Legenda Dewa Kematian

Legenda Dewa Kematian
Pulau Monster III


__ADS_3

Saat Zhao Lang sedang tertidur. Waktu dia buka matanya, tiba-tiba dia melihat sekitar sudah menjadi gunung-gunung es.


“Apa-apaan?! Apa ini mimpi?” Zhao Lang sangat terkejut melihat apa yang telah terjadi.


Sesaat Zhao Lang masih kebingungan, tiba-tiba dia melihat seekor naga putih bersayap sedang mendekatinya. Naga itu di juluki sebagai Sang Dewa Es.


“Apa kau yang ingin mempelajari kitab naga es?” Tanya naga putih itu. Zhao Lang terkejut tapi, dia tidak terlalu takut karena dia sudah pernah melihat naga hitam yang sama besarnya dengan naga putih ini.


“Maafkan aku jika mengganggu. Tapi, aku harus menguasai Kitab Naga Es ini demi melindungi orang-orang terdekatku!” Zhao Lang yang tiba-tiba teringat kembali dengan ibu angkatnya kini menangis.


Sebenarnya, naga putih itu adalah utusan dari dewa untuk menjadi bagian dari Zhao Lang. Para dewa juga sudah mengetahui tentang Zhao Lang yang memiliki ayah dan ibu yang hebat jadi, mereka memberikan takdir langit untuk Zhao Lang.


Naga putih itu teringat kembali tentang tuannya yang dulu. “Kau dan anakmu ini sangat mirip, bahkan aku tidak bisa membedakannya.” Pikir Naga Putih itu.


“Aku tidak menyetujuimu untuk memiliki aku.” Ucap Naga putih itu. Sebenarnya dia hanya menguji Zhao Lang.


“Walaupun begitu, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan melepaskan kitab ini walaupun kau membunuhku.” Ucap Zhao Lang. Setelah Zhao Lang berkata seperti itu, tiba-tiba naga putih itu tersenyum tipis sebelum menghilang. Zhao Lang juga tersadar dari tidurnya.


“Ternyata hanya mimpi. Tapi, apa yang tadi itu benar?” Pikir Zhao Lang.


Hari sudah pagi, Zhao Lang memutuskan untuk pergi berburu kembali. Saat Zhao Lang di perjalanan untuk berburu di hutan, dia selalu melamun terus menerus.


“Sepertinya si naga bodoh itu sudah memperlihatkan dirinya.” Pikir Zu Long. Zu Long menebak bahwa naga putih yang berada di dalam kitab naga es sudah memperhatikan dirinya pada Zhao Lang.


“Bocah, hari ini kita akan masuk ke hutan tapi ini lebih dalam” Ucap Zu Long. Di dalam hutan, akan ada monster-monster yang lebih mengerikan dibanding dengan yang di ujung hutan.


Sikap Zhao Lang sudah agak berbeda dari yang sebelumnya, dia kini sudah menjadi orang yang dingin dan tidak bodoh lagi. Dia hanya mengangguk pelan tapi, Zu Long tidak menerimanya.


“Bocah! Jika kau tidak bertarung, maka jangan gunakan ekspresi seperti itu!” Zu Long sebenarnya lebih suka sikap aslinya Zhao Lang yang bodoh.

__ADS_1


“Bukannya kau yang mengajarkan aku untuk bersikap seperti ini?” Tanya Zhao Lang dengan santai. Sementara Zu Long semakin kesal.


“Cepat kembalikan sifat bodohmu itu!” Zu Long berteriak keras dari dalam pedang. Sementara Naga putih yang berada di dalam kepalanya Zhao Lang menutup telinganya.


“Ba-Baik!” Zhao Lang seakan mau pingsan setelah mendengar teriakan Zu Long dan kembali dalam sifat bodohnya.


“Huhh... Telingaku seakan mau copot.” Ucap Zhao Lang. Zhao Lang sudah kembali seperti dirinya yang sebelumnya.


“Cepat pergi! Dan cari monster!” Zu Long kembali berteriak. Zhao Lang dan naga putih itu menutup kembali telinga mereka.


