
Setelah itu, Zhao Lang dan lainnya akhirnya pergi bersama ke tempat ujian. Pada saat diperjalanan, Zhao Lang selelu mendapatkan perhatian yang tidak memuaskan dari para senior-seniornya.
“Lang'er, jangan pedulikan mereka.” Ucap Ji Kang.
“Benar, suatu saat nanti. Saat kita berempat sudah menjadi pendekar elit, akan aku tantang para senior-senior bodoh ini!” Ucap Wang Han.
Zhao Lang hanya tersenyum cerah melihat teman-temannya selalu membelanya.
“Hei, aku akan panggil kamu Lang'er, atau YunYun ya?” Ucap Gong Pan.
“Eh...! Tidak, Lang'er saja!”
“Baiklah, aku akan memanggilmu YunYun saja.” Ucap Gong Pan sebelum lari kedepan. Zhao Lang mengejarnya karena kesal. Sementara Ji Kang dan Wang Han hanya tertawa kecil melihat hal tersebut.
Setelah itu, mereka akhirnya sampai di tempat ujian murid elit.
“Sekarang ujian yang tertunda kemarin, akan segera dimulai!” Ucap salah satu tetua yang menjadi wasit.
“Sekarang adalah ujian ketiga.” Ucap salah satu tetua.
“Sekarang, kita mempunyai empat murid yang berbakat. Mereka adalah Yun Lang, Ji Kang, Wang Han dan Gong Pan.”
Wasit menjelaskan bahwa, mereka akan melakukan duel. Dan barang siapa yang kalah, mereka tidak akan di keluarkan tapi, mereka tetap akan masuk menjadi murid elit, karena sudah melewati kedua ujian murid elit.
“Apa Yun Lang sudah melakukan ujian kedua?”
“Aku juga tidak tau.”
Banyak penonton yang bingung dengan apa yang terjadi. Mereka semua menjadi seperti itu karena, mereka sudah di hilangkan ingatan mereka dari saat Zhao Lang mengeluarkan Spirit Dewa.
Setelah itu, pertandinganpun dimulai.
“Pertarungan pertama, Ji Kang dan Gong Pan.”
Seketika itu, Ji Kang dan Gong Pan langsung naik ke arena pertandingan.
“Pan'er, walaupun kau wanita. Aku tidak akan menahan diri.” Ucap Ji Kang sambil melakukan pemanasan.
“Ya, jika kau menahan diri, takutnya kau akan terluka parah.” Ucap Gong Pan sambil tersenyum tipis.
“Pertandingan dimulai!”
Seketika itu, Ji Kang dan Gong Pan langsung maju menyerang secara bersamaan dengan tangan kosong.
Mereka saling beradu pukulan, sebelum Gong Pan mendapatkan sebuah pukulan dari Ji Kang diperut.
“Sudah aku duga kau sangat hebat!” Ucap Gang Pan sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya akibat serangan Ji Kang.
“Seharusnya kau mengatakan itu pada seorang yang lebih pantas dariku.” Ucap Ji Kang sebelum kembali menyerang dengan sebuah jurus.
Tidak mau kalah, Gong Pan juga langsung kembail menyerang dan memberikan sebuah jurus.
“Tapak Air - Macan Air!” Seru Ji Kang.
“Tapak Api - Serigala Api!”
Kedua serangan tapak itu saling berbenturan dan membuat ledakan yang besar.
__ADS_1
“Wah... Dia boleh juga.” Ucap Ping Gu kepada guru dan kakek Gong Pan. Gurunya adalah Tong Li, sementara kakeknya adalah Gong Bi.
“Muridmu juga sangat hebat. Aku takut muridku akan kalah karena melawan muridmu.” Ucap Tong Li. Sementara Gong Bi hanya menikmati pertarungan tersebut.
“Mereka berdua begitu hebat.” Ucap Zhao Lang.
“Benar, mereka berdua merupakan murid junior yang berbakat.” Ucap Wang Han sambil menikmati pertarungan tersebut.
Setelah beberapa saat, kabut putih yang memenuhi arena kini mulai hilang. Terlihat bahwa Gong Pan sudah tertekuk lutut, sementara Ji Kang masih berdiri walaupun terluka.
“Pemenangnya adalah Ji Kang!”
“Wah... Muridku yang memenangkan pertarungan ya.” Ucap Ping Gu sambil tertawa dengan lantang.
“Muridmu begitu hebat.” Tong Li dan Gong Bi berdecak kagum dengan Ji Kang.
Pada saat itu, Zhao Lang dan Wang Han langsung menghampiri mereka.
“Pan'er, Kang'er. Kalian tidak apa-apa?” Tanya Zhao Lang dan Wang Han.
“Uhk... Aku tidak apa-apa YunYun.”
“Aku juga.”
“Kalian sangat hebat.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi membawa Ji Kang. Sementara Wang Han membawa Gong Pan.
“Paman Gu. Rawatlah Kang'er.” Ucap Zhao Lang sebelum memberikannya kepada Ping Gu.
Ping Gu mengangguk pelan sebelum mengambil Ji Kang. Gong Pan juga di ambil oleh guru dan kakeknya.
“Cucuku, apa kamu sudah siap untuk bertanding?” Ucap Chang Hong yang menggendong Lion.
