Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Hutan Elf


__ADS_3

“Hmph! Pergilah, aku harap kau menyesali perbuatanmu hari ini. Dan lagi, kau bisa menjadi teman anakku.” Ucap Yi Huang. Yi Huang berharap bahwa Zhao Lang bisa membuat Kekaisaran Wei maju karena dia memilik hubungan dengan anaknya.


‘Disaat seperti ini sifatnya langsung berubah? Sepertinya dia akan memanfaatkanku kedepannya aku harus berhati-hati lagi.’


“Hal terakhir yang kau katakan itu aku menyetujuinya.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi meninggalkan mereka.


Pada saat Zhao Lang dan Lion yang berada di dalam pakaiannya Zhao Lang sudah berada di luar pintu kamar itu, tiba-tiba Yi Fei...


“Berhenti!”


“Kau sudah menginjak reputasi ayahku sebagai Kaisar, dan kau masih berharap untuk pergi dari sini dengan kondisi pulih? Mimpi saja.” Ya Dek menyuruh pengawal pribadinya yang berada di tingkat Pendekar Senior Tahap Awal untuk menghadang Zhao Lang.


“Sudalah Fei'er, anggap saja ini adalah balasan karena dia sudah menyelamatkan adikmu.” Ucap Yi Huang sebelum menyuruh kembali pendekar itu pergi dari sana.


“An'er, Hai'er. Pelajarkan kakakmu ini sopan santun sebelum berkata seperti itu. Kalian mungkin menganggapku sebagai orang biasa, tapi kalian salah besar.” Setelah berkata seperti itu, Zhao Lang mengambil lotin yang berada di dalam bajunya dan memperlihatkan pada mereka semua yang berada disana.


“Semoga kalian tidak lagi mencari masalah denganku.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi dari sana dengan cepat. Yi Huang dan lainnya yang melihat hal itu tersedak nafas mereka sendiri.


Mereka bisa mengenali lotin yang Zhao Lang perlihatkan itu adalah merupakan Liotin pemilik saham kedua terbesar di Organisasi Obat.


“Di-dia adalah orang yang selama ini aku kagumi itu?” Ucap Yi Fei dengan gugup. Selama ini berita bahwa seorang pemuda telah di angkat menjadi pemilik saham kedua terbesar di Organisasi Obat yang sangat di kagumi serta ditakuti banyak orang.


Zhao Lang juga di beritakan memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa dan juga memiliki kemampuan yang sangat kuat walaupun di usia yang masih muda.


“Sudah aku duga dia bukan orang biasa.” Gumam pelan Yi An dengan canggung. Sementara Yi Huang dan Yi Hai tidak dapat berkata-kata setelah melihat kejadian itu.


‘Semoga dengan kejadian ini kalian bisa menghormati orang biasa dan tidak berpikir seperti anak kecil lagi.’ Pikir Zhao Lang yang baru saja keluar dari pintu masuk istana.


“Ayah! Apa kau tau apa kesalahanmu?! Kau ayahku tapi kau sangat ceroboh seperti anak kecil!” Ucap Yi An sebelum pergi dan mengajak Yi Hai untuk pergi dari kamar tersebut.

__ADS_1


“Hah... Seperti biasa aku selalu ceroboh.” Yi Huang mengelakan nafas panjang sambil melihat ke arah pintu kamar tersebut.


Disiai lain.


Pada saat Zhao Lang sudah berada di sebuah kota yang berada di dalam Kekaisaran Wei.


“Aku merasakan bahwa ada banyak jiwa yang memanggilku di arah sana.”Ucap Zhao Lang yang berada didalam ruang jiwa.


“Ya, kemungkinan itu adalah letak Hutan Elf.” Ucap Zi Ling. Zi Long menduga bahwa jiwa-jiwa yang memanggil Zhao Lang itu adalah jiwa-jiwa dari penduduk Hutan Elf.


“Sepertinya panggilan jiwa itu tidak terlalu jauh dari Kekaisaran Wei ini. Aku harus cepat menemukan mereka dengan cepat.” Ucap Zhao Lang sebelum melesat dengan cepat menuju ke arah panggilan jiwa itu.