Naga putih itu bernama Zi Long. Semua naga legenda memiliki banyak kesamaan seperti nama mereka dan kekuatan mereka yang sangat kuat.


Zhao Lang cepat-cepat pergi untuk mencari monster. Saat Zhao Lang sudah berada semakin dalam di hutan, dia berlari dengan cepat tapi, dia menasuki jebakan monster laba-laba berkepala dua.


“Apa ini...! Waaah!!! Laba-laba!” Zhao Lang sendiri sangat takut dengan namanya serangga-serangga, dia mengalami trauma saat kecil dulu. Waktu itu, Zhao Lang melihat seekor ulat dan ulat itu membuat Zhao Lang jijik bahkan tidak makan selama satu minggu.


“To-Tolongg! Selamatkan aku!” Zhao Lang berseru dengan lantang. Tapi, laba-laba berkepala dua itu sudah semakin dekat dengannya tapi...


“Lang'er, aku adalah naga putih. Gunakan serangan tapak.” Ucap i Long. Zhao Lang tidak mempertanyakan mengapa Zi Long bisa berada di dalam pikirannya tapi dia langsung menuruti perkataan Zi Long.


“Tapak Dewa - Naga Es!” Zhao Lang berseru dengan lantang dan membuat tangannya mengeluarkan naga es yang besar. Jaring laba-laba dia tiba-tiba membeku, saat Zhao Lang menghancurkan jaring yang sudah membeku, dia memilih untuk langsung menyerang Laba-laba itu


Saat tapak naga es Zhao Lang sudah membunuh laba-laba itu, Zu Long menyuruh Zhao Lang untuk memasukinya ke dalam kalung bumi.


“Apa kau gila!” Ucap Zhao Lang.


“Bodoh, dagingnya itu sangat bermanfaat. Dagingnya itu bisa membuat tubuhmu jadi kebal dengan racun nantinya.” Ucap Zu Long.


“Huwek...” Zhao Lang langsung muntah setelah mendengar apa yang Zu Long katakan.

__ADS_1


“Maksud kamu. Kamu ingin meracuni aku benarkan.” Ucap Zhao Lang dengan wajah yang datar.


“Kau mau jadi kuat tidak?! Kalau mau cepatlah! Kalau tidak, letakan aku di sini dan pergilah!” Ucap Zu Long dengan kesal.


Saat Zhao Lang mendengar bahwa Zu Long sedang kesal, dia memanfaatkan itu untuk mengerjai Zu Long.


“Hmph! Aku juga tidak butuh bantuanmu untuk menjadi kuat!” Zhao Lang langsung meletakkan pedang naga hitam itu ke tanah dan langsung pergi perlahan-lahan.


Zu Long langsung terkejut melihat bahwa Zhao Lang serius mau meninggalkannya. Dia langsung berteriak dengan lantang. “Baik! Jangan pernah kembali lagi!”


Setelah beberapa saat Zhao Lang meninggalkannya. Tapi, Zhao Lang sebenarnya sedang bersembunyi di semak-semak tidak jauh dari tempat Zu Long.


“Bocah bodoh! Cepat kembali!” Ucap Zu Long. Zu Long tidak berhenti berteriak dengan lantang. Sementara Zi Long dan Zhao Lang tertawa tipis.


“Oh... Oh... Oh... Bukanya kau ingin aku pergi dan meniggalkanmu?” Ucap Zhao Lang.


Zu Long benar-benar kesal dengan Zhao Lang yang mempermainkannya seperti layaknya seorang anak kecil.


“Kau sudah semakin berani sekarang ya?!” Ucap Zu Long sebelum ada sesuatu yang menyerang mereka dari belakang.


***


Hai para pembaca... Sambil nunggu Legenda Dewa Kematian di update. Saya mau nyaranin buat baca novel.


“ Legenda Dewa Phoenix ”


Dan juga diminta untuk Like, Komen & Share ya... Di vote yang banyak ya, Biar aku makin semangat nulisnya...😊


***Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2