Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Xue Yun'zi


__ADS_3

“Kau! Cepat kembalikan Lion kepadaku.” Zhao Lang pikir bahwa Xue Yun'zi mau menculik Lion.


“Ah... Ba... Baiklah.” Dengan gugup Xue Yun'zi memberikan Lion kepada Zhao Lang. Detak jantung Xue Yun'zi berdetak kencang setelah Zhao Lang memengagng Lion, tangan keduanya bersentuhan, itu yang membuat detak jantung Xue Yun'zi berdetak kencang.


Melihat kejadian itu Xue Xia tersenyum cerah melihat mereka sudah saling kenal. “Yun'er, bagaimana kamu bisa mengenal murid dari Ketua Xin?” Tanya Xue Xia.


“I... Ibu... Dialah yang menyelamatkan aku...” Ucap Xue Yun'zi dengan terbata-bata. “Kenapa jantungku tidak mau berhenti setelah melihatnya? Apa aku sedang jatuh cinta? Tidak mungkin aku jatuh cinta kepada orang aneh ini.” Pikir Xue Yun'zi sambil memegang kepalanya.


“Oh... Benarkah? Kalau begitu sangat bagus. Impianku yang baru saja aku buat telah terkabul!” Xue Xia senang melihat mereka berdua sudah saling kenal. Dan malahan Zhao Lang lah yang menolong Xue Yun'zi.


Hu Xin yang sudah mengerti maksud dari Xue Xia memurungkan wajahnya dan berpikir. “Apa aku tidak setampan itu? '‹”


Setelah Zhao Lang mengambil Lion dari tangan Xue Yun'zi, Zhao Lang terkejut melihat perubahan yang terjadi kepada Lion. Rambutnya di ikat layaknya seorang perempuan dan di berikan pakaian. Zhao Lang yang baru saja tersadar dengan perubahan tersebut berdecak kesal.


Tapi disisi lain Hu Xin yang mencoba menahan tawanya namun tidak bisa kini tertawa dengan lantang.


“La... Lang'er, li... Lihat... Lion sudah semakin cantik sekarang.” Hu Xin tertawa sampai terbahak-bahak.


“Gu~ Ru~” Ucap Zhao Lang dengan nada dingn dan kesal. Hu Xin seketika seperti mengecil dan berhadapan dengan raksasa.


“Ahh... Maafkan guru.” Hu Xin menelan ludanya sendiri.


“Hahah, sepertinya hubungan kalian sangat baik.” Ucap Xue Xia.


“Oh ya. Gadis cantik, siapa orang-orang yang menyerangmu pada waktu itu?” Tanya Zhao Lang kepada Xue Yun'zi.


Mendengar Zhao Lang yang memanggilnya gadis cantik lagi membuatnya langsung memerah. Zhao Lang yang melihat itu bertanya-tanya. “Apa dia sakit?” Pikir Zhao Lang.


“Ja... Jangan me... memanggilku seperti itu... Namaku adalah Xue Yun'zi. Kamu bisa memanggilku Yun'er.”Xue Yun'zi sangat gugup sampai-sampai berkata dengan terbata-bata.


“Oh, maaf. Nona Yun, siapa mereka yang hampir mencelakakan nona?” Tanya Zhao Lang.


“Ja... Jangan memanggilku nona...” Ucap Xue Yun'zi dengan gugup.


Zhao Lang berdecak kesal bahkan dia tidak perduli lagi dengan posisi Xue Yun'zi yang lebih tinggi darinya.


“Baiklah...! Siapa mereka yang mau mencelakakanmu Yun'er~!” Mata Zhao Lang memutih dan berkata pada Xue Yun'zi.


“Dia adalah Xhi Jiang, murid dari ketua Cao Han.” Xue Yun'zi mulai menceritakan bahwa, Xhi Jiang telah menyatakan cintanya kepada Xue Yun'zi. Tapi Xue Yun'zi menolak mentah-mentah penyataan cinta itu. Dan pada akhirnya, Xhi Jiang mencoba untuk melecehkan Xue Yun'zi karena merasa harga dirinya di di rendahkan.


