
Setelah semua orang yang berada di sana masuk ke dalam, Zhao Lang dan lainya langsung ikut masuk karena, mereka ingin mereka yang terakhir.
Saat setelah mereka masuk, sudah terdengar ada suara orang yang minta tolong dan bahkan, Kepala Xhi Jiang terlempar keluar. Zhao Lang dan Xue Yun'zi menelan luda mereka, mereka tidak menyangka bahwa akan ada yang membunuh di dalam makam kuno itu.
Saat mereka masuk ke lebih dalam lagi, terlihat ada sesosok monster singa berwarna putih di dalam. Dalam satu makam itu, hanya terdapat satu hewan saja dan itu adalah suku Hewan Iblis, Singa Bertaring Panjang. Singa putih besar itu setara dengan Pendekar Kaisar tahap akhir.
Zhao Lang melihat singa itu sedang bertarung dengan gurunya Xhi Jiang. Hu Xin yang awalnya melihat saja kini membantu gurunya Xhi Jiang. Dengan kedatangan Hu Xin langsung membalik keadaan, singa itu mulai lebih waspada karena dia bisa merasakan kekuatan yang lebih darinya pada Hu Xin.
Saat Hu Xin menyerang singa itu dengan serangan tapak, singa itu mengaum kesakitan dan pada saat itu, Lion yang sedang tidur di dalam tudung Zhao Lang keluar dan mengaum kecil. Zhao Lang langsung memeluk Lion kembali namun, Lion tetap merota dan malah mendekati singa putih besar itu.
“Guru! Lion.” Ucap Zhao Lang sambil mengejar Lion. Hu Xin hanya berdiam diri saja, dia merasakan ada yang aneh dengan singa itu.
Hewan Buas suku iblis yang kuat dan terpandang semuanya bisa berbicara layaknya seorang manusia. Tidak semua hewan suku iblis yang bisa, namun Singa Bertaring Panjang adalah suku hewan iblis yang kuat karena itu mereka bisa berbicara.
“Ibu!” Ucap Lion. Zhao Lang dan Xue Yun'zi mematung sejenak karena melihat Lion berbicara. Dan juga mereka terkejut melihat Lion memanggil singa besar itu sebagai sebutan ibu.
“Nak... Akhirnya ibu menemukanmu.” Ucap Singa besar itu sambil memeluk Lion.
“Ibu, dia yang menyelamatkan aku dari ular yang besar.” Lion berkata sambil mengagumi-ngagumi Zhao Lang.
“Terimakasih telah menyelamatkan anakku, sebagai tanda terimakasihnya aku akan memberikan warisan kuno yang berada di dalam makam ini.” Singa besar itu membawa Zhao Lang dan lainya termasuk satu-satunya orang yang tertinggal yaitu gurunya Xhi Jiang.
Setelah berjalan sesaat, Singa itu menunjukkan sebuah kalung yang sama seperti cincinnya Hu Xin Cincin bumi. Namun berbeda dengan kalung itu, walaupun kalung itu juga bernama kalung bumi seperti cincin yang Hu Xin punya, namun kalung itu bisa menyimpan hewan biasa yang masih hidup.
“Lang'er, ambillah.” Ucap Hu Xin. Zhao Lang masih gugup untuk maju ke depan bersama singa itu, namun singa besar itu malah mendekatinya dan memberikan kalung itu kepada Zhao Lang.
“Lang'er.” Ucap Lion. Zhao Lang masih tidak mempercayai bahwa Lion sedang berbicara dengannya. Namun, Zhao Lang tetap menguatkan dirinya dan menjawab panggilan oleh Lion.
“Ada apa Lion?” Ucap Zhao Lang.
“Ibu, aku ingin semua harta yang berada di sini diberikan untuk Lang'er.” Ucap Lion. Zhao Lang seakan mau mati mendengar hal itu sementara Xue Yun'zi hanya diam saja dari tadi.
Singa besar itu mengangguk pelan sebelum menunjukkan segudang emas yang berada di salah satu ruangan di makam kuno itu. Gurunya Xhi Jiang sudah tidak tahan melihat emas yang berserakan di lantai itu. Dirinya memutuskan untuk pergi mengambilnya, dia lari ke dalam dan bersorak sorai sambil memegang emas itu, tapi sayangnya di dalam setiap ruangan terdapat jebakan. Saat Gurunya Xhi Jiang bersorak sorai dengan emas itu, tiba-tiba dinding di sana mengeluarkan panah beracun, dia tidak sempat mengelak. Dirinya pun mati dengan panah itu.
__ADS_1
“Inilah yang aku benci dari manusia. Mereka sangat rakus atas kekayaan.”Singa putih besar itu berdecak kesal.
Sementara Zhao Lang dan Xue Yun'zi menelan luda mereka.
