Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 9 ( Kisruh di kerajaan lembah damai)


__ADS_3

Di atas bukit, Dewi Maharani meratap pilu hidupnya. Semenjak bertemu dengan Sangkar, ia jadi kembali mengingat kesakitan asmara di masa lalunya. Dan sementara itu, Jika ia mengingat Sangkar terkadang emosi, terkadang suka.


" Entah kenapa aku harus terlahir dengan memiliki kekuatan ilmu perasaan ini, sehingga efek nya membuat aku tidak berdaya seperti ini. Semakin kuat ilmu ini, aku semakin peka dengan asmara " gumam Dewi Maharani sambil berlinang air matanya


Kekuatan ilmu perasaan memang dahsyat. jika sudah sampai ketahap sempurna, ia dengan mudahnya bisa mengendalikan serangan lawan atau mudah mengendalikan apapun untuk menyerang lawan sesuai kehendak perasaan hatinya dan juga tidak bisa mati jika hatinya masih bersatu dengan tubuhnya. Akan tetapi makin sempurna kekuatan ilmu perasaan itu, makin rentan perasaan mereka terhadap asmara. Mereka cepat mengambil kesimpulan, bahwa orang yang pedulinya dengan adalah orang yang mencintainya padahal belum tentu.


•°•


Sebelum tiba di Kerajaan, Pangeran Brama Saloka menghentikan sejenak perjalanan nya. ia mewanti-wanti para pendekar yang di utus untuk membunuh Sangkar itu, agar merahasiakan apa yang dilakukan Putri Aurora di saat penyerangan Sangkar. ia juga mengancam, bagi siapa yang berani membocorkannya, maka akan di perlakukan tidak baik olehnya.


Setiba di istana, mereka langsung ke ruang istana raja untuk melaporkan hasil dari tugas mereka.


" Maafkan aku paduka raja, aku gagal membunuh Sangkar " ungkap pangeran Brama Saloka, Begitupun Lima pendekar lainnya mengikuti ucapan Pangeran Brama Saloka.


Akan tetapi, salah satu pendekar yang bernama Mudar brawa pengabdi setia Raja Surya Agung, mengungkapkan semua kejadiannya. Sehingga Raja kaget dan sangat marah mendengar cerita itu.


Raja kaget mendengar cerita bahwa Putri Aurora menggunakan ilmu mata abadi. Sementara konon ceritanya, ilmu mata abadi hanya terwariskan dari keturunan pertama Peri Putih. Dan setelahnya, generasi berikutnya tidak pernah lagi mewarisi ilmu mata abadi itu.


ilmu mata abadi adalah ilmu yang kekuatan dasarnya menangkal hipnotis. Tetapi jika mencapai kesempurnaan, ia bisa mengeluarkan cahaya putih dari matanya, hingga sasarannya silau melihat dan bisa menderita sakit kepala yang parah


Lepas dari itu, Raja sangat marah dengan apa yang di lakukan Putri Aurora, dimana ia menolong Sangkar saat orang-orang istana berusaha membunuhnya.


" Putri Aurora ! tahukah kamu, jika orang istana selain Raja membantu musuh, di anggap penghianat " ungkap raja kepada Putri Aurora


Putri Aurora tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa diam atas perkataan Raja itu .


" Jika hal itu benar, maka Putri Aurora harus di hukum mati " pungkas Ratu Monika marah


" Iya ! Putri Aurora harus menerima hukuman mati " timpal Selir Mayang


" Mohon paduka untuk memberi ampunan kepada Putri Aurora, ini salah Saya karena tidak mendidiki Putri Aurora dengan baik, biarlah aku yang menerima hukuman itu. " tutur selir Puspa memohon.


" Tidak bisa ! yang bersalah tetap bersalah, tidak ada ampunan, dan harus menjalani hukumannya sendiri " tegas Raja Surya Agung


" Mohon Baginda Raja mengampuni hamba " sembah Pangeran Arya Samba kepada Raja Surya Sgung

__ADS_1


" Sesungguhnya, hambalah yang meminta Putri Aurora untuk menolong Sangkar, hamba ingin hambalah yang membunuh Sangkar. Sebab hamba berencana menyerap darahnya untuk memiliki kekuatan ilmu alaminya " ungkap Pangeran Arya Samba berbohong.


