Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
episode 34 ( gerakan penangkapan sangkar )


__ADS_3

" entah kenapa aku tiba-tiba tidak tenang seperti ini, mungkinkah sesuatu akan terjadi ? " gumam praji datra.


praji datra tiba-tiba berfirasat buruk, ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi, tapi entah apa. Setelah itu ia menatap sangkar yang lagi terbaring lemas dengan begitu dalam.


" semoga kegelisahan ini, tidak ada sangkut pautnya dengan kamu " gumam lagi praji datra


Tidak lama kemudian, kereta kuda tiba-tiba berhenti, sehingga praji datra menengok di luar. ketika ia menengok ia pun kaget, sebab beberapa pengawal kerajaan telah menghadang mereka.


ia pun bergegas memapah sangkar untuk berlari lewat belakang. ia rencana akan menobrak papan kereta itu, namun sebelumnya ia mengintip dahulu melalui lubang kecil. ketika itu, ia melihat prajurit istana pun berbaris menghadang mereka dari belakang


" sepertinya kami telah di keroyok " gumam praji datra.


Lalu praji datra gegas meminumkan pil penahan racun dan panas api segel kepada sangkar, lalu ia berpesan kepada sangkar


" jika keadaan tubuh mu sudah sedikit membaik, segera lah berlari pergi dari sini " ujar praji datra


Sangkar menatap praji datra dengan keheranan


" orang-orang istana telah mengepung kita, aku yakin mereka datang untuk menangkap kamu " pungkas praji datra memberitahu


Kemudian praji datra mengambil tindakan, ia meloncat keatas dengan menobrak atap kereta tersebut, lalu melemparkan serangan jarum beracun kepada parajurit istanah yang mengepung mereka. para prajurit istanah pun tewas di tempat, setelah itu ia menyerang para pengawal istana lainnya dengan jurus cakar raja walinya. Satu persatu para pengawal istana tersebut tewas karena luka cakar.


" jurus cakar raja wali " gumam panca sakta, setelah melihat jurus praji datra itu


" mungkin kah dia keturunan dari praji tapa " lanjut panca sakta bergumam

__ADS_1


selepas itu, prajurit istanah pasukan pemanah siap beraksi. kelompok pertama memanah praji datra dari atas pohon, praji datra pun sigap menangkis dan menghindari serangan itu. lalu kelompok dua memanah praji datra dari bawah, praji datra pun tangkas dalam menangkis dan menghindari serangan itu.


lalu kemudian para prajurit pemanah akan menyerang praji datra bersamaan, namun belum sempat memidikkan anak panah mereka ke arah praji datra, serangan pisau runcing menembus leher mereka, sehingga mereka tewas.


Melihat semua prajurit pemanah itu tiba-tiba tewas, rada patawa dan yadri patra kaget. lalu kemudian mereka mengambil ancang-ancang bertarung, begitupun dengan para pendekar lain nya.


selang beberapa menit kemudian muncul lah dewi amora dan drama wadi, terbang melewati posidi para pendekar istana itu, lalu mendarat di samping praji datra


" kami sahabat sangkar, kami kesini untuk melindungi sangkar " ujar drama wadi ketika berada di samping praji datra.


" suka sekali kalian menghalangi rencana kerajaan, apakah kalian sudah bosan hidup " ucap yadri patra emosi


" serang " ujar rada patawa mengintruksi


•°•


Rada patawa dan yadri patra bersama menyerang praji datra. rada patawa melontarkan cambuk iblisnya kerah praji datra, praji datra pun dengan enteng menangkap cambuk itu. kemudian yadri patra datang menyerang praji datra dengan tendangan bayangan nya, praji datra sontak melempar kepala cambuk itu kepada pemiliknya, lalu menahan tendangan itu dengan kedua tangannya. akan tetapi terdorong mundur.


kemudian itu rada patawa meloncat terbang, lalu menghempaskan cambuk iblis nya kembali ke arah praji datra,


praji datra pun terlilitkan cambuk iblis tersebut. setelah itu, yadri patra kembali menyerang praji datra dengan tendangan bayangnnya, sehingga praji datra terhempas menabrak pohon lantas ia terluka.


selepas itu yadri patra dan rada patawa, mengeluarkan jurus puncak tapak api mereka, lalu menyemburkan gumpalan api kepada praji datra secara bersamaan. Melihat hal itu, praji datra sontak menggunakan jurus rajawalinya, lalu meloncat terbang. Kemudian ia menghempaskan sayap apinya ke rada patawa dan praji datra, hingga akhirnya keduanya terluka bakar.


