paling dekat dengan Zhu lian di sekte langit.
"Sekarang aku sedikit mengerti, mengapa kawanan kera emas itu berlari ketakutan saat tiba di tempat ini. Bukan karena tempat ini merupakan area terlarang. Tetapi, karena kedua anak itu. Tingkatan mereka pasti telah melebihi kita yang merupakan tetua sekte langit. Bahkan pemimpin kera emas yang ada di tingkat langit tahap 9 harus lari karena melihat mereka." Ucap tetap Luo yi menyimpulkan semua keadaan yang terjadi.
"Tetapi aku sedikit heran tetua Luo. Saat aku melihat mereka berdua. Aku merasa, tingkatan mereka hanya di Tingkat Bumi Tahap 3 dan Tahap 1. Aku yakin para tetua lain juga memikirkan hal yang sama, bukankah begitu.." Ucap tetua Cin yang masih penasaran.
"Aku mengerti apa yang kalian pikirkan. Tetapi bayangkanlah, Kita yang bertujuh berada di tingkat langit sudah hampir kehilangan nyawa disini. Sedangkan kedua anak itu, hidup di tengah hutan iblis ini. Seakan, ini merupakan taman milik rumah mereka. Jika para tetua kurang yakin, kita dapat pergi dari tempat ini." Ucap tetua Luo menjelaskan situasi mereka.
"Tetua Luo benar, kita sudah menyelesaikan misi ini. Sudah saatnya kita pulang, semakin lama di tempat ini maka akan sangat berbahaya bagi kita." Ucap tetua Lao.
"Baiklah, mari kita pulang. Bagaimanapun kita harus membawa kabar ini untuk para Leluhur." Ucap tetua Fei.
Mereka kemudian memberikan bunga dan menyiram arak di atas batu nisan Zhu lian. Setelah mereka berjalan agak jauh, Tetua Luo menghentikan langkahnya.
"Tetua Luo ada apa..?" Tanya tetua Lao.
"Kami para tetua dari sekte langit sungguh bahagia bisa memiliki saudara Zhu lian di kehidupan ini. Aku berharap di kehidupan selanjutnya, kita akan terlahir menjadi saudara kembali." Ucap tetua Luo dengan kekuatan jiwa sehingga suara itu dapat terdengar beberapa ratus meter.
__ADS_1
Setelah ucapan tetua Luo selesai. Terlihat sebuah cahaya biru bersinar dengan sangat terang. Cahaya itu berasal dari batu kristal yang ada di batu nisan.
"Itu... itu.. itu pusat formasi.." Ucap beberapa tetua bersamaan.
Seketika cahaya biru itu semakin terang hingga tercipta 3 lapisan formasi. Ilusi, serangan dan pertahan. 3 Lapis formasi tercipta dengan makam Zhu lian sebagai pusatnya.
"Tetua Luo, ini adalah.." Ucap tetua Shia bao.
"Tetua benar, 3 lapis formasi tersusun dengan sangat sempurna. Meskipun aku tidak mengetahui formasi ini di tingkat berapa. Tetapi aku cukup yakin, Bahkan tingkat abadi akan kesulitan melewati formasi ini." Ucap tetua Luo.
Tetapi Tetua Luo sebenarnya tidak mengetahui tentang formasi ini. Sebab formasi ini adalah formasi ciptaan Zhi rhen dari beberapa buku yang di berikan oleh gurunya. Dengan batu kristal biru yang merupakan batu suci dari dunia langit, dan menjadi pusat dari formasi ini. Bahkan tingkat abadi tahap puncak harus mengurungkan niatnya untuk melewati formasi ini.
"Sekarang kalian pasti sudah yakin akan kekuatan anak itu." Ucap tetua Luo memperkuat dugaannya.
"Tampaknya tetua Luo benar. Meskipun saudara Zhu telah meninggalkan dunia ini, tetapi dia telah memberikan kita 2 ahli waris. Dengan ini, Sekte langit tidak akan terjatuh terlalu jauh." Ucap Tetua Lao dengan senyuman.