Zhao Lang menggunakan kekuatan Za Long agar bisa cepat sampai ke hutan elf. Pada saat Zhao Lang sudah berada di luar Kekaisaran Wei, dia melihat ada sebuah pohon yang tidak terlalu besar berada di tengah-tengah air.


Pohon itu memiliki lubang yang besar. “Uhk...! Sial, aura membunuh ini sangat kuat! Aku bahkan tidak bisa menahannya.” Zhao Lang tertekuk lutut ketanah. Zhao Lang mulai meningkatkan kewaspadaannya karena kedatangan aura membunuh itu.


“Panah.”


Setelah Zhao Lang mendengar perkataan tersebut, dia langsung berdiri dan memasang kuda-kuda waspada. Pada saat itu, tiba-tiba ada lebih dari ratusan panah dari segala arah yang sedang melesat dengan cepat ke arah Zhao Lang.


“A-Apa?!“ Zhao Lang tidak sempat menghindar dari serangan panah itu. Tapi, pada saat ratusan panah itu hampir menyentuh kulit Zhao Lang, tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan cepat untuk melindungi Zhao Lang.


Terlihat seorang gadis yang memakai jubah hitam datang melindungi Zhao Lang. Gadis itu hanya menghempaskan tangannya dan membuat semua panah itu terhempas jauh.


“Ke-ketua?! Kenapa kau melindungi bocah itu?” Tanya salah satu dari beberapa sekelompok berpakaian jubah hitam yang baru muncul dari pepohonan.


“Anak ini yang menyelamatkan nyawaku dulu. Dan aku yang memanggilnya kesini! Apa yang kalian perbuat?!” Ucap gadis itu tegas. Ucapannya membuat semua orang yang berada disana diam seakan telah menjadi patung dalam sekejap.


“Si-siapa kau?! Apa kita saling kenal?!” Tanya Zhao Lang. Pada saat itu, gadis itu memalingkan pandangannya dan menatap Zhao Lang dengan senyuman.

__ADS_1


“Hai... Lang'er.” Ucap gadis itu dengan senyuman cerah.


Sementara Zhao Lang menatapnya dengan bingung. “Si-siapa kau? Apa kita saling kenal?” Tanya Zhao Lang dengan wajah datar.


“Eh...? Ka-kau tidak mengenalku?”


“Pfft...!!!” Semua orang yang berada disana menahan perut dan mulut mereka karena tidak ingin tertawa.


“Nona cantik, sepertinya kau salah mengenali oran-”


“Salah kepalamu!!!” Belum selesai Zhao Lang berbicara, tiba-tiba gadis itu memukul wajah Zhao Lang dengan keras sampai-sampai membuat Zhao Lang terpental cukup jauh dari sana.


“Ah... Ke-kenapa kau memukulku?! Uhhh wajah tampanku ini...” Ucap Zhao Lang sambil memegang wajahnya.


“Apa kau masih tidak mengingatnya?!” Tanya gadis itu. Gadis itu adalah Gina. Gadis yang pernah du selamatkan Zhao Lang saat berada di hutan dekat dengan lembah petir.


“Sudah aky bilang aku tidak mengingatny-” Belum selesai Zhao Lang berbicara, tiba-tiba Gina langsung memukul wajah Zhao Lang lagi.


“Hei! Kenapa kau memukulku lagi?! Hiks... Wajah tampanku...” Ucap Zhao Lang sambil memegang wajahnya yang sakit.


“Apa kau sudah mengingatnya?”


“Sudah aku bilang! Aku tidak mengenalmu!” Hai Langsung berdecak kesal karena guna selalu menanyakan hal yang sama kepadanya.


“Dasar bodoh! Aku ini gina!” Ucap gina sebelum...


---


Hai para pembaca, saya mohon maaf kalo novel ini jadi jarang update. Aku minta tolong pada kalian untuk suport terus yah novel ini, di vote mininal 100poin ke atas. Makasih

__ADS_1


__ADS_2