
Dahulu kala, dunia persilatan di gemparkan oleh tiga siluman yang memiliki ilmu dahsyat. Tak ada seorang pun pendekar yang mampu menandingi atau pun melawan mereka.
Mereka adalah Peri putih, peri hitam dan siluman rubah. Namun pada akhirnya mereka takluk karna cinta. Ketiganya menikah dengan laki-laki dari bangsa manusia.
Setelah mempunyai anak, masing-masing ilmu abadi dari mereka menjadi punah, yang akhirnya mengalami kematian. Akan tetapi, setiap anak keturunannya selalu mewarisi ilmu kekuatan alami dari mereka.
Setiap keturunan peri putih mewarisi kekuatan ilmu tak kasat mata, ilmu pikiran, ilmu tanpa akal dan mata abadi
Setiap keturunan peri hitam mewarisi kekuatan ilmu menghilang, ilmu tanpa hati, ilmu perasaan dan mata iblis
Sementara keturunan dari siluman rubah mewarisi kekuatan ilmu angin, ilmu api, ilmu racun dan mata biru.
Kala itu, banyak para pendekar yang mencari tahu cara agar bisa memiliki ilmu dari mereka. Namun tidak ada yang pernah berhasil mengetahuinya.
Sementara, para pendekar terkuat saat itu adalah pendekar yang menguasai jurus tapak angin, tapak api, tapak racun, dan cakar maut
Akan tetapi, di beberapa generasi berikutnya. Keturunan peri hitam, raja mayitsura dengan kerajaannya lembah jahanamnya ingin menguasai dunia. Sehingga mereka menjajah berbagai wilayah untuk memperluas kawasannya, juga mengumpulkan berbagai pemuda untuk di jadikan pasukan nya.
Dengan mengandalkan Dewi seruni yang memiliki ilmu tanpa hati, kerajaan lembah jahanam berhasil menguasai beberapa wilayah.
Sementara dengan mengandalkan ilmu perasaan Dewi Maharani dan mata iblis Dewi Arini, kerajaan lembah jahanam berhasil mengumpulkan banyak pasukan.
Setelah menguasai beberapa wilayah dan memiliki banyak pasukan, kerajaan lembah jahanam menyerang kerajaan bukit alam. Kerajaan bukit alam merupakan keturunan dari siluman rubah dan saat itu di kepalai raja darma pala. Selama beberapa bulan pertempuran akhirnya kerajaan lembah jahanam berhasil menghancurkan kerajaan bukit alam.
Setelah itu, kerajaan lembah jahanam berbalik menyerang kerajaan lembah damai. Kerajaan lembah damai merupakan keturunan dari peri putih yang saat itu di kepalai Darma warma. Kerajaan lembah jahanam dan kerajaan lembah damai melakukan beberapa kali pertempuran. Pertempuran kedua kubu tersebut berakhir setelah raja mayitsura serta kedua putrinya Dewi Maharani dan Dewi Arini mengalami luka parah.
Sedangkan Dewi seruni di beberapa pertempuran telah meninggalkan kerajaan lembah jahanam. Ia terlibat asmara dengan Bima darma keturunan peri putih. Hubungan keduanya di cekam berbagai kalangan, termasuk dari kerajaan mereka masing-masing.
Sejak saat itu kerajaan lembah jahanam tenggelam di mata dunia. Dua tahun kemudian Raja lembah damai dan kakek kerajaan tewas di racuni, tanpa di ketahui pelakunya. Sementara itu, kerajaan bukit alam bangkit kembali dengan berganti nama kerajaan pesona alam.
•°•
Pada malam itu, di desa sejuk terjadi hujan lebat. semua warga terhipnotis dengan dinginnya hujan, hingga mereka terlelap tidur. Di pagi harinya warga di hebohkan hilangnya beberapa a'anak kecil. Orangtua dari anak-anak kecil itu yang hilang itu, histeris menangis dan mengamuk gila.
__ADS_1
Karena kejadian itu, kepala desa membentuk pos ronda di setiap sudut desa. Tiap pos ronda di jaga delapan orang, dan tiap masing-masing empat orang bergantian waktu tidurnya.
di malam hari berikutnya sekitar tengah malam, para penjaga malam di serang beberapa orang bertopeng yang menggunakan pisau beracun, hingga mereka tewas di tempat. Di pagi harinya pun warga kembali heboh, dan hari itu lebih heboh dari yang sebelumnya . Sebab menemukan semua para penjaga pos tewas, juga jumlah anak-anak yang menghilang makin banyak.
Bima darwa dan seruni adalah pasangan suami-istri yang juga tinggal di desa sejuk. Semenjak kejadian itu mereka menjadi tidak tenang, mereka takut jangan sampai anak mereka juga di culik . Anak mereka bernama sangkar, saat itu ia masih berumur lima tahun.
Hingga akhirnya, Bima darma saat itu mengajak istri dan anaknya untuk meninggalkan desa sejuk. Dengan menggunakan kuda, mereka menuju desa bukit tinggi.
Di pertengahan jalan, bima darma merasa seakan-akan mereka di ikuti oleh beberapa orang, namun menoleh kanan kiri tak ada seorang pun yang tampak.
" mungkin kah mereka orang-orang yang berilmu tinggi hingga tak kasat mata " gumam Bima darma.
