Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Sekte Ular Merah II


__ADS_3

Setelah Yun Le selesai mengeluarkan racun yang berada di kakinya Zhao Lang, Yun Le langsung membilas mulutnya dengan air sungai karena takut racun kalajengking itu masih ada di mulutnya Yun Le.


“Te-terimakasih tuan putri.” Ucap Zhao Lang sambil menahan rasa sakit yang masih berasa di kakinya.


“Ha-harusnya aku yang harus berterimakasih padamu.” Ucap Yun Le dengan gugup.


“Tuan putri, lebih baik kamu pergi dan beristirahat sejenak.” Ucap Zhao Lang.


Yun Le pun sudah sangat merasa lelah, dia pun mengangguk pelan sebelum pergi meninggalkan Zhao Lang.


“Maafkan aku Lang gege.” Ucap Yun Le sebelum lari ke dalam istana. Zhao Lang hanya tersenyum tipis mendengar hal tersebut.


“Racun ini hanyalah racun kecil jika kau sudah menyempurnakan ilmu kitab naga es. Dan juga, kau memiliki kualitas darah yang hanya kau yang memilikinya. Darah phoenix yang spesial dan hanya satu dalam 10.000 tahun lamanya.”Ucap Zu Long.


“Tapi, ini terasa sangat menyakitkan.”


“Kualitas darahmu belum aktif sepenuhnya dan mungkin saat pertandingan besok, kau akan bertarung dalam kondisi yang tidak prima.” Zu Long tau bahwa, darah phoenix akan aktif, saat dia mendapatkan roh phoenix yang tersembunyi entah dimana adanya.


“Kembalilah ke istana dan tidur untuk sementara waktu Lang'er.” Ucap Zi Long.


Zhao Lang mengangguk pelan sebelum pergi ke atap istana dengan kaki yang sakit. Saat Zhao Lang telah melompat ke atab tertinggi di istana, Zhao Lang bahkan beberapa kali jatuh karena kondisi kakinya.


“Huh... Akhirnya sampai juga.” Ucap Zhao Lang sambil berbaring di sana. Pada saat itu, Zhao Lang tertidur pulas dan Zu Long dan Zi Long mengawasinya dari dalam ruang jiwa.


***


Keesokan harinya.


Turnamen Pahlawan Muda.


“Lan gege, kamu tidak apa-apa?” Tanya Yun Lei.


“Aku tidak apa-apa tuan putri, hanya luka kecil saja.” Zhao Lang tidak ingin kalau mereka tau bahwa dirinya yang menolong Yun Le tadi malam.


“Pertandingan antar Zhao Lang dan Wen An dimulai!”


Sebelum Zhao Lang pergi ke arena, dia membisikkan sesuatu kepada Yun Di.


“Katakan pada paman untuk waspada.” Bisik Zhao Lang kepada Yun Di. Yun Di mengangguk pelan sebelum pergi dan membisikkan sesuatu kepada pemimpin pasukan organisasi obat.


Saat setelah Zhao Lang sampai ke arena, Wen An melihat Zhao Lang telah mempunyai luka yang cukup besar.

__ADS_1


“Apa kau masih mau melawanku dengan kondisimu yang seperti itu?” Tanya Wen An.


“Jangan khawatirkan diriku, khawatirlah pada dirimu sendiri.” Seketika itu, Zhao Lang langsung menarik pedang naga hitam dan mengeluarkan aura naga yang berada di pedang itu.


Semua orang merasa sedikit tertekan dengan aura yang Zhao Lang perbuat. Aura yang Zhao Lang perbuat itu jika sudah menyempurnakan jurusnya, itu akan lebih kuat. Namun, Zhao Lang yang sekarang belum cukup kuat untuk itu.


“Aura yang aneh. Tapi, itu tidak membuat kekuatanmu meningkat!” Seketika itu, Wen An langsung menyerang Zhao Lang dengan serangan tapak.


Tapak Bumi - Tapak Api Ular Naga!”


Terlihat dua ular naga api yang besar muncul di tangannya Wen An. Semua orang terkejut melihat ular naga api yang tiba-tiba muncul di arena pertandingan.


Yun Di, Fei Li dan kedua tuan putri mulai khawatir dengan Zhao Lang. Sementara Zhao Lang tersenyum tipis sambil mendapatkan serangan dari Wen An.


Zhao Lang terus menerus menghindari serangan tapak ular naga api tersebut untuk beberapa saat.


“Apa kau akan lari terus menerus?! Sungguh pengecut! Siapa guru bodoh yang mengajarimu bertarung?!” Ucap Wen An dengan lantang. Tiba-tiba Zhao Lang sudah tidak menghindar dari serangan ular naga api itu. Dia hanya berdiri diam dan tidak bersuara sedikitpun.


