Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Sang Penerus Dewa Kematian


__ADS_3

Setelah Zhao Lang masuk ke dalam Universitas Z, pemandangan yang sangat indah menyambutnya. Banyak murid-murid dari berbagai keluarga perpandang dan juga murid-murid hebat lainya barada disana semuanya.


“Pangeran, ayo ikut kakek.” Ucap Chang Hong sebelum menarik Zhao Lang pergi ke ruangan para tetua. Chang Hong telah mengumpulkan semua tetua dari universitas karena, ingin menyampaikan sesuatu.


“Para rekan tetua, aku akan memberitau kalian bahwa ini... Dia adalah cucuku.” Ucap Chang Hong.


‘Pendekar, aku akan membalas kebaikan hatimu kepada anakmu ini.’ Pikir Chang Hong.


“Eh?!”


“Apa?! Tetua besar punya cucu?!” Para tetua lainnya tersedak nafas mereka sendiri. Para tetua Universitas Z berjumblah 70 orang.


Jika seseorang mendapatkan posisi ke 70, itu berarti dia-lah tetua yang terlemah, dan sebeliknya. Chang Hong tidak mendapatkan posisi apapun di antara 70 tersebut karena, dia-lah yang terkuat di universitas.


“Lang'er, perkenalkan namamu.”Ucap Chang Hong sebelum membisikkan sesuatu kepada Zhao Lang dengan cepat.


“Katakan bahwa namamu adalah Yun Lang.”Bisik Chang Hong tanpa ada yang menyadarinya.


“Para tetua, namaku Yun Lang.” Ucap Zhao Lang sambil tersenyum canggung ke arah para tetua.


“Wah! Ketua besar punya cucu! Aku ingin melihat kalau dia mempunyai kekuatan yang hebat seperti ketua.” Para tetua merasa senang karena, mereka sedang mencari pemimpin baru bagi universitas.


“Eh?”Zhao Lang semakin bingung dengan apa yang terjadi sebelum Chang Hong membubarkan para tetua.


Setelah para tetua sedah pergi, Zhao Lang di bawah kembali oleh Chang Hong menuju ke kamarnya yang sudah di siapkan, saat di perjalanan, Zhao Lang dan Chong Hong berbincang sesuatu.


“Kakek, kenapa kau melakukan hal yang seperti itu?”Tanya Zhao Lang.


“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Yang penting, mulai sekarang, panggil aku kakek ya.” Ucap Chong Hong sambil tersenyum cerah ke arah Zhao Lang.


“Akhirnya aku punya kakek!” Ucap Zhao Lang dengan gembira. Chang Hong tidak bertanya lebih jauh. Dia sudah di beritaukan oleh para naga bahwa, jangan menanyai tentang ayahnya karena. Ayahnya Zhao Lang punya sesuatu yang tidak bisa di ceritakan kepada Chang Hong.


“Lang'er, Disinilah kamarmu, dan juga pakaian yang cocok denganmu sudah aku minta pelayan untuk membawanya, kamu tunggu saja.” Ucap Chang Hong.


“Baiklah kakek, selamat malam.” Ucap Zhao Lang sebelum masuk kedalam kamar.


“Selamat malam. Lang'er, kamu senangkan mempunyai seorang kakek... Dan aku... Aku rasa aku-lah yang paling senang dan beruntung di dunia karena bisa menjadikanmu sebegai cucuku.” Gumam pelan Chang Hong sebelum pergi meninggalkan Zhao Lang.


“Wahh! Kamar ini sangat bagus dan besar!” Ucap Zhao Lang yang berdecak kagum dengan kamar yang di berikan oleh Chang Hong.


“Lang'er, bersihkan tubuhmu. Lihat para pelayan yang membawa pakaianmu sudah tiba.”Ucap Zi Long.

__ADS_1


“TOK, TOK.”


“Ah... Baiklah.” Setelah Zhao Lang membuka pintu, para pelayan terpana dengan ketampanan Zhao Lang.


“Tu... Tu-tuan muda... Ini pakaian yang di berikan ketua.” Ucap keduanya.


“Ah... Baiklah, terimakasih.” Ucap Zhao Lang dengan senyuman cerah. Para pelayan itu kembali terpana dengan kemapanan Zhao Lang, sebelum mereka langsung lari dengan cepat.


“Eh? Apa kau takut padaku?”


Setelah itu, Zhao Lang langsung membersihkan tubuhnya dengan bersih sebelum mengganti pakaiannya dengan warna merah.


Zhao Lang.



“Aku mau jalan-jalan sebentar. Lagi pula ini sudah pagi... Tidak aku sangka akan secepat ini waktu berjalan.” Ucap Zhao Lang sebelum mengeluarkan pedang naga hitamnya dan menyarungkannya.


Setelah itu, Zhao Lang langsung pergi ke luar untuk mencari udara segar. Setelah Zhao Lang sudah berada di halaman tengah universitas, Zhao Lang melihat ada seorang gadis cantik yang sedang berlatih tapak disana.


“Hei, para naga. Lihatlah, gerkan tapaknya sangat gampang untuk. dibaca dan lagi... Sangat berantakan.” Gumam pelan Zhao Lang.


