Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Lembah Petir III


__ADS_3

Pada saat Zhao Lang melihat itu. Zhao Lang berdecak kagum dengan semua benda yang berada di dalam.


“Lang'er, masukan semua koin emas dan perak itu kedalam kalung bumi. Itu akan sangat berguna nantinya.” Ucap Zi Long. Zhao Lang mengangguk pelan sebelum memasukan semua koin yang berada di dalam makam bawah tanah tersebut.


“Lang'er, masuk ke ruangan berikutnya. Dan mungkin ada beberapa monster di ruangan berikutnya.” Ucap Zi Long.


Zhao Lang mengangguk pelan sebelum masuk ke ruang berikutnya. Pada saat Zhao Lang masuk ke ruangan berikutnya, Zhao Lang melihat ada sebuah peti mati dan sebuah kitab diatasnya.


“Apa itu Kitab Dewa Naga Petir?” Tanya Zhao Lang.


“Benar, tapi. mungkin akan sedikit lama untuk mengambilnya.” Ucap Zi Long.


“Apa maksudmu?” Ucap Zhao Lang sambil memperhatikan sekitar. Dia melihat hanya ada lima patung batu yang memegang senjata disana.


Pada saat Zhao Lang maju satu langkah, dia seakan menginjaki sebuah tombol dari lantai. Saat itu, kelima patung batu itu bangkit dan langsung menyerang Zhao Lang.


“Apa?!” Zhao Lang langsung cepat-cepat menghindar dari serangan pedang mereka.


“Mereka ini setidaknya setara dengan Pendekar Kelas III. Sial, aku sangat tidak beruntung. Aku tidak bisa mengalahkan mereka semua.” Ucap Zhao Lang sambil menyerang salah satu patung batu.


Saat Zhao Lang sudah berhasil memukul tubuh patung batu itu, tiba-tiba Zhao Lang merasakan kesakitan karena tubuh patung batu itu sangat keras.


“Aku harus bagaimana ini?”


“Bocah, pikirkan sendiri. Kami tidak akan membantumu, jika kami membantumu kau akan menjadi anak yang manja.” Ucap Zu Long.


“Siapa juga yang meminta bantuanmu!” Ucap Zhao Lang sebelum mengeluarkan sebuah jurus.


“Tapak Bumi - Naga Api!


Seru Zhao Lang mengunakan sebuah jurus yang ada pada Kitab Dewa Naga Api. Pada saat itu, Zhao Lang berhasil mengenai salah satu dari kelima patung batu itu. Patung batu itu terpental jauh dan membuat patung batu itu hancur berkeping-keping setelah menerima jurus dari Zhao Lang.

__ADS_1


Pada saat itu juga, keempat patung yang tersisa menyerang Zhao Lang dan membuat Zhao Lang sangat terpojok. Zhao Lang mendapatkan beberapa tebasan di tangan dan tubuhnya oleh patung itu.


“Sial! Kalau begitu, aku sudah tidak peduli lagi!” Zhao Lang berseru dengan lantang dan membuat sebuah jurus.


“Tapak Suci - Naga Air!”


“Kau itu terlalu sok keren. Ini di dalam tanah, mana mungkin petir bisa menembusnya. Apa lagi ini sudah berada dalam 500 Meter dari permukaan.” Ucap Zu Long.


“Ehk...?! Kenapa kau tidak bilang dari tadi dasar naga *****! Idiot!” Ucap Zhao Lang sebelum melepaskan naga airnya itu kepada keempat patung itu.


Pada saat Zhao Lang mengeluarkan jurus itu, tenaga Zhao Lang sudah sangat lemah, dia sangat berharap agar mereka semua mati dengan serangan Zhao Lang.


Setelah itu, asap putih yang memenuhi ruangan itu mulai menghilang. Tapi, Zhao Lang terkejut setelah melihat masih ada satu patung batu yang tersisa.


“Sial! Masih tersisa satu!” Ucap Zhao Lang dengan kesal. Tenaganya sudah banyak yang terkuras, sampai-sampai gerakannya sudah begitu lambat.


“Baiklah kalau begitu... Hehe, Zu Long kepar*t aku akan sedikit menggunakan trikmu saat ini.” Zhao Lang tersenyum tipis sebelum berbaring kelantai.