Wen An juga berhenti menyerang Zhao Lang. Dia terus menerus memperhatikan Zhao Lang dengan teliti, dan menemukan aura es yang sangat besar mulai keluar dari tubuh Zhao Lang.


“Awalnya aku ingin memberikanmu bermain-main denganku untuk sementara waktu. Tapi, kau sudah menghina guruku.”


Seketika itu, pedang naga hitam itu berubah menjadi setengah api hitam dan api biru dan sementara tubuh Zhao Lang menjadi sedingin es.


“Api Suci - Pedang Pelahap Bumi!”


Seketika itu, api hitam dan biru yang berada di pedangnya Zhao Lang menyerang Wen An dengan cepat. Sementara aura es yang berada di tubuh Zhao Lang mulai menyebarkan aura yang kuat. Sampai-sampai semua orang mulai merasa sedikit sesak nafas.


Serangan Zhao Lang tidak bisa di hindari oleh Wen An, dia mendapatkan luka potong ditubuhnya yang sangat besar. Bahkan api hitam dan biru tidak padam dari tubuhnya.


“Tapak Suci - Naga Air!”


Semua orang kembali terkejutnya setelah melihat kedua naga air yang berwarna putih muncul dari kedua tangannya Zhao Lang.


“Tarik kembali kata-katamu tadi jika tidak ingin aku bunuh!” Zhao Lang sudah dalam mode yang seakan dirinya sudah sedingin es.


“Ma-maafkan aku, aku pantas mati karena menghina guru yang hebat seperti gurumu.” Ucap Wen An yang masih terguling-guling di arena.


Mendengar bahwa Wen An sudah menyesali dengan perbuatannya, Zhao Lang menyirami air berwarna putih seperti susu kepadanya untuk memadamkan api hitam dan biru di tubuhnya.


“Pemenangnya adalah Zhao Lang!” Ucap pembawa acara. Setelah itu, Zhao Lang kembali memperhatikan seluruh orang yang berada di sana.

__ADS_1


‘Sepertinya mereka belum tiba disini. Syukurlah mereka belum melihat kekuatanku.’ Pikir Zhao Lang. Saat Zhao Lang sudah di atas bersama dengan lainya, dia tiba-tiba pingsan karena dia belum sepenuhnya mengendalikan kekuatannya.


“Lang gege!” Yun Lei langsung menopang Zhao Lang dan memanggilkan seorang tabid yang berada di istana tersebut.


Luka yang berada pada kakinya Zhao Lang kini sudah mengering tapi, dia masih merasakan sakit karena racun kalajengking itu mungkin masih berada sedikit di dalam kakinya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Zhao Lang bangun dan mendapatkan dirinya sedang menyandar di pahanya Yun Lei. Yun Le yang melihat hal tersebut mulai merasa tidak senang dengan cara adiknya yang memperlakukan Zhao Lang seakan tunangannya.


“Eh... Ma-maafkan aku tuan putri!” Zhao Lang yang tiba-tiba bangun dan memberi hormat kepada Yun Lei. Yun Lei tertawa kecil melihat hal tersebut.


“Lang'er, pertarungan antar Gong Zi dan Han Song sebentar lagi akan dimulai.” Ucap Yun Di.


Zhao Lang langsung melihat pertarungan antar keduannya setelah mendengar apa yang di katakan oleh Yun Di.


“Lang'er, cepat masuk ke arena pertandingan itu dan hentikan si bocah Gong Zi itu! Dia memiliki kekuatan pendekar senior tahap awal. Aku rasa dia adalah pemimpin kelompok itu.” Ucap Zi Long yang berada di dalam ruang jiwa.


“Baiklah.”Sebelum Zhao Lang pergi melompat ke arena pertandingan, Zhao Lang membisikan sesuatu kepada para pasukan organisasi obat untuk siap-siap.


“Taring Pedang - Cakar Serigala!”


Seru Gong Zi.


“Tombak Bumi - Hujan Tombak!”


Seru Han Song.


Sebelum kedua serangan itu berbenturan. Terlihat, serangan mereka seolah tertahan. Saat mereka melihat lebih jelas lagi, Zhao Lang telah menahannya dengan kedua tapak naga.


“Ap-Apa!” Ucap Gong Zi dan Han Song.


---


***


Para pembaca... Sambil nunggu Legenda Dewa Kematian di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.


“ Legenda Dewa Phoenix ”


Dan juga diminta untuk Like, Komen & Share ya... Di vote yang banyak ya, Biar aku makin semangat nulisnya...😊


Jika boleh, berikan di vote yang banyak ya biar gak kalah dengan yang lain, biar juga masuk ke pringkat yang bagus. ❤

__ADS_1


Terimakasih***


__ADS_2