Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Tujuan Yang Berbeda Dengan Saudara Sendiri


__ADS_3

“Hahah, ternyata seperti itu. Oh ya, aku akan memberitaumu tentang ini. Tadi kami menemukan mayat anggota kami. Kau harus berhati-hati.” Ucap penjaga itu sebelum pergi meninggalkan Zhao Lang.


Pada saat penjaga itu sudah pergi, Zhao Lang dan Jiu Wi mengelakan nafas panjang setelah melihat penjaga itu sudah tidak ada.


“Bayangan Api - Pesalin Tubuh.”


Pada saat itu, Zhao Lang membuat dirinya menjadi dua dengan api dari Xi Long. Jiu Wi tersedak nafasnya sendiri setelah melihat apa yang Zhao Lang lakukan.


Pada saat itu juga, Zhao Lang meminta para tahanan lainnya untuk diam sejenak. ‘Semoga bayangan ini bisa mengalihkan mereka’ Pikir Zhao Lang sebelum mengeluarkan sebuah jubah hitam dan dipakaikan kepada bayangan api Zhao Lang.


“Pergilah.” Ucap Zhao Lang sebelum bayangan api itu pergi keluar dan membuat kerusuhan. Pada saat itu juga, Zhao Lang yang asili pergi bersembunyi disalah satu batu besar yang berada disana.


“Penyusup! Penyusup!” Setelah Zhao Lang menunggu, akhirnya mereka disibukan oleh banyangan Zhao Lang. Setelah Zhao Lang melihat disekitar tidak ada orang yang menjaga, seketika itu, Zhao Lang membuka semua penjara yang berada disana.


“Kalian semua, ikut aku.” Ucap Zhao Lang sebelum memberikan pakaian-pakaian untuk para wanita yang sudah ditelanjangi, dan memberi obat bagi para yang sakit


Setelah itu, Zhao Lang membawa mereka semua pergi di tempat yang paling sudut tempat itu dan memberikannya...


“Bulu Phoenix - Pelindung Api Abadi.”


Zhao Lang menaruh pelindung kepada mereka semua. “Kalian semua, jangan ada yang bersuara, dan jangan takut. Aku akan segera kembali.” Zhao Lang langsung pergi keluar setelah berkata seperti itu.


“Pendekar Zhao, semoga kau baik-baik saja.” Jiu Wi khawatir dengan Zhao Lang.


Disisi lain.


“Ada apa ini?! Mana penyusupnya?” Pada saat Zhao Lang sudah berada diluar, dia langsung bertanya kepada pendekar yang berlari.


“Dia lari kehutan, kau jagalah tempat ini. Kami akan mengurusnya.” Ucap Pendekar itu sebelum pergi meninggalkan Zhao Lang.


“Kalau begitu terimakasih.” Ucap Zhao Lang.


“Aku harus mencari disekitar sini, seharusnya ada harta yang tersembunyi.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi mencari tempat penyimpanan harta. Zhao Lang sebenarnya tidak ingin mengambil harta mereka karena dia sudah punya banyak koin emas dan perak yang didapatkannya dilembah petir.

__ADS_1


Tapi, dia ingin memberikannya kepada Jiu Wi dan lainnya untuk memulai hidup baru kekota. Sewaktu Zhao Lang mencari, dia melihat ada sebuah tempat yang ditutup rapat.


“Mungkin inilah tempatnya.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi kedepan pintu itu.


“Lang'er, aku merasakan ada aura yang sangat besar didalam.” Ucap Zi Long. Zi Long bisa merasakan kalau ada aura jahat yang sangat kuat didalam.


“Lang'er, lebih baik kau tidak masu-”


“Bodoh! Aku akan mengambil ahli tubuh Lang'er untuk melihat langsung kedalam.” Ucap Xi Long dengan antusias setelah mengambil ahli tubuh Zhao Lang secara paksa.


“Ohh... Boleh juga kau yaa... Selama ini baru Ze Long yang aku ceramahi, tenyata sekarang dia sudah mempunyai teman ya.” Ucap Zhao Lang yang sudah berada di ruang jiwa bersama yang lain


Mendengar hal itu, semua naga mulai merinding, tapi Xi Long tidak mengerti apa maksut Zhao Lang berkata seperti itu karena. Dia masih tertidur saat Zhao Lang mencerahi Ze Long.


Pada saat itu, Zhao Lang yang tubuhnya di ambil ahli oleh Xi Long tiba-tiba masuk kedalam ruangan itu dengan antusias.


