
“Apa?! Se-sekuat itu?!” Zhao Lang kaget setelah mendengar perkataan Za Long. Tapi, setelah itu, Zhao Lang mulai merasa ada yang aneh dengan pepohonan yang berada diluar.
‘’Kalian semua, hati-hati. Berkumpullah di kereta ini.” Ucap Zhao Lang menyuruh jenderal untuk mengumpulkan semua orang ditengah-tengah kertes.
‘Sepertinya ini pembunuh bayaran atau memang orang yang suka membunuh.’ Pikir Zhao Lang sebelum keluar dari kereta.
“Keluarlah! Aku mengetahui kalau kalian sedang mengawasi kam-”Ucapan Zhao Lang terhenti sebelum ada pisau kecil yang terbang kearahnya.
Zhao Lang menghindari serangan itu dengan halus. Setelah itu Zhao Lang langsung memberitau jenderal dan lainnya untuk selalu waspada.
“Mereka ini sangat ahli dalam hal membunuh.” Gumam pelan Zhao Lang sebelum memejamkan matanya.
Zhao Lang mulai merasakan hawa keberadaan mereka, Zhao Lang merasakan bahwa, mereka berjumlah dua orang. Tapi mereka setidaknya setara dengan Pendekar Kelas III.
“Paman, berikan busur dan panah padaku.” Ucap Zhao Lang setelah membuka matanya. Jenderal mengangguk pelan sebelum memberi Zhao Lang sebuah panah.
“Walaupun aku tidak terlalu pandai menggunakan ini, tapi setidaknya mereka akan kehilangan satu nyawa.” Ucap Zhao Lang sebelum memejamkan matanya kembali.
“Arah jam sepuluh 80 derajat kekiri.” Ucap Zhao Lang sambil menembakkan sebuah panah ke arah itu.
Pembunuh yang berada di sana langsung mengelak dari serangan panah itu, tapi dia terkena goresan sedikit ditangannya.
“Arah jam satu pas.” Ucap Zhao Lang sebelum menembakkan kembali panah itu di arah tersebut.
Pembunuh itu kembali terkejut, dia langsung menghindari serangan itu tanpa terkena serangan panah itu sedikit pun. Mereka akhirnya memutuskan untuk keluar dari pepohonan, dan menunjukkan diri mereka.
“Akhirnya keluar juga.” Ucap Zhao Lang sambil meletakkan busur yang dia pegang.
“Kau cukup hebat bocah, aku tidak menyangka kalau kau bisa merasakan keberadaan kami bertiga.” Ucap salah satu dari mereka.
“Bertiga? Sepertinya sebentar lagi akan tinggal dua.” Ucap Zhao Lang sambil menunjuk ke arah tangan salah satu dari mereka yang terkena sedikit serangan Zhao Lang.
Pada saat Zhao Lang masih di gua air terjun, Zu Long mengajari Zhao Lang untuk menggunakan seracun. Zhao Lang di ajari Zu Long untuk membuat racun yang cukup untuk membunuh pendekar kelas III.
“Apa?! Kau sudah menaruh sebuah racun di anak panah itu?!” Ucap pembunuh yang sudah terkena serangan panah Zhao Lang.
__ADS_1
Semua orang terkejut mendengar hal itu. Di posidi lawan maupun teman, mereka semua terkejut dengan apa yang Zhao Lang lakukan.
“Sialan kau bocah!” Ucap seorang yang sudah terkena serangan itu sebelum datang menyerang Zhao Lang.
Zhao Lang tidak mencoba untuk menghindari serangan tapak dari pembunuh yang terkena racun itu. Zhao Lang hanya diam ditempat tidak bergerak.
“Bocah yang sudah ingin mati masih begitu sombong.” Ucap pembunuh yang sudah terkena racun sambil menyerang Zhao Lang.
Tapi, sebelum tapak itu sampai kepada Zhao Lang, pembunuh itu langsung merasakan sakit yang luar biasa. Dia membatalkan serangannya dan langsung memegang tangannya yang sudah sangat sakit.
“Sekarang aku dulu ya.” Ucap Zhao Lang sebelum memotong kepala pembunuh itu dengan Pedang Dewa Naga Petir.
Para pasukan dari Keluarga Liu dan para mantan perampok yang melihat hal tersebut seakan mau muntah.
