Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
episode 35 ( gerakan penangkapan sangkar 2 )


__ADS_3

Panca sakta yang terbang membawa pergi sangkar, tiba-tiba di serang oleh putri aurora dari belakang. Putri aurora menendang punggung panca sakta, hingga ia terhempas jatuh terpisah dengan sangkar.


Saat itu putri aurora mengganti pakaiannya dan memakai topeng hingga para pendekar istana tak ada yang mengenalinya.


Kemudian itu, panca sakta sontak membangkitkan diri dari jatuhnya, lalu langsung menyerang putri aurora.


Panca sakta terbang kerarah putri aurora sambil mengarahkan pukulan ke wajah putri aurora berulang-ulang, Putri aurora pun dengan cergas menangkis serangan panca sakta itu dengan tangannya pula, sambil melangkah mundur belakang. kemudian panca sakta mengarahkan pukulan kedada putri aurora, dengan cergas putri aurora menahan dengan kedua tanggan nya pula, keduanya pun terdorong mundur.


Setelah itu, panca sakta melemparkan mata busur ke arah putri aurora, putri aurora pun dengan cergas menghindari serangan itu. Kemudian itu panca sakta meloncat memutarkan badannya, lalu sontak melemparkan tiga mata busur kewajah putri aurora, putri aurora pun tangkas menghindari serangan itu dengan mengayankan tubuhnya


lalu kemudian, panca sakta mengunakan jurus bayangnya dengan membagi diri menjadi tiga, setelah itu dengan cepat menyerang putri aurora. melihat hal itu, putri aurora cergas menggunakan jurus tangan banyangannya, lalu menangkis setiap serangan panca sakta, hingga berakhir dengan impas.


" pantas saja dia kekeh sekali menolong sangkar, ternyata mereka satu darah. akan tetapi siapa dia " gumam panca sakta ketika melihat jurus putri aurora


setelah itu, panca sakta mengeluarkan puncak ilmu apinya, lalu menyerang kembali putri aurora. Sehingga tiba-tiba api bersemburan di sekeliling putri aurora, lalu kemudian semburan api besar mengatapinya, putri aurora pun menderita kepanasan di dalamnya.


" jika aku menggunakan ilmu elang untuk keluar dari api ini, orang-orang istana akan mengetahuiku sebab otomatis topengku akan terbuka " gumam putri aurora


Sementara itu dewi amora, praji datra dan drama wadi yang telah menaklukan lawannya tercenggang melihat lalapan api yang sangat ganas itu


" semburan apinya lebih ganas dari semburan ilmu api keturunan siluman rubah lainnya " gumam dewi amora


" siapapun yang ada di dalam lalapan api itu, pasti akan tersisa abu. semburan apinya sangat dahsyat " gulam drama wadi


" inikah yang di namakan puncak ilmu api siluman rubah " gumam praju datra.


Semakin lama ilmu api panca sakta itu, semakin akan membakar tubuh putri aurora, sehingga dengan terpaksa putri aurora menggunakan jurus elang hembusan apinya, lalu terbang melewati serangan ilmu api panca sakta itu.


sesudah itu, dari atas lalapan api terlihatlah putri aurora sedang melayang berdiri


" putri aurora " ujar yadri patra dan rada patawa yang sedang terbaring luka bakar bersamaan


" putri aurora " ujar dewi amora dan drama wadi bersamaan pula


mendengar ucapan dewi amora dan drama wadi itu praji datra kaget, ternyata wanita hebat itu adalah putri aurora, anaknya.

__ADS_1


" putri aurora anak ku, kau telah tumbuh dewasa, hebat dan pemberani " gumam praji datra terharu.


" akan tetapi siapakah yang mengajari mu jurus elang itu " lanjut praji datra bergumam


•°•


" berani-beraninya kau menolong buronan kerajaan putri aurora, tindakan mu itu akan menjadikan status mu sebagi penghianat kerajaan " pungkas panca sakta


" dari awal aku tidak setuju jika sangkar di jadikan buronan, dia keturunaan dari kerajaan lembah damai, dia berhak menjadi raja " jawab putri aurora tegas


" biadab kamu putri aurora " ujar panca sakta


lalu menyerang putra aurora dengan ilmu racunnya, semburan racun pun mengeliligi putri aurora. Akan tetapi dewi amora sigap datang menyerap racun itu hingga semua masuk kedalam tubuhnya.


" dewi amora apa yang kau lakukan " ucap putri aurora panik


" tenanglah putri, aku sudah berapa kali menyerap racun dan tidak pernah ada efek. itu mungkin karena aku mempunyai jurus tapak racun " jawab dewi amora


" tidak mungkin, jurus tapak racun hanyalah jurus yang mengeluarkan racun, bukan yang menguasai racun. mungkinkah kau keturunan siluman rubah dan mempunyai kekuatan alami ilmu racun, akan tetapi kau tidak menyadarinya " gumam putri aurora.