" Kaka "


" Putri Aurora ! tidak perlu korbankan dirimu " ujar Pangeran Arya Samba memotong ucapan Putri Aurora.


Selir Puspa kaget dengan ungkapan Pangeran Arya Samba itu, entah dimana ia tahu tentang rahasia penyerapan darah itu. Akan tetapi, ia senang juga karena Putri Aurora akan selamat dari hukuman.


Dan sementara itu, Raja menjadi kesal dengan ucapan Pangeran Arya Samba itu. ia tidak mungkin menghukum berat Pangeran Arya Samba, sebab Selir Mayang mengetahui rahasia pribadi Raja. Akan tetapi, tidak mungkin ia mengambil keputusan secara sepihak, karena peraturan tetap peraturan.


" Baginda Raja!. Pangeran Arya Samba telah mengakui kesalahannya, aka dia harus di kenakan hukuman " ungkap Mentri Hakim


" Bukan hanya Pangeran Arya Samba yang di kenakan hukuman, akan tetapi Putri Aurora juga, sebab mereka telah bersekongkol " ungkap Ratu Monika senang


" Mohon maaf paduka raja! akan tetapi Pangeran Arya Samba dan Putri Aurora juga berniat membunuh Sangkar, hanya saja caranya berbeda, maka dari itu mereka tidak pantas menerima hukuman " pungkas Pangeran Brama Saloka membela


" Brama Saloka ! bukankah kelakuan mereka menghalangi rencana istana " ungkap Ratu Monika kesal kepada Brama Saloka.


" Mohon maaf Baginda Raja. Keduanya memang menghalangi rencana Kerajaan, akan tetapi tujuannya adalah untuk memiliki ilmu tangguh, itu berarti secara otomatis mereka ingin menambah kekuatan Kerajaan. " ungkap kembali Pangeran Brama saloka


Ucapan Pangeran Brama saloka itu cukup masuk akal menurut para Tetinggi Istana, sehingga Pangeran Arya Samba dan Putri Aurora lepas dari hukuman mati. Akan tetapi, Pangeran Arya samba dan Putri Aurora tetap harus di beri sangksi atas kecerobohan mereka. Berdebat dan berdebat Akhirnya pangeran Arya Samba dan Putri Aurora di kenakan hukuman di kurung dalam Ruangan Perenungan selama tiga bulan.


•°•


" Koonyol kamu ! kenapa kamu harus membela Pangeran arya Samba dan Putri Aurora di aula tadi. Bukankah ibu selalu mengatakan kepada kamu, bahwa kita harus menyingkirkan mereka biar tidak menjadi penghalang buatmu untuk menjadi seorang Raja " pungkas Ratu Monika


" Mereka Adik- adik aku, mana mungkin aku akan tega melakukan hal itu " Jawab Pangeran Brama Saloka


" Jangan Bodoh kamu Brama Saloka " bentak Ratu Monika


" Dan seharusnya kamu tahu, bahwa Putri Aurora bukan Adik kamu " ungkap Ratu Monika


" Maksud Bunda Ratu apa ? " tanya Pangeran Brama Saloka


" Dia anak hubungan gelap Selir Puspa dengan pengawal rendahan istana, akan tetapi Ayah mu menyelamatkan status Putri Selir Puspa, hingga ia mengakui bahwa Putri Aurora adalah darah dagingnya " ungkap Ratu Monika menjelaskan.