"Ternyata, mereka semua adalah pamanku." Ucap orang itu yang tidak lain adalah Zhi rhen.
30 hari telah berlalu setelah para tetua meninggalkan makam Zhu lian. Tetapi, keadaan sekarang jauh lebih buruk ketika mereka datang. Nyawa mereka semua sedang terancam karena bertemu dengan beruang hitam raksasa yang merupakan binatang iblis tingkat raja.
"Para tetua, bertahanlah. Bagaimanapun juga, salah satu dari kita harus hidup untuk membawa kabar baik ini ke sekte langit." Ucap Tetua Lao.
"Tetua Cin.. Cepatlah lari, biarkan kami yang menghalangi binatang iblis ini." Ucap tetua Shia.
__ADS_1
"Aku yang terlemah dari kalian semua, meskipun aku dapat lari dari ini. Tetapi aku tidak yakin, akan dapat keluar dari hutan ini sendirian. Mungkin tetua Luo sebagai yang terkuat dapat menggantikan aku." Ucap tetua Cin.
"Tetua Cin, apa kau bercanda. Jika aku pergi, bisa dipastikan kalian akan segera mati dalam beberapa detik." Ucap tetua Luo.
Di saat mereka sedang menyusun rencana pelarian diri. Beruang itu melesat sangat cepat ke arah tetua Lei yang sedang terluka. Tetua Lei yang terlambat menyadari datangnya binatang iblis itu hanya bisa pasrah.
"Tetua Lei.. Tetua Lei... Awas.. Menghindar lah." Ucap beberapa tetua yang bergerak cepat mencoba menyelematkan tetua Lei.
"Gawat.. tidak akan sempat." Ucap tetua Luo.
"Apakah ini hari terakhirku. Hufff... Setidaknya aku sudah memberikan bunga dan arak pada makam mu Zhu lian." Gumam tetua Lei sambil menutup matanya.
Tidak terlihat sedikit rasa penyesalan atau khawatir di wajah tetua Lei. Beruang hitam raksasa yang sudah merasa yakin akan mangsanya terlihat mengaum sangat keras.
Sesaat sebelum cakar beruang hitam raksasa hampir menyobek dada dari Tetua Lei. Muncul sebuah kekuatan yang sangat besar. Kekuatan besar yang aneh ini bukanlah kekuatan ranah jiwa ataupun niat membunuh. Tetapi kekuatan ini seperti Aura yang dapat menekan mereka semua.
Beruang hitam raksasa tidak dapat bergerak setelah mendapat tekanan itu. Meskipun tekanan itu berpusat ke beruang hitam raksasa, tetapi mereka yang berada di tingkat langit dan juga sedang terluka dapat merasakan efek dari tekanan itu.
Hanya ada keheningan yang terjadi beberapa menit. Mereka semua terlihat sedang berusaha menahan beban berat mereka. Beruang hitam bahkan mengaum dengan sangat keras dan mencoba menggerakkan cakarnya ke arah Tetua Lei.
Cakar beruang hitam nampak bergerak, kuku-kuku yang tajam seakan ingin menusuk jantung dari tetua Lei.
Terlihat raut wajah panik pada para tetua. Mereka semua terus berusaha bergerak, tetapi tidak satupun dari mereka yang dapat bergerak.
__ADS_1
Saat kuku tajam dari beruang hitam menyentuh gaun dari tetua Lei, saat itu juga sebuah benda yang sangat cepat memotong kepala beruang hitam raksasa hingga terputus. Beruang hitam raksasa seketika mati dengan mata yang tidak percaya.
Senjata itu menancap ke tanah dengan warna yang sangat berkilau. Senjata dengan dua titik tajam yang menyerupai bulan sabit. Sekaligus senjata yang tidak asing bagi sekte langit. Yaitu senjata tingkat tinggi MO ON KI IL. Yakni senjata milik Zhu lian.