“Namamu Lang'er bukan, berikan kalung itu padaku.” Ucao singa besar itu dan mengambil kalung yang berada di tangan Zhao Lang. Singa itu tiba-tiba masuk kedalam ruangan tersebut, tapi semua panah beracun yang berada di sana malah hancur seketika karena menusuk kulit yang sangat amat keras dari singa itu.
Semua yang berada di sana terkejut melihatnya, bahkan Hu Xin yang awalnya biasa-biasa saja dengan singa itu kini berdecak kagum.
Singa itu mengisi semua koin emas itu ke kalung bumi dan memberikannya kepada Zhao Lang.
“Aku rasa jika kalian masuk ke lantai terbawa kalian tidak akan sanggup.” Singa itu menceritakan bahwa ada sesosok naga yang besar berada di lantai terakhir. Lantai makam itu terdapat dua tingkat namun yang terkumbur didalamlah yang memiliki harta yang sangat besar dan sesosok yang kuat.
Hu Xin menanyakan seberapa kuat naga itu sebenarnya. Singa itu menjawab setidaknya dia setara dengan tingkat pendekar langit tahap awal. Perbedaan dari setiap pendekar sangatlah jauh walaupun hanya berbeda dengan tingkatnya namun, jika seseorang memiliki kekuatan bumi tahap menengah, itu sudah berkali-kali lipat lebih kuat dari tahap awal.
Hu Xin sebenarnya berada di tingkat pendekar langit tahap menengah, namun. Dirinya khawatir dengan Zhao Lang dan Xue Yun'zi yang akan terkena dampak dari pertarungan mereka.
“Guru, kita coba saja.” Ucap Zhao Lang. Zhao Lang sebenarnya sedikit takut namun, dirinya tidak mau mengecewakan gurunya seperti lalu.
Saat mereka sampai ke lantai bawah, mereka menemukan ribuan tengkorak manusia di dalamnya. Wajah Xue Yun'zi langsung pucat, namun Zhao Lang memeluknya dan berkata agar tidak takut.
Wajah Xue Yun'zi mulai memerah kembali karena Zhao Lang yang memeluknya.
“Grgh... Apa kau membawa seseorang yang aku cari?” Ucap naga itu di balik kegelapan.
“Aku tidak tau namun, mereka ingin mengambil harta yang berada di sini. Dan juga mereka sudah mengalahkanku.” Ucap Singa besar itu. Lion yang berada di atas kepala ibunya kini merasa ketakutan.
“Baiklah, aku akan melawan.” Seketika itu, muncul seekor naga hitam yang besar dibalik kegelapan.
Zhao Lang dan Xue Yun'zi hampi pingsan setelah melihat sesosok naga hitam itu. Sementara Hu Xin menahan tawanya dan menalingkan pandangannya agar tidak terlihat olehnya.
“Majulah.” Ucap Naga itu.
Zhao Lang menarik pedangnya dan di hadapkan kepada naga itu. Naga itu melihat sejenak pedang yang Zhao Lang pegang lalu...
__ADS_1
“Tuan... Maafkan saya atas ketidak sopanan saya.” Ucap naga itu sambil menundukkan kepalanya didepan pedang yang Zhao Lang pegang.
Namun disisi lain terdengar suara tawa yang sangat lantang. Tidak lain dia adalah Hu Xin.
“Sialan kau bocah Hu!” Ucap naga itu sementara Hu Xin tidak bisa memberhentikan tawanya.
“Eh... Apa yang terjadi?” Tanya semua yang ada disana termasuk singa putih itu.
“Maaf tuan atas ketidak sopanan saya.” Naga hitam itu kembali membungkuk. Sementara itu terdengar suara yang sangat mengerukan dari pedangnya Zhao Lang.
“Aku tidak menyangka ada keturunanku sendiri yang menantangku.” Suara itu tidak lain adalah naga hitam yang berada didalam pedangnya Zhao Lang.
“Ma... Maaf tuanku.”
“Baiklah-” Belum selesai naga hitam yang berada didalam pedangnya Zhao Lang berbicara, tiba-tiba terdengar suara tawa yang sangat keras. Hu Xin benar-benar tertawa sampai terbahak-bahak.
“Diam kau bocah bodoh!” Ucap Naga hitam yang berada di pedang Zhao Lang. Seketika itu Hu Xin yang kaget tiba-tiba berdiri tegak dan mematung.
“Dengar berikan pedang itu pada bocah ini.” Ucap Naga hitam yang berada di dalam pedangnya Zhao Lang.
***
Ig: MarselImanuel.
Hai para pembaca... sambil nunggu Legenda Dewa Kematian di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.
“ Legenda Dewa Phoenix ”
Dan juga diminta untuk Like, Komen & Share ya... Di vote juga, Biar aku makin
semangat nulisnya...😊
***Terimakasih.
__ADS_1