Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
episode 24 ( perjalanan mencari Ki marpa depal 2 )


__ADS_3

Pak Warto memberi sebuah tanda pengenal kepada sangkar sebagai pengaman ketika tiba di kota bukit salju, sebab di sana penjagaan begitu ketat serta keadaan sangat rawan. kota Bukit salju tersebut tinggal melewati 4 desa lagi, segera akan di jumpai.


Sangkar dan Brima Yin saat itu melanjutkan perjalanan di pagi buta sekali. sebab pak Warto dan Bu darsih menyuruh mereka pergi secepat itu, agar tidak mendapatkan pemeriksaan di ujung desa.


Sangkar dan Brima yin, kali ini melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan kuda, sehingga rasa lelah tidak begitu terasa.


•°•


Tiba di kota bukit indah, sangkar menunjukan tanda pengenal yang di berikan pak warto kepada penjaga gerbang kota, sehingga mereka di layani dengan baik. Kemudian Sangkar di bawa di sebuah penginapan yang begitu mewah. di sana tersedia wanita-wanita penghibur yang begitu cantik dan anggun.


Ketika melihat sangkar dan brima yin para penghibur penginapan itu sangat tertarik dan berebutan menawarkan diri, akan tetapi keduanya menolak hal itu. kelakuan para wanita penghibur itu, membuat yancin anak bupati kota bukit salju cemburu hati, sebab dia adalah pelanggan di situ. kemudian Akhirnya, ia menyuruh dua orang pengawalnya untuk membunuh sangkar dan Brima yin.


wariningsih, pemimpin para wanita penghibur itu, menyambut sangkar dan Brima Yin dengan begitu bahagia. ia memilihkan langsung kamar untuk mereka, juga bersama seorang pelayanannya langsung mengantar sangkar dan Brima yin di kamar tersebut .


Tiba di kamar, wariningsih menutup mata sangkar, kemudian ia mengatakan


" bibir, hidung, dagu dan pipi ini aku kenal, meskipun menyamar bagaimana . kau sangkar kan, keturunan Bima darma " ujar wariningsih


Sangkar kaget dengan tebakan wariningsih itu, ia sontak mundur dari hadapan wariningsih. sementara Brima yin langsung memasang jurus.


" tenanglah kalian ! saya bukan pengawal istana, dan saya adalah teman baik dari Bima darma " ujar wariningsih mengungkapkan.


" aku memang sempat geram dengan hubungan bima darma dengan Dewi seruni, Namun bukan karna perbedaan status aliran mereka. Akan tetapi, karna aku cemburu sebab saat itu aku jatuh cinta dengan Bima darma. Bersyukur Lambat laun akhirnya aku sadar, bahwa cinta tak bisa di paksakan " lanjut wariningsih bercerita untuk menenangkan suasana.

__ADS_1


akan tetapi, pelayan yang menemani wariningsih itu, membocorkan keberadaan sangkar dan Brima yin. ia memberitahu kepada pemilik penginapan, bahwa dua orang laki-laki yang baru datang itu salah satunya adalah sangkar, anak Bima darma dan Dewi seruni.


Mendengar begitu, pemilik penginapan langsung menghubungi bupati kota bukit salju. kemudian, sang bupati langsung mengirim surat ke istana. setelah itu, sang bupati mengumpulkan para pengawalnya untuk menangkap sangkar.


•°•


Sangkar dan Brima Yin akhirnya merehatkan tubuhnya juga, setelah seharian melakukan perjalanan. akan tetapi, baru saja mereka ketiduran dua orang suruhan yancin tadi, menyusup kedalam kamar mereka, Dua orang itu diam-diam akan membunuh mereka.


Kemudian, Dua orang suruhan yancin itu, hendak menikam tubuh sangkar dan brima Yin. Akan tetapi belum sempat melakukan, tiba-tiba sebuah kipas terbang beracun menyerang mereka sehingga keduanya tewas ditempat. suara pekikkan dua orang terkena kipas terbang itu terdengar oleh sangkar dan Brima yin, hingga akhirnya mereka sadar dari tidurnya.


Sangkar dan brima yin kaget, ketika mereka melihat dua orang dilantai sudah tidak bernyawa, sehingga Sontak mereka was-was dalam melangkah bergerak.


