
" Aku adalah keturunan dua kerajaan tersohor di negeri ini. Tetapi entah kenapa ! hanya karena kisah cinta kedua orangtuaku di masa lalu, aku sangat di benci oleh mereka, bahkan mereka sangat ingin membunuh aku " gumam Sangkar dalam sebuah lamunan nya, saat merehatkan tubuh nya di dalam gua.
Kemudian dalam lamunannya, ia merasa dirinya terlalu lemah, sehingga butuh berlatih ilmu Kanuragan untuk membela diri. Semakin lama ia melamun, tiba-tiba ia teringat ucapan ayah nya dan Putri Aurora, bahwa gerakan dasar kuat yang pernah di latih ayahnya akan sangat kuat ketika di gabungkan dengan puncak jurus ilmu Kanuragan tertentu. Maka dari itu, ia langsung mencoba berlatih.
Dalam tiga hari, Sangkar telah menciptakan gerakan jurus baru. Ia menggabungkan puncak jurus tapak maut dengan gerakan dasar kuat yang di ajarkan oleh ayahnya itu.
•°•
Disiang itu, Dewi Maharani sengaja berkeliling di kota baru, untuk menghibur hati nya yang gundah. Ia menutupi tanda merah di lehernya agar tidak ada yang mengenal nya. Sebab kota baru tersebut, selalu mengumumkan ciri-ciri setiap keturunan kerajaan tanah abadi perminggu nya, agar selalu waspada dalam berucap maupun bertindak terhadap mereka.
Dewi Maharani membeli beberapa makan ringan kala itu, tetapi tiba-tiba ia di ganggu oleh empat orang pendekar jahil. Ketika itu, kebetulan Sangkar juga berada di kota tersebut, sehingga ia melihat kejadian itu. Sangkar tidak suka dengan kelakuan para penjahat itu, lalu sontak ia menghajar empat orang pendekar jahil tersebut.
Sangkar menghajar empat pendekar itu dengan jurus barunya, sekali libas empat pendekar itu langsung terkapar.
Sementara itu, Dewi Maharani kaget melihat Sangkar menggunakan jurus tapak maut, di gabungkan dengan gerakan dasar kuat ilmu tanpa akal.
" Aku tidak menyangka ia menggabung kan jurus gerakan tanpa akalnya dengan jurus tapak mautku, apakah dia benar- benar terlahir untuk aku ? " gumam Dewi Maharani saat melihat sangkar menggunakan jurus gabungan nya.
Dalam keadaan tercengang, Dewi maharani tiba-tiba di tarik Sangkar untuk pergi lari dari tempat itu, mumpung empat orang pendekar jahil tersebut masih terkapar. Sangkar saat itu membawa lari Dewi Maharani menuju hutan, agar aman dari para pendekar tadi. Ketika dalam keadaan berlari, Dewi Maharani sangat bahagia tangannya di genggam oleh Sangkar, dan kerap kali selalu menatap wajah dengan senyuman.
Setelah mereka merasa aman dari para pendekar itu, Sangkar menghentikan larinya. Lalu kemudian langsung bersandar di sebuah pohon karena ia ke lelahan. Sementara itu, Dewi Maharani masih tetap berdiri ditempat, karena salah tingkah, akan tetapi diam-diam selalu mencuri pandangan kepada Sangkar.
Tidak lama kemudian, Dewi Maharani merasakan Jendral Yuanki berada di sekitar itu, Dewi maharani pun jadi panik dan takut. Ia takut Jendral Yuanki mengetahui keberadaan Sangkar, lalu akan membunuhnya. Sehingga terpaksa ia menggunakan ilmu perasaan nya , untuk mempengaruhi perasaan Jendral Yuanki, agar pergi dari tempat itu.
Setelah menggunakan ilmu perasaan nya Dewi Maharani mengeluarkan darah dari mulut nya. Sebab ia terluka karena menggunakan kekuatan ilmu alami nya, tanpa melihat wajah sasarannya .
Melihat Dewi Maharani terluka, Sangkar langsung menghampiri nya . Kemudian ia merebahkannya kesebuah pohon, terus mengobati nya.
" Kenapa kamu tiba-tiba terluka seperti ini nona ? " tanya Sangkar
" Ini hanya luka lama yang kembali kambuh " jawab Dewi Maharani berbohong.
Kemudian Sangkar melanjutkan pengobatan nya kepada Dewi Maharani. Ketika Dewi Maharani sedang di obati Sangkar, ia selalu menatapnya dengan serius. Dewi Maharani tertegun dengan kepedulian Sangkar terhadap nya.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah mempunyai seorang Wanita atau Istri? " tanya Dewi Maharani kepada Sangkar
" Aku belum punya siapa-siapa " jawab Sangkar singkat.
Mendengar jawaban Sangkar itu, Dewi Maharani sangat bahagia.