Bima darma menyuruh istrinya agar tenang jika ada sesuatu yang terjadi, sebab ia merasakan ada yang mengikuti mereka. Tak lama memperingatkan istrinya, sebuah pisau terbang meluncur menyerang mereka. Bima darma sontak meraih istri dan anaknya lalu menghindari serangan itu.
Kemudian enam orang bertopeng muncul menghadang mereka. Seruni pun kaget saat melihat mereka
" Mereka kembali lagi " gumam seruni
" Menjauh kalian dari kami " pungkas Bima darma
Akan tetapi, pemimpin bertopeng itu muncul tiba-tiba, lalu menyerang Bima darma dari belakang menggunakan tombak beracun hingga menembus dadanya.
" Kang mas" teriak seruni
" Cepat bawa lari anakmu " pinta Bima darma kepada seruni.
Namun tetapi, Seruni tidak mau meninggalkan suaminya itu. Sementara sangkar menangis melihat ayah nya terluka
" Ayyaah " panggil sanggar sedih
Lalu kemudian enam orang bertopeng itu masing-masing melempar pisau beracun ketubuh Bima darma, hingga Bima darma makin terluka parah.
Melihat hal itu seruni menjadi lepas kendali, lalu ia mengeluarkan ilmu yang selama ini ia segel dengan racun yang membinasakan.
__ADS_1
" jangan lakukan itu " larang Bima darma.
Sebab Jika seruni menggunakan kan ilmu nya, ia akan mati terserang racun segelnya. Namun seruni saat itu sudah tidak bisa terkendalikan. ia mengunakan ilmu tanpa hatinya, kemudian menyerang tujuh bertopeng itu hingga mereka tak berdaya, lalu enam orang bertopeng mati mengganaskan di tempat. Sementara pemimpin pasukan bertopeng itu terkena luka parah hingga ia tak mampu melawan lagi. setelah itu ia menggunakan senjata rahasia dengan meledak kan bom asap di depan seruni, lalu ia kabur.
Setelah situasi terlihat aman, seruni langsung menghampiri suaminya. Akan tetapi, saat itu Bima darma sudah tidak bernyawa. Sementara itu, sangkar sedang menangisi kematian ayahnya.
Seruni seakan sudah tak mampu lagi menahan racun yang menyerang tubuh nya, hingga cepat memberi pesan dan nasehat terakhir kepada sangkar
" Nak ayah dan ibu selama ini tidak tenang hidup, kami selalu dalam pencarian, kami adalah target pembunuhan. Mungkin ini sudah waktunya agar kami menjadi tenang " ungkap seruni
" Simpan baik-baik kitab ini, ini hasil perpaduan cinta ibu dan ayahmu, jangan biarkan jatuh ke tangan siapapun " lanjut seruni sambil menyodorkan sebuah kitab ukuran kecil kepada sangkar.
Sangkar menerima kitab itu sambil menangisi ibunya yang terluka.
" Satu hal yang harus kamu ketahui nak ! ibu ini adalah seorang penjahat ganas, yang di sadarkan oleh ayahmu. Maka dari itu, jadilah seorang pendekar pembela kebenaran untuk mewujudkan kan keinginan ayahmu, juga untuk menebus dosa-dosa ibu di masa lalu " pesan seruni lanjut.
" Setelah ini, pergilah di bukit tinggi. Lalu cari Ki Marpa depal. Tunjukanlah tanda di tubuhmu itu maka...." seruni tidak sempat melanjutkan kata-katanya, ia telah menghembuskan kan nafas terakhir.
Sangkar makin histeris tangisnya setelah melihat ibunya juga meninggal.
•°•
Sejumlah orang berkuda menjumpai sangkar yang sedang menangisi jasad kedua orang tuanya.
" Bima darma, seruni ! " kaget seorang di antara mereka, lalu pergi menghampiri.
Orang-orang itu ternyata adalah kumpulan dari orang-orang desa sejuk yang juga lari ke bukit tinggi . Maka sebelum mereka melanjutkan perjalanan, mereka mengubur dahulu mayat Bima darma dan seruni. Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya, dan membawa sangkar bersama mereka.
Tiba di gunung bukit, ternyata penduduk di sana sedang di bantai oleh kelompok-kelompok bertopeng. Dengan panik nya kepala desa menyuruh rombongannya putar haluan, akan tetapi mereka telah terlanjur di ketahui oleh kelompok bertopeng itu. Merekapun di basmi tanpa belas kasih.
Dalam keadaan genting tiba-tiba sangkar menjadi seorang pemberani, dengan dasar ilmu Kanuragan yang di ajarkan oleh ayah nya, ia melawan para penjahat bertopeng itu. Dengan jurus itu sangkar bisa mengalahkan satu dua orang penjahat bertopeng itu.
Seseorang yang cukup kuat menghunus pedang kearah sangkar, sangkar sigap menghindari serangan itu. Meskipun tubuhnya tidak terluka akan tetapi baju sangkar menjadi robek.
__ADS_1
Gatot brama, ketua utama pemimpin bertopeng itu, Kaget melihat tanda di tubuh sangkar. Hingga salah seorang bertopeng yang akan menebas kepala sangkar dari belakang, tangkas ia serang dengan pisau terbang. Kemudian ia membunuh seorang bertopeng yang tadinya meghunus pedang ke tubuh sangakar, lalu ia membawa lari sangkar.
Hingga pada saat itu, Gatot brama memelihara sangkar dan melatih nya beberapa ilmu Kanuragan. Ia membawa sangkar dengan berpindah-pindah tempat, sesuai tingkat keamanannya.