Xhi Jiang adalah murid terkuat dan berbakat ke dua setelah Xue Yun'zi di sekte kristal lotus. Gurunya bernama Cao Han, orang kedua terkuat di sekte kristal lotus.


“Jadi, setelah aku lari ke hutan, mereka terus mengejarku. Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan Zhao Lang pada saat itu, dia menyelamatkanku dari mereka. Dan juga dia yang membunuh pengawal-pengawal Xhi Jiang.” Xue Yun'zi berdecak kagum dengan keberanian Zhao Lang.

__ADS_1


Sementara disisi lain, Wajah Zhao Lang nampak memerah karena malu dengan pujian Xue Yun'zi.


“Berani sekali dia memperlakukan putriku seperti itu! Besok aku akan memberikan pelajaran untuknya!” Xue Xia berdecak kesal dengan kelakuan Xhi Jiang.


“Oh ya. Lang'er, terimakasih telah menyelamatkan putriku.”


“Aku hanya kebetulan saja.” Zhao Lang memberikan hormat.


“Hari sudah larut, sebaiknya kita urus tentang masalah ini besok ketua.” Ucap Hu Xin.


Xue Xia mengangguk pelan, kemudian membawa Zhao Lang dan Hu Xin ke kamar yang sudah di siapkan. Saat sudah sampai di kamar, Hu Xin mengingatkan Zhao Lang agar tidak tidur untuk malam ini dan melanjutkan pelatihannya.


Zhao Lang mengangguk pelan sebelum dibawa Hu Xin ke halaman depan sekte. Tempat yang biasanya digunakan untuk berlatih.


Setelah sampai di halaman sekte, Hu Xin melatih Zhao Lang dengan gerekan-gerakan tapak. Gerakan yang sangat cepat dan sangat murni.


“Lang'er, di sekte ini ada satu makam yang misterius, belum ada satu orang pun yang masuk ke sana dan keluar hidup-hidup. Apa kamu tertarik untuk mencobanya?” Ucap Hu Xin sebelum menghentikan pelatihnya dengan Zhao Lang.


“Apa maksud guru?! Tidak ada seorang pun yang keluar hidup-hidup setelah masuk ke makam itu. Dan guru mau menyuruhku untuk masuk ke sana?” Zhao Lang berdecak kesal dengan Hu Xin.


“Ahh... Tidak-tidak. Guru akan menemanimu, apa kamu tau. Tidak ada yang lebih kuat dari guru.” Hu Xin menyombongkan kekuatannya seakan-akan hidungnya memanjang.


“Baiklah, tapi harus dengan guru.”


Hu Xin mempunyai cincin pusaka yang bernama Cincin Bumi. Cincin bumi memiliki kemampuan untuk menampung barang dan orang atau hewan yang mati. Cincin ini hanya ada beberapa di dunia salah satunya yang Hu Xin pakai.


Hu Xin mengeluarkan sebuah pedang dari cincin itu. Pedang yang memiliki aura yang sangat menekan dan sangat tajam. Zhao Lang tersedak nafasnya sendiri setelah melihat hal tersebut.


“Lang'er, pedang ini bernama Pedang Naga Hitam.”


Zhao Lang yang melihat pedang itu berdecak kagum karena pedangnya memiliki aura yang sangat kuat.


“Guru ini...”


“Guru akan memberikannya kepadamu. Guru yakin, jika kamu menguasai semua ilmu pedang yang guru akan segera palajarkan kepadamu. Guru yakin, kamu akan melampaui guru.”


Hu Xin menyuruh Zhao Lang untuk memegang pedang tersebut. Setelah Zhao Lang memegang pedang itu, Zhao Lang membuka matanya dan menemukan dirinya sedang melayang di tempat yang sangat gelap.


“Apa kau ingin menguasai Pedang Naga Hitam?” Suara yang sangat nyaring terdengar dari telinga Zhao Lang.