“Baiklah kalau begitu, pergilah dan bertarunglah dengan sekuat tenagamu.” Ucap Chang Hong sebelum pergi kembali ke tempat duduknya.
“Pertandingan selanjutnya, Yun Lang dan Wang Han!”
Zhao Lang dan Wang Han langsung naik ke arena untuk bertarung.
“Han'er! Kau sungguh tidak beruntung karena berhadapan dengan Lang'er.” Seru Ji Kang dari bawah arena.
“Diam! Ini suatu kehormatan bagiku jika bertarung dengannya, walaupun aku kalah.” Ucap Wang Han sebelum menatap Zhao Lang.
“Lang'er, apa sebaiknya aku menyerah saja?” Ucap Wang Han dengan gugup.
“Han'er, anggap saja ini sebuah latihan.” Ucap Zhao Lang.
Wang Han mengangguk pelan sebelum menyerang Zhao Lang dengan serangan tangan kosong.
Tapi, sewaktu dia menyerang Zhao Lang. Zhao Lang dengan mudahnya menghindari serangan-serangannya.
“Han'er, tunggu sebentar.” Ucap Zhao Lang.
“Ada apa Lang'er?”
“Jika kau ingin menyerangku dengan serangan tapak, kau harus terlebih dahulu memperhatikan dirimu sendiri. Aku melihat sangat banyak celah yang kau perbuat dengan gerakanmu itu sendiri.” Ucap Zhao Lang.
Semua orang terkejut melihat Zhao Lang malah melatih Wang Han. Yang paling terkejutnya para tetua-tetua. Mereka juga melihat ada banyak sekali celah yang berada ke Wang Han.
__ADS_1
“Ja... Jadi aku harus bagaimana?” Tanya Wang Han.
“Ikuti aku.” Ucap Zhao Lang sebelum memperagakan ilmu tapak dasar yang Hu Xin ajarkan padanya.
Gerakan yang indah dan sangat lambat dibuat oleh Zhao Lang. Zhao Lang seakan sedang melatih Wang Han di arena pertandingan itu.
“Apa kau sudah mengerti, Han'er?” Ucap Zhao Lang.
“Ya... Aku mulai sedikit mengerti, tapi... Gerakanmu sangat lambat.”Ucap Wang Han.
“Hmph.” Seketika itu, Zhao Lang langsung membuat serangan-serangan tapaknya menjadi sangat cepat. Semua orang yang melihatnya membuka matanya lebar-lebar. Sementara gurunya Wang Han yang merupakan tetua juga, yang bernama Fang Hen berdecak kagum dengan gerakan tersebut. Dia bahkan tidak bisa melakukannya.
Sementara Chang Hong menggosok matanya setelah melihat gerakan-gerakan Zhao Lang. Zhao Lang bahkan tidak membiarkan celahnya terbuka lebar saat melakukan gerakan itu.
“Apa kau sudah mengerti sekarang Han'er?” Ucap Zhao Lang sebelum menghentikan gerakannya.
“I-iya... Aku mengerti sekarang.”
“Kalau begitu, keluarkanlah jurus tapak terkuatmu.” Ucap Zhao Lang. Wang Han mengangguk pelan sebelum mengeluarkan sebuah jurus tapak terkuatnya.
“Tapak Tanah - Lengan Busuk!”
Teriak Wang Han sebelum menyerang Zhao Lang dengan tapaknya.
“Tapak Bumi - Naga Es”
Sifat Zhao Lang seakan sekejap berubah menjadi seperti sifat Zi Long yang dingin. Dia mengucapkan jurusnya dengan santai.
Seketika itu, Tapak Naga Es milik Zhao Lang dan Tapak Lengan Busuk milik Wang Han berbenturan dan membuat ledakan besar.
Tapak yang Zhao Lang gunakan membuat semua orang menahan nafas mereka. Mereka bisa melihat kalau, serangan Zhao Lang merupakan serangan yang kuat.
Pada saat asap putih mulai menghilang akibat serangan keduanya, tiba-tiba mereka melihat. Wang Han sudah terbaring dengan penuh luka, sementara Zhao Lang masih berdiri dengan kokoh disana.
“Pemenangnya adalah... Yun Lang!”
Setelah itu, Ji Kang dan Gong Pan langsung mendekati mereka berdua dan bersorak sorai.
“Han'er, hanya ilmu tapak dasar yang aku miliki itu, bisa membuatmu menjadi pendekar hebat dimasa depan nanti. Berlatihlah dengan giat.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi mengangkat Wang Han yang sedang terbaring lemas.
---
---
***
Maaf ya cuman bisa update satu untuk hari ini. Saya sangat sibuk, sampai-sampai cuman buat dua chptr dalam sehari ini. Sebenarnya, saya ingin update yang banyak hari ini tapi, keadaan sangat tidak menguntungkan.
Maaf ya sekali lagi.
***
Para pembaca... Sambil nunggu Legenda Dewa Kematian di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.
“ Legenda Dewa Phoenix ”
Dan juga diminta untuk Like, Komen & Share ya... Di vote yang banyak ya, Biar aku makin semangat nulisnya...😊
__ADS_1
Jika boleh, berikan di vote yang banyak ya biar gak kalah dengan yang lain, biar juga masuk ke pringkat yang bagus. ❤
Terimakasih***