
Saat Zhao Lang melihat mereka perasaan Zhao Lang kini mulai buruk, dia memutuskan untuk pergi secepatnya dari desa itu.
Zhao Lang mendengar kabar dari Universitas Z sebelumnya kalau Kelompok Badai Kabut sekarang sudah sangat terkenal karena keganasannya. Mereka membunuh orang tanpa pandang bulu.
Dan juga dikabarkan bahwa, mereka memiliki tiga tetua besar yang sangat kuat. Mereka bernama Wong Wu, Lai Pi, dan Lai Wo yang merupakan adik dari Lai Pi.
Mereka juga memiliki patriak yang namanya belum diketahui karena dia sangat jarang menunjukkan dirinya di depan umum, yang pasti dia sangatlah kuat.
“Lion, kita harus pergi dari sini. Jika tidak, kita akan terkena bahaya.” Ucap Zhao Lang sebelum dengan cepat pergi keluar desa petir.
Pada saat Zhao Lang keluar dari desa petir, ada dua anggota Badai Kabut yang memiliki kekuatan Pendekar Kelas I melihat kearah Zhao Lang dengan penuh curiga. Mereka akhirnya mengikuti Zhao Lang tanpa meminta isin pada pemimpin kelompok yang membawah mereka.
Pada saat Zhao Lang sudah berada di dalam hutan, Zhao Lang menyadari bahwa, ada dua orang Pendekar Kelas I yang mengikutinya. Seketika itu, Zhao Lang tertawa kecil sebelum memberhentikan langkahnya.
“Siapa kau? Dari kelompok mana kau?” Tanya salah satu dari kedua pendekar itu.
Zhao Lang tidak menanggapinya, dia hanya diam tidak bersuara. Kedua pendekar itu mengerutkan dahinya sebelum kembali bertanya.
“Kami dari Kelompok Badai Kabut, kami sedang merekrut orang untuk menjadi pasukan Badai Kabut, apa kau juga mau ikut kami?” Ucap salah satu dari pendekar itu.
Mereka tidak menyadari bahwa, Zhao Lang yang asli sudah pergi jauh dari mereka kedepan. Sementara yang dihadapannya adalah sebuah bayangan petir saja.
Pada saat itu, kedua pendekar itu maju dan mendekati bayangan petir Zhao Lang lebih dekat. Saat mereka menyentuh pundaknya banyangan petir itu, tiba-tiba aliran petir yang cukup untuk membunuh pendekar kelas I dalam sekejap. Aliran petir itu menyetrum kedua pendekar itu dan membuat mereka berteriak dengan keras.
“Aggghhh!!!” Teriak keduanya sebelum jatuh ke tanah karena kehilangan nyawa.
Teriakan mereka itu sangatlah keras, sampai-sampai pasukan Badai Kabut yang berada di desa petir mendengarnya. Mereka langsung bergerak dengan cepat untuk pergi melihat kearah suara teriakan itu berasal.
Pada saat mereka semua sampai di tempat teriakan itu, mereka melihat kedua rekan mereka telah kehilangan nyawa.
“Sialan! Siapa yang berani mencari masalah dengan Badai Kabut?!” Ucap jenderal dari kelompok kecil yang mereka bawah.
“Jendral, apa kita harus memberitau hal ini kepada para tetua dan patriak?” Tanya salah satu dari mereka kepada jenderal.
“Sialan! Ayo, kita akan memberitau Tetua dan Patriak untuk masalah ini.” Ucap jenderal mereka sebelum pergu meninggalkan mayat kedua rekan mereka.
__ADS_1
Disisi lain.
“Untung saja aku sudah mempunyai kekuatan Za Long, kalau tidak kita pasti akan mati di serang oleh pasukan Badai Kabut.” Ucap Zhao Lang.
“Lang'er, kenapa kau sangat takut pada mereka?” Tanya Lion.
“Aku dan gurumu pernah membunuh pasukan mereka. Dan aku sangat yakin bahwa mereka sedang mengincarku karena pasukan yang aku dan guruku bunuh merupakan tiga jenderal bersaudara.” Ucap Zhao Lang.
Lion hanya melihat Zhao Lang sejenak dari dalam pakaiannya Zhao Lang sebelum menunjukkan arah. Lion melihat sebuah air terjun dan pasti ada Gua didalamnya, Zhao Lang langsung melesat dengan cepat ke arah Gua itu.
Pada saat Zhao Lang dan Lion tiba di air terjun itu, Zhao Lang langsung masuk kedalam Gua itu.