“Baiklah... Ternyata masih banyak yang jauh lebih kuat dari pada ilmuku ya... Memang dunia persilatan benar-benar luas.” Gumam pelan Zhao Lang sebelum pergi ketempat lain.


Sewaktu Zhao Lang berjalan di sekitar, dia tersesat dan tidak tau jalan untuk ke tempat buku ilmu dan obat. Pada saat di perjalanan, Zhao Lang memutuskan untuk mencari beberapa ilmu ke tempat buku dan obat. Atau bisa dibilang Perpustakaan ilmu dan obat.


Beberapa saat kemudian, hari masih pagi-pagi gelap. Zhao Lang sudah tidak tau jalan untuk ke perpustakaan, dia memutuskan untuk bertanya kepada beberapa siswa.


pada saat Zhao Lang di jalan, dia bertemu dengan beberapa murid dari universitas.


“Kakak, apa aku boleh bertanya?” Tanya Zhao Lang dengan lembut.


“Wa... Wah! Tampan sekali...”


“Eh?!” Zhao Lang langsung kaget melihat para murid-murid wanita langsung meneriakinya dengan kata “Tampan”


“Ada apa idolaku?” Ucap beberapa murid tersebut.


“Aa... Ak... Aku ingin bertanya, dimana perpustakaan disini?” Tanya Zhao Lang dengan senyuman canggung.


“Perpustakaan ya... Dari sini, terus kamu berjalan saja kedepan setelah itu belok kiri.” Ucap mereka.

__ADS_1


“Oh... Terimakasih.”Ucap Zhao Lang sebelum lari sekencang-kencangnya.


“Ya ampun! Aku belum tau namanya!”


Setelah itu, Zhao Lang mengikuti arah yang di tunjukan oleh para murid perempuan. Pada saat di perjalanan, Zhao Lang menemukan perpustakaan yang sangat amat besar.


“Wah...” Ucap Zhao Lang sebelum masuk kedalam.


“Mana tanda pengenalmu?” Tanya pria tua yang duduk menjaga di depan pintu masuk perpustakaan.


‘Eh? Tanda pengenal? Ah...! Mungkin tanda pengenal yang waktu itu Bibi Wu berikan padaku saat berada do organisasi.’ Pikir Zhao Lang sebelum mengeluarkan sebuah lotin yang dulu pernah diberikan oleh Wu Ji.


Saat setelah kakek tua itu melihat lotin yang Zhao Lang berikan, dia terkejut melihat bahwa, orang yang berada di depannya merupakan pemilik sahap kedua terbesar di organisasi obat.


Kakek tua itu langsung terkejut karena. Dia tau betapa hebatnya organisasi obat membuat obat yang sangat langkah.


“Ehm... Baiklah, kau boleh mencari barang yang kau perlukan di lantai tertinggi, lantai tiga.” Ucap kakek tua tersebut sebelum memberikan kembali lotinnya kepada Zhao Lang.


Zhao Lang mengangguk pelan sebelum pergi naik ke lantai atas perpustakaan.


“Aku harap... Kitab itu di takdirkan untuknya.” Gumam pelan kakek tua tersebut.


Pada saar Zhao Lang sudah berada di atas, tidak ada satupun orang yang berada di sana.


“Hei para naga, aku rasa ada sesuatu yang menarikku.” Ucap Zhao Lang sebelum tertarik ke salah satu kitab yang sudah sangat usang seakan menariknya.


“Hmm... Dewa Kematian? Hei apa kalian rasa bawah, Zhao Lang adalah penerus dewa kematian selanjutnya?” Ucap Zu Long. Sebenarnya, para naga telah mengetahui banyak hal dengan para dewa. jadi mereka mengetahui banyak tentang dewa kematian.


“Benar, aku rasa begitu. Aku akan mencobanya.”Ucap Zi Long sebelum bertanya kepada Zhao Lang.


“Lang'er, apa kau bisa membaca tulisan yang berada di dalam kitab itu?„ Tanya Zi Long.


“Ya... Didepannya tertulis, DEWA KEMATIAN.” Ucap Zhao Lang sebelum kembali membaca yang tertulis didalam kitab itu.


“AKU ADALAH SANG DEWA TERKUAT DAN DEWA TERKUTUK, (SANG DEWA KEMATIAN) MENYERAHKAN KEKUATANNYA BAGI SIAPAPUN YANG BERHASIL MEMBACA TULISAN INI.” Baca Zhao Lang.


Seketika itu, ada suara yang terdengar dari telinganya Zhao Lang.


“SANG DEWA KEMATIAN, DITAKDIRKAN UNTUK MEMBUNUH, MENYIKSA, MEMBANTAI... TAPI, AKU INGIN MENEBUS DOSAKU... AKU MOHON, AKU SANG DEWA KEMATIAN MEMOHON KEPADAMU ANAK MUDA, TEBUSLAH DOSAKU DAN JADILAH DEWA YANG TERKUAT! DAN BUANG KUTUKAN YANG DI BERIKAN KEPADA AKU, DAN KAU. KAU ADALAH DEWA KEMATIAN DI GENERASI SELANJUTNYA.


JANGAN KECEWAKAN AKU BOCAH.” Ucap seorang yang suaranya seperti keluar dari kitab tersebut.

__ADS_1


__ADS_2