“Siapa!” Zhao Lang sangat amat ketakutan mendengar suara tersebut.


“Aku adalah roh dari pedang ini.” Naga hitam kemudian menunjukkan keberadaannya. Zhao Lang yang melihat hal itu tersedak nafasnya sendiri.

__ADS_1


“Guruku yang menyuruhku untuk memakai pedang ini.” Ucap Zhao Lang dengan gugup.


“Xin ya. Hmph! dasar bocah sialan. Baiklah, aku akan mengizinkan kamu untuk menggunakan pedang itu. Sampai jumpa.” Seketika naga hitam itu hilang dari pandangan dan Zhao Lang kembali keluar.


Saat Zhao Lang keluar, Hu Xin sudah menduga Zhao Lang akan ketakutan.


“Lang'er, kamu sudah bertemu dengan cacing kecil itu?” Tanya Hu Xin yang sedang menunggu diluar.


“Apanya yang cacing kecil! Itu naga guru! Naga!” Zhao Lang berdecak kesal.


Hu Xin tertawa kecil sebelum melatih Zhao Lang ilmu pedang.


“Oh ya, Zhao Lang. Ilmu tapak yang kamu pakai adalah Ilmu Tapak Tiga Dewa. Dan ilmu pedang yang pernah kamu pelajari adalah Ilmu Pedang Suci Dewa.”


Zhao Lang tidak menjawabnya dan lebih memikirkan untuk fokus pada geraka-gerakan yang akan Hu Xin gunakan.


Setelah beberapa saat setelah Hu Xin memainkan ilmu pedang dasar dari Ilmu Pedang Suci Dewa, dia kemudian menunjukkan satu jurus kepada Zhao Lang.


“Api Neraka - Pembelah samudra!”


Seketika itu pedang andalan Hu Xin memancarkan api merah yang sangat pekat kemudian menerja tanah yang berada di sana. Tanah itu terbelah menjadi dua bagian dan ledakan besar yang sangat kuat.


Zhao Lang yang melihat itu membeku sejenak karena kaget melihat jurus yang Hu Xin keluarkan. Xue Yun'zi dan Xue Xia telah mengetahui mereka akan pergi melatih disaat malam hari. Mereka mengetahui itu karena Xue Xia telah mengenal jauh Hu Xin itu sebabnya dirinya mengetahuinya.


Walaupun Xue Xia sudah mengenal lama Hu Xin. Dirinya tidak pernah melihat Hu Xin mengeluarkan jurus sekuat itu. Sementara Xue Yun'zi tidak bisa berkata apa-apa.


Dan lagi, Xue Xia menggunakan kekuatannya untuk menutup suara ledakan itu, hingga hanya terdengar oleh mereka saja. Saat setelah Xue Xia mau pergi ke kamarnya, Xue Yun'zi malahan masih melihat mereka berlatih. Xue Xia mengerti dengan apa yang dilakukan oleh anaknya.


“Lagi!” Setiap kali Zhao Lang mencoba jurus itu, dirinya tidak berhasil walaupun dia sudah menggunakan Pedang Naga Hitam. Naga Hitam yang berada di dalam pedang itu berdecak kesal karena, Zhao Lang tidak pernah berhasil.


“Api Neraka - Pembelah Samudra!”


Tidak ada reaksi sedikit pun dari pedang itu. Hu Xin yang merasa latihan malam ini sangat sia-sia. Dirinya memutuskan untuk kembali ke kamar tanpa berkata sedikit pun kepada Zhao Lang.


Zhao Lang yang mengerti dalam keadaan itu mulai putus semangat. Lalu saat dirinya meletakan pedang naga hitam ke tanah, seolah-olah ada suara. “Lang'er, Ibu akan selalu mendukungmu, semangat ya!” Suara Yao Fei terdengar dari telinga Zhao Lang.


***


Hai para pembaca... sambil nunggu Legenda Dewa Kematian di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.


“ Legenda Dewa Phoenix ”


***Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2