" wanita ini mempunyai kekuatan alami ilmu racun, siapakah wanita ini, siapa orang tuanya " gumam panca sakta.


Selepas itu, praji datra angkat suara


" sebaiknya kita cepat bawa pergi sangkar dari sini " ucap praji datra menyarankan


lalu kemudian drama wadi bergegas mengambil sangkar, namun belum sempat mengambilnya dewi maharani tiba-tiba memukul tubuhnya dari samping sehingga ia terlempar jauh.


" drama wadi " ucap dewi amora , lalu sontak menghampiri drma wadi yang terlempar itu.


" Siapa kau " ucap praji datra dan putri aurora bersamaan.


serahkan sangkar kepadaku atau kalian akan mampus hari ini


" sombong kau " ucap putri aurora menyerangnya

__ADS_1


putri aurora sontak mengarahkan pedangnya ke arah dewi maharani, dewi maharani menangkis pedang putri aurora itu dengan cakar iblis perasaan nya, kemudian putri aurora dengan cepat menusuk perut dewi maharani, dewi maharani cergas meloncat memutarkan badannya keatas sambil menendang pedang putri aurora, lantas pedang putri aurora terlemparkan


panca sakta yang melihat jurus dewi maharani itu kaget


" cakar iblis perasaan ! berarti wanita ini dari kerajaan tanah abadi " gumam panca sakta


lalu mundur menghampiri yadri patra, dan rada patawa.


" kita jangan bergerak apa-apa dulu, lawan kita semua berilmu tinggi, wanita yang datang ini keturunan dari darah peri hitam. kita tunggu mereka sibuk pertarungan, lalu kita ambil sangkar diam-diam " ungkap panca sakta.


Kemudian itu, putri aurora dan dewi maharani bertarung sengit. dewi maharani menyerang putri aurora dengan cakar iblisnya, sementara putri aurora menggunakan jurus gabungan tangan bayangannya dengan gerakan dasar ilmu tanpa akal.


dewi maharani melepaskan cakaran perasaanya ke arah tubuh putri aurora, putri aurora sigap menghindarinya, kemudian putri aurora menghampiri dewi maharani, lalu menyerang dewi maharani. dengan cepat putri aurora memukul kedua telapak tangan dewi maharani lantas menghantam dadanya, hingga ia terkena pukulan.


Setelah itu putri aurora cepat menyerang kembali dewi maharani, sontak dewi maharani menghilang lalu muncul kebelakangnya lantas mencakar punggung putri aurora dua kali beturut-turut, putri aurora pun terluka


Kemudian dewi maharani akan mencakar lanjut putri aurora, akan tetapi putri aurora cepat balikkan badannya, lalu menahan telapak kedua tangannya. setelah itu, putri aurora menendang dewi maharani dengan lututnya, cergas dewi maharani menghilang lagi.


setelah dewi maharani itu menghilang putri aurora telah tahu pergerakannya, hingga ia langsung gunakan jurus api elangnya. akhirnya dewi maharani saat menyerang putri aurora ia terluka bakar.


Dewi maharani emosi dengan kelincahan putri aurora tersebut, sehingga menggunakan ilmu perasaannya, lalu menyerang putri aurora.


sesudah itu dewi maharani, mengendalikan perasaan putri aurora untuk diam tanpa bergerak. lalu dewi maharani melepaskan cakar menuju wajah putri aurora.


" wah ilmu perasaan, apakah dia dewi maharani " ucap panca sakta ketika melihat dewi maharani menggunakan ilmu perasaan


" Aku pikir hanya dewi maharani saja yang mempunyai kekuatan ilmu perasaan, ternyata wanita pula ini " gumam dewi amora


" Bahaya ternyata dia adalah dewi Maharani " gumam


meskipun dewi maharani telah berubah tua praji datra tetap ia mengetahuainya


Melihat aksi dewi maharani itu, sangkar yang baru saja membaik perasaannya, sontak meloncat di depan putri aurora, lalu mengarahkan ke kekuatan ilmu alami tanpa akalnya untuk menangkal kekuatan ilmu perasaan dewi maharani tersebut . akhirnya pengaruh ilmu perasaan dewi maharani pun tidak berdaya.


praji datra yang menyaksikan hal itu, sontak mengarahkan pedangnya ke hadapan sangkar, hingga cakar yang di lontarkan dewi maharani tadi tidak mengenai tubuh nya, melainkan mengenai pedang yang di lontarkan praji datra itu.

__ADS_1


" Sangkar " gumam dewi maharani ketika melihat aksi sangkar itu.


__ADS_2