•°•

__ADS_1


Drama wadi di serang oleh iblis kembar, mereka menyerang drma wadi dengan cakar iblis nya.


iblis satu mengarah kan cakaran ke muka drama wadi, drama wadi menggerakan tubuh nya kesamping, kemudian iblis satu mengarah kan kembali cakaran, sigap drama wadi menangkis pergelangan tangan iblis satu tersebut dengan tangan kanan nya, lalu iblis dua datang menyerang pula dengan mengarah kan cakaran pula ke arah drama wadi, drama wadi tangkas pula menangkis telapak tangan iblis dua dengan tangan kirinya. selepas itu, iblis kembar mencakar perut drama wadi bersamaan, lantas memukul dada drama wadi, drama wadi pun ter terhempas luka parah.


Kemudian, iblis kembar terbang menyerang drama wadi dengan mengarahkan cakaran di wajah nya. drama wadi melihat hal itu sontak mengunakan jurus tapak angin nya, terus mengarahkan gumpalan angin ke arah mereka, akhirnya mereka pun termundurkan luka. Sedudah itu drama wadi menggunakan jurus cakar maut nya, lalu dengan cepat menghampiri mereka lantas mencakar wajah dua kali berturut-turut, lanjut memukul dada mereka hingga mereka terhempas tewas.


•°•


Dewi amora di serang oleh pendekar tiga bayangan.


Pendekar bayangan satu meloncat menendang dewi amora dengan ganas, dewi amora pun sigap memutarkan badannya berpindah tempat, lalu pendekar bayangan dua datang memukul kepala dewi amora dari belakang, dewi amora sontak loncat memutarkan badan. kemudian pendekar bayangan tiga terbang memukul dewi amora dengan kedua tangannya, dewi amora pun cergas menahan pukulan itu dengan kedua tangan nya, hingga mereka masing-masing termundurkan.


Kemudian tiga pendekar bayang berkumpul, lalu terbang menyerang dewi amora bersamaan, dewi amora sigap meloncat salto. lalu melemparkan selendangnya kepada tiga pendekar bayangan itu, hingga mereka terlilitka selendang dewi amora


setelah itu, pendekar tiga bayangan sontak megeluarkan pisau tajamnya. lantas pendekar bayangan satu melemparkan ke arah dewi amora, dewi amora sigap meloncat ke atas. lalu pendekar bayangan dua menyusul melemparkan pisau tajamnya ke arah dewi amora, dewi amora sontak memutarkan badannya. terus pendekar bayangan tiga pun juga cergas melemparkan pisau ke arah dewi amora, dewi amoran sontak menarik selendangnya lantas memutar-mutarnya, sehingga serangan pisau tajam pendekar bayang tiga itu tertahan terlilit selendang dewi amora.


melihat ketangkasan dewi amora, tiga pendekar bayangan pun mengeluarkan jurus andalannya. mereka mengeluarkan bayangan masing-masing tiga dari satu orang, lalu terbang mengelilingi dewi amora menyusun dari bawah ke atas sambil berputar-putar cepat. Dewi amora pun saat itu jadi kebingungan, setiap ia melontarkan pukulan kepada para bayangan itu selalu meleset, hingga akhirnya ia ke lelahan.


Setelah dewi Amora kelihatan ke lelahan para bayangan itu menyerangnya. tiga bayangan datang memukul dadanya, lalu ia terdorong mundur. lanjut tiga bayangan dari belakang memukul punggungnya, hingga ia terdorong maju. kemudian tiga bayang terakhir melontarkan tendangan ke badan putri aurora, sehingga ia terlempar menabrak pohon, lantas ia terluka parah.


lalu kemudian, sembilan bayangan itu sontak menyerang kembali dewi amora, namun tetapi dewi amora dengan cergas mengeluarkan mata birunya, lalu menatap tiga raga asli para bayangan itu, hingga para bayangan pun gelap melihat dan sakit mata. setelah itu, dewi amora melemparkan pisau runcingnya kepada tiga raga para bayangan tersebut, sehingga akhirnya mereka pun tewas.


•°•


Sementara itu, sakta panca datang mengambil sangkar, kemudian memapahnya lalu membawanya pergi. sedangkan sangkar saat itu masih dalalm keadaan lemas, pil yang di kasi minumkan praji datra belum bereaksi.

__ADS_1


__ADS_2