__ADS_1


pangeran Brama Saloka tercengang atas cerita Ratu Monika itu, lalu suasana sejenak tiba-tia menjadi hening. setelah itu Ratu Monika kembali angkat suara


" Jika kamu tidak menyingkirkan keduanya, terutama Putri Aurora, kamu akan susah menjadi Raja. Sebab aturan kerajaan lembah damai harus benar-benar keturunan Peri Putih yang menjadi Raja ataupun Ratu. Maka yang pantas hanya Putri Aurora " ungkap Ratu Monika memberitahu


" Jika memang begitu, aku sangat bahagia ! " jawab Pangeran Brama Saloka spontan


Jawaban Pangeran Brama Saloka tersebut membuat kesal Ratu Monika, hingga ia tidak bisa lagi berkata apa-apa melainkan pergi dengan emosi.


•°•


Sementara itu, Selir Mayang meminta waktu untuk bertemu dengan Pangeran Arya Samba sebelum di masukkan dalam penjara perenungan. Dan setelah bertemu dengan Pangeran Arya Samba, Selir Mayang langsung menggamparnya.


" Kenapa kamu harus membela Putri Aurora seperti itu !. Bukankah ibu selama ini mengatakan kepadamu, jika ingin menjadi Raja maka singkirkan Putri Aurora dengan Pangeran Brama Saloka, utamanya Putri Aurora " pungkas Selir Mayang marah


" Tapi aku belum mengerti maksud ibu " tanya pangeran pangeran arya samba


" Sejak dahulu aturan kerajaan lembah damai sudah di tetapkan. Bahwa yang menjadi Raja ataupun Ratu, harus darah keturunan dari peri putih, dan saat ini yang pantas hanya Putri Aurora " ungkap Selir Mayang menjelaskan.


" Maka dari itu! kau wajib menyingkirkan Putri Aurora " lanjut Selir Mayang berucap


" Lalu bagaimana dengan Pangeran Brama Saloka " tanya lagi pangeran arya samba.


" Pangeran Brama saloka sangat mudah ibu jatuhkan, sebab ibu tahu rahasia Ratu Monika. Ratu Monika berasal dari kerajaan lembah jahanam, yang sekarang di kenal kerajaan tanah abadi. Sementara kerajaan tanah abadi adalah musuh bebuyutan kerajaan lembah damai sejak dahulu kala. " pungkas Selir Mayang mengungkapkan


•°•


Putri Aurora kini menjalani hukumannya di dalam ruang perenungan, namun hal itu jadikan kesempatan untuk berlatih meningkatkan kemampuan mata abadinya.


Malam itu setelah ia berlatih, seperti biasa ia langsung beristirahat tidur malam. Akan tetapi di pertengahan malam, tiba-tiba ia di serang oleh seorang bertopeng.


Seorang bertopeng masuk menorobos jendela kurungan Putri Aurora, tiba di dalam Ia langsung menyerang Putri Aurora yang terbangun karena merasakan ada sesuatu dengan mata birunya, hingga Putri Aurora tidak gelap melihat dan sakit mata. Akan tetapi tidak lama kemudian, Putri Aurora spontan menggunakan mata abadinya hingga terlepas dari pengaruh mata biru itu, lalu menyerang sang penerobos dengan jurus tangan bayangannya.


Seorang bertopeng itu sigap menghindar, lalu melompat dari jendela, kemudian berlari kencang. Putri Aurora hendak mengejar, akan tetapi seorang bertopeng lagi dengan tangkas menahannya lalu menutup jendela


" Putri jangan mengejar, itu hanya umpan agar Putri keluar dari ruangan, lalu di tuduh kabur. Lalu kemudian Putri akan di vonis hukuman yang berat " ungkap Laki-laki bertopeng itu.

__ADS_1


Kemudian Laki-laki itu membuka topengnya dan ternyata dia adalah Brima Yin, mata-mata setia selir puspa. Ternyata ia masih hidup pasca tubuhnya tertusuk oleh pedang Pangeran Brama Saloka akibat membantu Sangkar.


Ia datang menyampaikan bahwa dia masih hidup dan jika membutuhkan bantuan di luar Istana tinggal kirim surat. Ia tidak bisa masuk ke kamar Selir Puspa karena penjagaan di sana saat itu sangat ketat.


__ADS_2