" tenang saja ! mereka hanyalah bandit-bandit kecil yang jahil " pungkas warningsih yang datang dengan membawa makanan untuk mereka.


Ternyata serangan kipas terbang beracun tadi adalah serangan dari wariningsih.


wariningsih kemudian hendak menuju kebawah, dengan niat memanggil para pelayannya. Namun setelah keluar dari kamar, ia melihat dari atas bahwa di lantai bawah ada banyak sekali pengawal dari kabupaten. ia juga melihat para pendekar pilihan berada di situ. Wariningsih sangat heran melihat hal itu,


" tumben mereka datang sekomplotan seperti itu, ada apa ya " gumam wariningdih.


Wariningsih kemudian menyembunyikan diri di balik beton, lalu mengintai . Ketika ia memperhatikan mereka, tiba-tiba muncullah bupati kota bukit salju bersamaan dengan pelayannya yang menemaninya mengantar sangkar dan Brima yin kekamar mereka tadi.


Wariningsih, melihat sang pelayan itu menunjuk arah kamar sangkar dan Brima yin. kemudian para pengawal dan pendekar pilihan itu hendak menuju kelantai atas, menyusul bupati dari belakang. Dengan seperti itu, wariningsih langsung menebak bahwa mereka telah mengetahui keberadaan sangkar dari pelayanannya itu, lalu mereka semua datang untuk menangkapnya.

__ADS_1


Wariningsih kemudian cepat masuk kamar sangkar dan Brima yin


" gawat ! bupati kota telah mengetahui keberadaan kalian, mereka telah menuju kesini untuk menangkap kalian, cepat lari dari sini " ungkap wariningsih kepada sangkar dan Brima yin


lalu wariningsih menuntun sangkar dan Brima yin menuju kamarnya yang tidak jauh dengan kamar mereka. tiba di kamarnya, ia membuka sebuah pintu rahasia lalu membawa sangkar dan Brima yin berlari mengikuti jalan di balik pintu rahasia tersebut.


Kemudian bupati kota dan para pengawal pun tiba di kamar Brima yin dan sangkar. namun tiba disana mereka telah tidak ada, mereka hanya melihat dua mayat yang di bunuh oleh wariningsih tadi.


" keparat ! mereka tahu kedatangan kita. kepung tempat ini, aku yakin mereka pasti masih ada di dalam penginapan ini ". ungkap Bupati kota itu.


Lagi-lagi pelayan itu membocorkan rahasia wariningsih, bahwa di dalam kamar tuannya ada sebuah pintu rahasia. akhirnya sang bupati dan para pengawalnya serta pendekar pilihan kota menuju kamar wariningsih tersebut. Tiba disitu, mereka langsung membuka pintu rahasia itu.


" cepat kalian mengejar di dalam sini, menetap berberapa orang untuk ikut saya menunggu di tempat keluar jalan rahasia ini. " pungkas bupati kota itu menguntruksi


" ayo cepat tunjukan kami di mana tempat keluar jalan rahasia ini " lanjut Bupati kota menyuruh pelayan wariningsih tadi.


Lalu, para pendekar pilihan kota pergi mengejar sangakar di jalur rahasia itu, Sementara raja dan para pengawalnya pergi menunggu di tempat keluar jalan rahasia tersebut.


•°•


Sangkar, Brima yin dan wariningsih beristirahat sejenak di dalam jalan rahasia tersebut, sebab wariningsih kelelahan berjalan cepat. beberapa saat kemudian, wariningsih melihat cahaya obor datang menuju arah mereka. warininingsih kaget, dan langsung memanggil sangkar dan Brima yin agar cepat pergi.


sangkar, Brima yin dan wariningsih pun berjalan dengan cepat menuju tempat keluar jalan rahasia tersebut. Namun ketika berada di luar, serangan dari panah para pengawal bupati kota menyerang.

__ADS_1


" awas " teriak wariningsiih yang merasakan adanya serangan panah.


Sontak sangkar, Brima yin dan juga wariningsih menghindari serangan itu. kemudian wariningsih melemparkan dua kipas terbang beracun miliknya kepada para pemanahan itu, hingga mereka tewas di tempat


__ADS_2