" Oh iya, nama aku Sangkar " ujar Sangkar memperkenal kan diri
" Aku Serena " ujar Dewi Maharani berbohong
Hari demi hari Sangkar dan Dewi Maharani selalu jalan bersama, sehingga benih-benih cinta tumbuh diantara keduanya. Dewi Maharani telah lupa dengan tugas yang di berikan oleh ayahnya untuk membunuh Sangkar, ia juga telah lupa bahwa Sangkar adalah keponakan nya sendiri.
•°•
Dewi Arini terlihat bertapa dalam sebuah gua, untuk menyempurnakan mata iblis nya. Dan hari itu mata iblis nya telah sempurna.
Mata iblis adalah kekuatan ilmu dari keturunan peri hitam yang bisa menghipnotis juga bisa melihat masa lalu. Dan apabila sudah sampai ketahap sempurna, mata iblis tidak bisa di pengaruhi oleh ilmu pikiran serta bisa mengeluarkan sihir api dari matanya.
" Akhir-akhir ini tuan Putri Dewi Maharani tidak pernah menghubungi aku lagi, ia juga belum pernah pulang di kerajaan selama pergi nya kala itu " jawab Gatot Brama
" Tumben " gumam Dewi Arini
" Aku rasa ada sesuatu yang aneh dengan Dewi Maharani, tidak biasa nya ia tidak pulang seperti itu !. Meskipun begitu, kita sudah akan mendengar kericuhan yang ia buat " ungkap Dewi Arini kepada Gatot Brama
°•°
Drama Wadi telah pulih dari luka dalam nya, lalu ia menyarankan kepada Dewi Amora agar kembali ke Istana Pesona Alam. Akan tetapi, Dewi Amora tidak mau lagi Kembali ke istana tersebut.
" Aku tidak mau kembali lagi ke Istana Pesona Alam, aku ingin berkelana bersamamu " ujar Dewi Amora
" Kamu tidak boleh seperti itu, kamu akan menderita jika akan ikut dengan aku " ujar Drama Wadi
" Justru aku akan sangat menderita jika akan kembali lagi ke Istana Pesona Alam, " ujar Dewi Amora
__ADS_1
Karena Dewi Amora bersikeras untuk mengikutinya, terpaksa Drama Wadi mengikutkan keinginan nya tersebut. Sejak saat itu Dewi Amora dan Sangkar jalan berkelana bersama. Makin hari makin bersama, Drama Wadi makin mengerti akan cinta, dan ia sangat mencinta Dewi Amora.
Kemudian itu, mereka berkelana untuk mencari Sangkar. Setiap kota maupun desa mereka datangi, namun tidak pernah ketemu. Setiap orang pun di tanyai, namun tidak seorang pun yang mengetahui nya.
Saat mereka melakukan pencarian tanpa sadar mereka telah sampai pada kawasan hutan pinus, kawasan yang di kenal dengan sarang pencuri. Dan ketika mereka sedang melintasi kawasan hutan tersebut, tiba-tiba di kepung oleh delapan orang pendekar yang tak di kenal.
" Serahkan barang-barang kalian jika ingin masih hidup " ujar salah satu Pendekar dari 8 orang tersebut
" Jangan mimpi kalian " balas Dewi Amora
Perlawanan Dewi Amora tersebut membuat delapan pendekar itu geram, hingga meraka menyerang keduanya, lalu terjadi pertarungan.
Dengan tapak racun nya, Dewi Amora melibas empat pendekar yang menyerang nya dengan mudah. Sementara Drama Wadi, dengan tapak anginnya sangat enteng menghabisi empat pendekar lawan nya.
•°•
" Sangkar, Sangkar " panggil Selir Puspa ketika sedang dalam tidur nya, lalu kemudian sontak sadar dari tidurnya.
Selir Puspa saat itu, bermimpi Sangkar sedang berpesta dengan para iblis. Selir Puspa sangat merasa aneh dengan mimpinya itu, hingga ia menjadi tidak tenang.
" Apa mungkin Sangkar dalam keadaan bahaya ! " gumam Selir Puspa dalam kepanikannya.
Kemudian Selir Puspa pergi menemui Putri Aurora ke ruang perenungan. Sebab saat itu waktunya penjenguk kan bagi keluarga tawanan.
Tiba di ruang perenungan, Selir Puspa menceritakan mimpinya itu kepada Putri Aurora, dan putri Aurora pun merasa aneh dengan mimpi itu.
" ibu ! sebaiknya kirim surat tugas buat Brima Yin untuk mencari tahu tentang keadaan Sangkar " suruh Putri Aurora kepada Selir Puspa.
" Bukannya Brima Yin telah tewas di penyerangan Sangkar yang lalu " ujar Selir Puspa
" Ia masih hidup, ia pernah menemui aku sebelumnya. Dia tidak bisa masuk di kamar ibu, karena penjagaan ketat di malam itu " ungkap Putri Aurora
Selir Puspa pun akhirnya mengirim surat kepada Brima Yin, agar mencari tahu tentang keberadaan Sangkar.
__ADS_1