
Setelah para anak dan cucu tetua di bubarkan, Zhao Lang di bawah boleh Ji Kang ke toko makanan yang berada di dalam Universitas.
Sesaat mereka sudah berada di dalam toko makanan, disitulah terjadi perbincangan.
“Zhao Lang, apa kau benar-benar cucunya ketua?” Tanya Ji Kang.
‘Lebih baik aku berbohong tentang ini.’
“Benar, tidak aku sangka bisa bertemu dengan kalian disini.”Ucap Zhao Lang sambil memesan makanan.
“Lang'er, dimana guru hebatmu itu?”Tanya Ji Kang.
“Guruku menjalankan sebuah misi yang sangat berbahaya, dan aku tidak cukup kuat untuk itu. Jadi aku datang ke sini.” Ucap Zhao Lang.
“Wah... Aku benar-benar iri denganmu ini. Mempunyai guru yang sangat hebat.”
“Sepertinya kau sudah salah menilai seorang guru Kang'er. Seorang guru tidak dilihat dari kekuatannya, kehebatannya dan semacamnya. Seorang guru dilihat dari kebaikannya, kepeduliannya, dan kelembutannya. Jangan pernah memandang seorang guru dari kekuatan, dan pandanglah seorang guru seperti orang tua kita sendiri.” Ucap Zhao Lang.
“Hah... Walaupun aku lebih tua darimu, tapi aku rasa, kau lebih dewasa dari pada aku.” Ucap Ji Kang.
“Baiklah, ayo kita jalan-jalan sebentar.” Ucap Ji Kang. Ji Kang ingin Zhao Lang melihat berbagi hal yang menarik jadi, dia membawa Zhao Lang ke tempat murid-murid terkuat di universitas.
“Lang'er, aku akan mendaftarkanmu ke sekolah elit ini.” Ucap Ji Kang.
“Ah... Aku sepertinya tidak pantas untuk masuk ke sekolah elit ini.”Ucap Zhao Lang dengan ragu.
“Kau adalah cucu dari orang terkuat di universitas, dan juga pemimpin. Tidak pantas apanya kau ini.” Ucap Ji Kang sambil tertawa dengan lantang.
Sementara Zhao Lang memaksakan senyumannya untuk keluar dari wajahnya yang penuh dengan ketakutan.
Zhao Lang berpikir bahwa, sebagian dari mereka merupakan seorang yang jahat dimatanya. Karena, Zhao Lang telah mendapatkan tatapan sinis dari banyak murid elit.
Pada saat mereka sudah sampai di tempat pendaftaran murid elit, Ji Kang langsung mendaftarkan Zhao Lang sebagai salah satunya.
“Silakan pergi ke tempat tes murid.” Ucap pria paruh baya yang menjaga di gerbang masuk sekolah elit.
Pada saat mereka masuk ke dalam, Zhao Lang melihat semua tetua sedang berada di tempat duduk sambil menonton ujian tes tersebut.
“Kakek juga disini?”
“Tentu saja, dia merupakan orang penting dalam universitas ini, mana mungkin dia tidak ikut.”Ucap Ji Kang sebelum memanggil Zhao Lang duduk ke tempat peserta.
“Sekarang ujian pertama. Letakan tangan kalian di batu ini dan kita akan melihat tingkat pendekar kalian.” Ucap salah satu tetua yang turun langsung untuk memulai pemilihan murid elit.
__ADS_1
“Peserta pertama, Murid dari Tetua Feng sekaligus cucunya. Gong Pan.”
Pada saat itu, Gong Pan memasuki arena dan meletakkan tangannya di batu tersebut. Pada saat itu, Gong Pan terhitung sebagai Pendekar Mahir Tahap Awal.
“Gong Pan berhasil menyelesaikan ujian pertama. Berikutnya!”
Seorang pria tampan datang memasuki arena. Dia adalah Wang Han, dia adalah murid dari salah satu dari tetua terkuat Fang Hen.
Dia lolos dengan tingkat pendekar, Pendekar Mahir Tahap Awal.
“Berikutnya!”
Ji Kang maju ke dalam arena, dia merupakan murid dari seorang yang di kenal sebagai Sang Lebah Hitam. Salah satu dari orang terkuat dari Universitas.
Ji Kang lolos dengan tingkat pendekar, Pendekar Mahir Tahap Menengah. Semua orang kaget melihat kalau Ji Kang telah menjadi pendekar mahir tahap menengah.