Pada saat itu, patung itu tiba-tiba mendekati Zhao Lang dan mengangkat pedangnya untuk menebas Zhao Lang. Pada saat itu juga, saat pedang dari patung itu hampir mengenai Zhao Lang, tiba-tiba Zhao Lang berguling kesamping.


Pedang dari patung itu tertancap dilantai dengan keras. Pada saat itu juga, Zhao Lang tiba-tiba bangun dan langsung memotong kaki dari patung itu dengan Pedang Naga Hitam.


Zu Long dan lainnya yang melihat hal itu mulai menunjukkan wajah terdiam mereka sambil mengeluarkan darah dihidung.


“Dasar bocah bodoh! Sampah! Tidak berguna!” Seru Zu Long. Zu Long sekarang mengerti apa maksud dari perkataan Zhao Lang sebelumnya. Zhao Lang menggunakan cara licik dan mengatakannya bahwa, cara itu tercipta dari sifatnya Zu Long.


Zu Long langsung marah karena Zhao Lang mengatainya licik.


Sementara itu, kaki patung yang Zhao Lang potong kini di hancur Zhao Lang dengan pedangnya. Setelah itu, Zhao Lang langsung memotong kepala patung itu dengan cepat agar dia tidak bisa bangun kembali.


“Huh, ilmu licikmu itu sangat berguna Zu Long.” Ucap Zhao Lang sambil duduk di lantai.

__ADS_1


“Bocah idiot! Kaulah yang licik!” Ucap Zu Long dengan lantang.


Zhao Lang tertawa kecil setelah mengejek Zu Long. Setelah itu, Zhao Lang bangkit kembali dan mulai berjalan mendekati peti mati yang berada tidak jauh darinya.


Pada saat Zhao Lang ingin menyentuh kitab tersebut, tiba-tiba peti mati itu terbuka dengan sendirinya. Zhao Lang yang melihatnya begitu terkejut, dia menemukan sebuah pedang yang memiliki aura yang sangat kuat.



“Itu adalah Pedang Dewa Naga Petir. Lang'er, ambillah terlebih dahulu Kitab Dewa Naga Petir itu sebelum kau mengambil pedangnya.” Ucap Zi Long.


Zhao Lang mengangguk pelan sebelum mengambil Kitab itu. Saat Zhao Lang menyentuhnya, Zhao Lang merasakan hal yang sama dengan waktu dia mendapatkan para naga lainnya.


Pada saat Zhao Lang sudah berada diruang jiwa pada Kitab itu, Zhao Lang melihat seekor naga petir yang besar.


“Apa kau Za Long?” Tanya Zhao Lang. Zhao Lang sudah tidak takut lagi karena, dia telah mengalami hal yang sama berulang-ulang kali.


“Kau menggunakan sisik naga untuk masuk ke lembah petir, itu berarti kau memiliki mereka, benarkan.” Ucap Za Long. Za Long ini mempunyai sifat yang bermuka dua. Jika Zhao Lang mendapatkan sifatnya, Zhao Lang kadang-kadang akan menjadi seperti orang yang bermuka dua tapi, itu juga memiliki keuntungan untuk menyusup ke markas lawan dengan mudah.


“Benar.” Setelah Zhao Lang berkata demikian, Za Long langsung masuk kedalam tubuhnya Zhao Lang. Zhao Lang juga keluar dari ruang jiwa di kitab itu.


“Lang'er ambillah pedang itu.” Ucap Zi Long. Zhao Lang mengangguk pelan sebelum mengambil pedang naga petir itu. Saat Zhao Lang memegang pedang itu, Zhao Lang seakan tersambar petir yang kuat. Zhao Lang berteriak kesakitan tapi dia masih memegang pedangnya dengan erat sampai-sampai peti mati itu hancur.


Beberapa saat berselang, Zhao Lang akhirnya berhasil mencabut pedang itu.


“Za Long, Apa kau tau dimana letak lokasi Dewa Naga Lainnya?” Tanya Zi Long.


“Iya, tapi. Dengan kekuatan ZhaoZhao saat ini dia masih belum pantas untuk kesana.” Ucap Za Long.


“Memengnya dimana?” Tanya ketiga naga.


“Pulau Monster Samudra.” Ucap Za Long sebelum...

__ADS_1


__ADS_2