Saat dia masuk kedalam, dia melihat ada seorang petapa tua yang sedang meditasi. Petapa itu melakukan meditasi karena dia mengumpulkan aura neraka untuk menjadi tingkat Pendekar Raja.


Meditasi yang petapa tua itu lakukan adalah membuat cara yang curang untuk menembus tingkat pendekar. Dia menggunakan aura jahat untuk membantunya menjadi tingkat yang lebih tinggi lagi.


“Api Phoenix - Gelombang Api!”


Seru Xi Long yang sedang berada di tubuh Zhao Lang. Xi Long atau Zhao Lang, tiba-tiba mengeluarkan semburan api merah dari mulutnya. Petapa tua itu menyadari serangan Zhao Lang, dia tiba-tiba melompat kebelakang.


Pada saat itu juga, Zhao Lang langsung mengambil ahli tubuhnya kembali.


“Sepertinya kaulah penyusup disini.” Ucap petapa sambil memainkan janggutnya yang panjang.


“Apa kau pemimpin disini?!” Tanya Zhao Lang.


“Bukan, aku adalah Lai Wo. Yang merupakan salah satu tetua dari badai kabut.” Ucap Lai Wo. Lai Wo ini merupakan adik dari Lai Pi.


“Sepertinya diantara kalian para pemimpin, tidak satu pun yang berada do markas utama. Kalian hanyalah mengecoh lawan, banyak mungkin yang tau kalau kalian ada di markas utama, tapi kalian mengelabui mereka dengan hebat.” Ucap Zhao Lang.

__ADS_1


Zhao Lang juga bisa merasakan bahwa kekuatan Lai Wo berada diatasnya, tapi sudah tidak ada pilihan lagi selain melawan. Lai Wo ini merupakan pendekar senior tahap akhir.


“Kau ini cukup cerdik, aku akan memberimu sebuah kesempatan, apa yang kau mau dari kami?” Tanya Lai Wo.


“Aku hanya ingin kalian melepaskan semua tahanan yang berada disini.” Ucap Zhao Lang.


“Baiklah, aku akan menurutimu.” Ucap Lai Wo sebelum pergi membawa Zhao Lang kepenjara bahwa tanah. Zhao Lang dan para naga, phoenix mulai bingung dengan apa yang Lai Wo lakukan.


Setelah itu, mereka akhirnya sampai kepenjara bawah tanah. “Bebaskanlah mereka, sebentar lagi saat aku menjadi pendekar raja, aku akan pergi dari neraka ini.” Ucap Lai Wo sambil tersenyum tipis.


“Apa yang kau katakan?” Zhao Lang mengerutkan dahinya karena bingung dengan Lai Wo.


“Sebenarnya aku sangat ingin menjadi sepertimu tapi, kakakku membawa untuk membunuh orang. Hah... Sudahlah lupakan. Kau bawahlah pergi mereka semua.” Ucap Lai Wo kepada Zhao Lang sambil menunjukkan sebuah jalan bawah tanah rahasia.


Didalam jalan rahasia itu dipenuhi dengan giok-giok yang memancarkan sinarnya kedalam jalan rahasia itu.


“Ini adalah jalan rahasia yang aku buat sendiri untuk lari dari kakaku. Kau pergilah, kau akan sampai Kekota Awan.” Ucap Lai Wo.


“Kenapa kau membantu kami?!” Ucap Zhao Lang dengan penuh waspada.


“Hahah, tidak apa-apa, aku sudah bilang kalau aku sangat suka membantu orang dan tidak suka membunuh seperti kakakku.”


“Oh ya, apa aku boleh mengetahui namamu?” Ucap Lai Wo.


“Apa kau ingin mengetahui namaku dan memberitaukannya kepada kakakmu?!” Ucap Zhao Lang dengan tegas kembali.


“Ah, baiklah, gunakanlah nama samaran.”


“Yu-Yun Lang.” Ucap Zhao Lang dengan canggung.


“Ah, baiklah. Aku juga ingin mengunakan nama samaran agar kau bisa memangilku dengan akrab. HongHong.” Ucap Lai Wo dengan senyuman cerah.


“Ba-baiklah, kalau begitu, aku pergi du-dulu.” Ucap Zhao Lang sambil menyuruh para tahanan untuk pergi.

__ADS_1


“Yun Lang ya... ” Ucap Lai Wo sebelum...


__ADS_2