“Dan selanjutnya, Yun Lang.”
Pada saat itu, Zhao Lang masuk kedalam arena untuk mengetes kekuatannya.
‘Pangeran ikut juga? Aku ingin melihat kekuatannya.’ Pikir Chang Hong.
‘Aku ingin melihat apakah bocah ini cocok untuk menjadi cucunya Ketua?’Pikir Semua orang.
“Hei lihat, dia hanya pendekar tingkat I.”
Banyak komentar yang sangat tidak menyenangkan bagi Zhao Lang namun dia tidak terlalu mempedulikannya dan malah fokus untuk ujan.
Seketika itu, Zhao Lang mengeluarkan semua kekuatanya dan memancarkan kalau di bukan seorang sampah yang tidak berguna.
“Apa! Dia hanya menahan kekuatannya?!”
Pikir Chang Hong.
Semua orang yang melihat keterkejutan Chang Hong juga tiba-tiba kaget melihat bahwa Zhao Lang hanya menahan kekuatannya.
Pada saat Zhao Lang meletakkan tangannya ke batu tersebut, seketika itu, batu itu hancur berkeping-keping.
‘Ahh... Sama seperti waktu itu.’ Zhao Lang teringat dengan batu yang di pukulnya pada saat turnamen kekuatan.
“APA?!”
“Dia... Dia... Dia Pendekar Mahir Tahap Akhir!” Ucap salah satu tetua yang menjaga di arena tersebut.
__ADS_1
Semua orang mematung sejenak dan berteriak bersama-sama.
“Pendekar Mahir Tahap Akhir?!”
Semua orang seakan mau pingsan, Ping Gu tertawa kecil melihat hal tersebut. Sementara Ji Kang berdecak kagum dengan kekuatan Zhao Lang.
“He-hebat!”
Gong Pan tidak kalah terkejutnya, dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa, orang yang hampir di hajarnya pada pagi hari merupakan orang yang kuat.
“Pe-peserta Yun Lang yang merupakan cucu dari ketua... Lulus tes pertama.” Ucap Salah satu tetua yang menjaga di arena.
“Wah! Ternyata dia adalah cucunya ketua.”
“Pantas saja begitu hebat.”
Yang awalnya Zhao Lang di komentari dengan keritik, kini mulai mendapatkan komentar yang baik dari para sebagian murid-murid.
“Wah! Kau hebat sekali Lang'er.” Ucap Ji Kang yang datang menyambutnya di bawah arena.
“Ah... Kau juga hebat Kang'er.” Ucap Zhao Lang sambil tertawa kecil. Sementara Lion yang tertidur di dalam pakaiannya Zhao Lang mulai kesal karena terlalu ribut.
Lion tiba-tiba keluar dari pakaiannya Zhao Lang dan pergi ke Chang Hong yang berada di atas.
“Apa dia peliharaanmu?” Tanya Ji Kang.
“Dia adalah temanku.”
“Ayo, sebentar lagi ujian keduanya akan segera dimulai.” Ucap Zhao Lang sebelum menarik Ji Kang ke tempat duduk.
“Eh, Kenapa Lion, apa kau merasa tidak nyaman bersama cucuku?” Tanya Chang Hong kepada Lion yang tiba-tiba datang dan tidur di pangkuannya.
Lion mengangguk pelan sebelum kembali tidur di pangkuannya Chang Hong.
“Ujian kedua akan segera dimulai, diharap untuk murid-murid yang ikut, bersiap.”Ucap salah satu tetua.
Setelah beberapa saat kemudian, ujian kedua akhirnya dimulai.
“Di ujian kedua ini, sama seperti ujian pertama. Kalian hanya meletakan tangan kalian ke Batu Pembangkit Spiritual.” Ujian kedua ini seperti mereka ingin melihat kekuatan spiritual yang akan muncul kepada orang tersebut.
Jika seorang berhasil membangkitkan kekuatan spiritualnya, dia akan menjadi lebih kuat. Namun, walaupun mereka sudah memiliki kekuatan spiritual, mereka belum menjadi pendekar spirit.
“Gong Pan, majulah.”
__ADS_1
Seketikan itu, Gong Pan langsung naik ke arena dan langsung meletakkan tanganya ke batu pembangkit spiritual. Tiba-tiba, belakang Gong Pan muncullah seekor serigala putih.
“Apa?! Spirit bumi?!”