“Aku akan membunuhmu! Menggunakan cara licik untuk bertarung! Sialan!” Ucap salah satu dari dua pembunuh itu dengan geram.
“Hahah, aku sangat setuju dengan itu. Temanku juga ahli pembuat cara licik, jadi aku mengikutinya saja.” Ucap Zhao Lang sambil tertawa kecil.
“Bocah Sialannn!” Ucap Zu Long dari dalam ruang jiwa.
“Aku hanya menekan kekuatanku dan kau sudah begitu sombong dengan kekuatanmu itu? Sangat menyedihkan.” Ucap Zhao Lang dengab tatapan yang dingin.
“Apa?!” Semua orang terkejut.
“Baiklah, aku akan menyerang duluan paman.” Ucap Zhao Lang kepada jenderal sebelum melesat dengan cepat kedepan. Tapi, sebelum Zhao Lang maju, Zhao Lang sudah memberitau Jenderal bahwa pergi menyerang diam-diam saat Zhao Lang sedang bertarung.
“Pasukan panah, bersiaplah.” Ucap jenderal dengan pelan.
Pada saat Zhao Lang sudah melesat kedepan, kedua pembunuh itu telah bersiap untuk menyerang Zhao Lang. Tapi, pada saat mereka menyerang Zhao Lang, Zhao Lang dengan cepat menghindarinya.
Pada saat Zhao Lang berhasil menghindari, terlihat beberapa anak panah keluar dari belakang Zhao Lang.
“Apa?!” Salah satunya berhasil menghindar. Tapi, yang satunya lagi tidak dapat menghindarinya sampai-sampai beberapa anak panah itu tertancap di tubuh salah satu pembunuh itu.
“Bocah, kau sangat licik!” Satu pembunuh yang tersisa geram dengan cara Zhao Lang.
__ADS_1
“Paman, kamu ini umur berapa? Kenapa kau begitu bodoh?” Ucao Zhao Lang dengan tawa pelan.
“Sialan kaua bocah! Matilah!” Seketika itu, pembunuh yang tersisa itu langsung menyerang Zhao Lang dengan pedangnya.
Zhao Lang menangkisnya dengan muda menggunakan Pedang Dewa Naga Petir dan membuat pedang pembunuh itu hancur berkeping-keping.
Mata semua orang yang berada disana terbuka lebar setelah melihat apa yang dilakukan Zhao Lang.
“Jika aku melawan kalian bertiga sendiri, aku tentu tidak bisa mengalahkan kalian sendiri.” Zhao Lang sambil tersenyum tips. “Jadi, aku ingin bertanya kepadamu. Pada saat kau ingin menyerang kami, kau memikirkan rencana bukan? Itulah yang kami lakukan, memikirkan sesuatu sebelum bertindak.” Ucap Zhao Lang.
“Sialan!” Pembunuh itu langsung melompat kebelakang dan mencari jarak aman dari Zhao Lang.
“Terimalah ini bocah!”
“Tapak Angin - Kadal Angin!”
“Oh, aku akan menambahkannya agar lebih besar ” Ucap Zhao Lang sambil mengangkat pedangnya.
“Api Suci - Pedang Pelahap Bumi!”
Ucap Zhao Lang sebelum muncullah sekobaran api diikuti aliran petir yang berada di Pedang Dewa Naga Petir.
Seketika itu, Zhao Lang langsung memotong tapak tangan besar itu.
“Ap-apa?!”
Setelah itu, Zhao Lang berhasil memotong tapak besar itu sekaligus dengan pembunuh itu. “Kalau paman berpikir, berpikirlah dengan cermat.” Gumam pelan Zhao Lang sebelum pergi ke kereta kuda yang berada tidak terlalu jauh dari Zhao Lang.
“Paman, reaksimu cukup bagus tadi.” Ucap Zhao Lang yang sudah berada di kereta kuda.
“Ah, Te-terimakasih.” Ucap jenderal dengan gugup.
“Apa kita sekarang mencari sebuah penginapan terlebih dahulu?” Ucap Zhao Lang kepada Liu Ging.
“I-iya. Tidak jauh dari sini terdapat sebuah desa kecil. Kita akan bersinggah disana.” Ucap Liu Ging sebelum menyuruh Zhao Lang untuk masuk kekereta.
__ADS_1
Zhao Lang mengangguk pelan sebelum dia masuk kedalam. Setelah itu, mereka akhirnya pergi melanjutkan perjalanan.