“Sisik Naga - Perisai Naga Petir.”
Setelah itu, Zhao Lang seakan membuat sebuah lingkaran bulat kecil dan masuk kedalamnya. Zhao Lang memasang pelindung karena takut kalau ada monster atau hewan buas iblis yang menyerang mereka.
Pada malam itu, mereka akhirnya memutuskan untuk langsung tidur untuk beristirahat.
Keesokan harinya.
Saat hari masih pagi-pagi sekali, Lion yang masih tertidur. Sementara Zhao Lang sudah mandi di air terjun dan mengganti pakaiannya.
Pada saat itu juga, Zhao Lang sudah pergi berburu hewan biasa yang berada dihutan untuk disantap.
Setelah itu, setelah daging yang Zhao Lang bakar mulai memancarkan bau wanginya, tiba-tiba Lion dengan cepatnya dia bangun dan langsung duduk di sampingnya Zhao Lang.
“Dasar, kalau tentang makanan kaulah yang terbaik. Tapi, jika yang lain, kaulah yang terburuk.” Ucap Zhao Lang sambil mengambil daging yang sudah matang dan memberikannya pada Lion dan juga dirinya sendiri.
“Lion, pada saat aku membunuh kedua perampok yang berada didalam desa petir, aku mengambil sebuah peta yang ada pada mereka.” Ucap Zhao Lang sebelum menunjukkan sebuah peta. Peta itu bernama Peta Kekaisaran Han, yang merupakan semua kota, desa dan lain-lain terdapat di peta itu.
Dan lebih menariknya lagi, Zhao Lang dapat melihat dengan jelas jalan menuju ke hutan elf.
“Sepertinya aku akan ke hutan elf tidak akan membutuhkan waktu yang lama lagi.” Ucap Zhao Lang sambil menatap peta yang di letakan di tanah.
__ADS_1
“Jadi, apa kita akan langsung pergi kesana?” Tanya Lion.
“Iya. Tapi, aku rasa kita akan sampai disana hanya dalam beberapa hari atau beberapa minggu saja.” Ucap Zhao Lang sambil mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanannya kembali.
Setelah itu, Zhao Lang memasukan Lion kedalam pakaiannya yang sudah tertutup jubah dan lang pergi memulai perjalanannya kembali.
“Baiklah, aku datang hutan elf.” Ucap Zhao Lang sebelum pergi dengan cepat ke arah yang di tunjukkan peta.
“Lang'er, kami akan menyarankan padamu, jika kau menghadapi masalah, hadapilah dengan kepala yang dingin dan jauhi dulu pertarungan untuk beberapa waktu kedepan.” Ucap Zi Long sambil menceritakan bahwa, kondisi tubuh Zhao Lang akan rusak jika terus menerus mengunakan ilmu-ilmu dari kitab dewa naga.
“Ternyata seperti itu ya. Baiklah, aku akan berusaha untuk selalu menghindari pertarungan sebelum sampai di hutan elf.” Ucap Zhao Lang sebelum memasuki kembali hutan yang begitu lebat sebelum bertemu dengan kereta kuda di tengah jalan.
Kereta kuda itu sedang menuju ke Kota Awan yang berada satu jalan dengan arah Hutan Elf.
Pada akhirnya Zhao Lang menghampiri mereka dan juga, sebelum dia menghampiri mereka, Zhao Lang terlebih dulu menekan kekuatannya agar tidak tertalau mencolok.
Para pasukan yang mengawal dari kereta kuda itu mulai waspada ketika melihat Zhao Lang keluar dari semak-semak.
Pasukan dan kereta kuda itu berada dari Keluarga Kerajaan Liu yang sedang melakukan perjalanan.
“Paman, apa aku boleh menumpang?” Ucap Zhao Lang dengan polos.
Para pasukan itu merasakan kalau Zhao Lang hanyalah pendekar lemah yang memiliki pedang saja. Dipandangan mereka Zhao Lang merupakan orang yang seperti itu.
“Baiklah”Ucap jenderal yang berada disana.
---
***
Para pembaca... Sambil nunggu Legenda Dewa Kematian di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.
“ Legenda Dewa Phoenix ”
Dan juga diminta untuk Like, Komen & Share ya... Di vote yang banyak ya, Biar aku makin semangat nulisnya...😊
__ADS_1
Jika boleh, berikan di vote yang banyak ya biar gak kalah dengan yang lain, biar juga masuk ke pringkat yang bagus. ❤
Terimakasih***