Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 15 ( Mimpi buruk Sangkar )


__ADS_3

Di dekat hutan berduri, terdapat kampung kecil yang bernama kampung Seljuk. Di sana rakyatnya hidup sederhana dan penuh agamis. Bersatunya tubuh Sangkar dan Dewi Maharani kemarin, di saksikan oleh Pak Tuir salah satu warga di situ. Saat itu ia sedang mencari kayu bakar, akan tetapi tidak sengaja melihat adegan perbuatan buruk Dewi Maharani dan sangkar itu .


Saat itu, setelah menyaksikan langit begitu bergemuruh, Pak Tuir langsung pulang dan menghadap kepala desa. Dan setelah mendengar ssmua cerita Pak Tuir itu, Kepala Desa pun langsung mengenal kedua nya berdasarkan tanda di leher Dewi Maharani dan tanda di dada Sangkar sesuai cerita Pak Tuir.


Kemudian itu, Kepala Desa kampung Seljuk membuat rencana untuk menyerang Sangkar dan Dewi Maharani. Ia berencana akan menyerang mereka di malam hari, ketika keduanya tertidur lelap. Maka disiang harinya Kepala Desa mengumpulkan beberapa pendekar, lalu kemudian berlatih bersama untuk persiapan memberantas mereka.


Ketika sedang sibuk berlatih, salah satu warga datang melapor bahwa ada seorang pria yang tidak di kenal berkunjung ke desa mereka. Kepala Desa pun langsung memanggil Pak Tuir untuk memastikan, apakah pria yang datang tersebut adalah pria pelaku mesum itu atau bukan.


Pak Tuir memantau laki-laki yang datang itu dari jauh, dan ketika semakin dekat ia langsung mengenali wajah laki-laki itu. Dan benar, bahwa laki-lak itu adalah laki-laki yang bermesum kemarin siang itu. Hingga akhirnya Kepala Desa dan lainnya pun siap-siap menyerang nya.


Sangkar saat itu, menuju kampung Seljuk bertujuan membeli kebutuhan pangan untuk persediaan makanan mereka beberapa hari kedepannya. Namun saat masuk di desa itu, Sangkar pun langsung di Serang oleh para pendekar kampung Seljuk.


Kala itu, dua orang pendekar bersamaan menyerang Sangkar dengan tendangan dari sisi yang berbeda. Namun Sangkar menyadari dan sontak menangkis dengan kedua tangannya. kemudian Satu pendekar lagi menyerang dari belakang, Sangkar mendorong dua orang yang menendangnya itu, lalu salto belakang melewati sang penyerang dari belakang itu. Kemudian memukul tubuh penyerang itu dari belakang hingga terhempas jauh.


" kenapa kalian menyerang aku, aku datang kesini dengan niat baik " Tutur sangkar bertanya


Namun mereka hanya diam dan bersiap menyerang Sangkar.


" Aku kesini untuk membeli kebutuhan makanan saja, tidak ada niat lain " Lanjut Sangkar berucap


" Tidak ada yang baik bagi siapa saja yang berhubungan dengan Dewi Maharani " Ucap Kepala Desa Kampung Seljuk.


" Kampung kami adalah kampung suci, tidak pernah menerima manusia mesum. Apalagi seperti kau, yang berhubungan intim dengan Dewi Maharani, seorang bibi sendiri " ucap Pak Tuir


" Cuih dasar Iblis kalian " ucap salah satu Pendekar


Mendengar ucapan itu Sangkar sangat heran, namun pikirannya cepat ia alihkan, sebab mungkin mereka salah orang. Kemudian ia bergegas menjelaskan, bahwa yang bersamanya itu bukan Dewi Maharani. Akan tetapi saat sangkar akan mulai berbicara, serangan anak panah datang dari arah samping kanan dan kirinya serta juga dari arah muka dan belakangnya. Sehingga ia menghentikan niatnya, lalu langsung melompat dengan memutarkan badan hingga terbang, untuk menghindari serangan itu.


Akan tetapi setelah terhindar dari serangan itu, pemanah dari atas pohon sergap memanah Sangkar bersamaan. Dua anak panah pemanah dari atas pohon pun itu jitu mengenai dada Sangkar, sehingga ia jatuh pingsan ke tanah.


Setelah itu, para pemanah lainnya langsung memanah kembali sangkar, mereka melepaskan panahnya bersamaan. Akan tetapi, anak panah mereka itu, tiba-tiba balik menyerang mereka, hingga mereka terluka tertusuk panah sendiri.


Kepala desa dan para Pendekar lainnya pun sangat kaget melihat hal itu, entah mengapa tiba-tiba anak panah kembali menyerang sang pemiliknya. Namun tidak lama kemudian, muncul lah Dewi Maharani dengan muka yang begitu emosi.


Kepala Desa dan Pendekar lainnya ketika melihat Dewi Maharani spontan mengepungnya. Namun tetapi, Dewi Maharani saat itu sudah kalap mata, ia langsung menggunakan ilmu perasaan nya untuk menyerang mereka.

__ADS_1


Dewi Maharani menggerakkan niat para pemanah itu, agar memanah kepala desa dan pendekar lainnya, Sehingga mereka pun melakukannya.


Setelah itu para pendekar lain nya pun tewas karena terkena anak panah dari para pemanah. Sementara itu, Kepala Desa dapat menghindar lalu melarikan diri, akan tetapi Dewi Maharani melihatnya. Kemudian Dewi maharani menggerakkan anak panah yang sudah tertancap dari salah satu tubuh seorang pendekar, terus ia melontarkan ke arah kepala desa tersebut. Kepala Desa pun tertusuk panah lantas tewas.


Ketika Dewi Maharani masih melakukan aksinya tadi Sangkar tersadarkan, Sehingga ia melihat kekuatan asli Dewi Maharani. ia sangat kaget saat itu, ternyata Serena kekasihnya itu sangat hebat.


" Ternyata dia seorang wanita hebat " gumam Sangkar


Kemudian itu, setelah Dewi Maharani menyerang kepala desa tadi, ia menyerang kembali para pemanah. Ia menggerakkan anak panah yang sudah tertancap di dada para pendekar yang tewas, kemudian menggerakkan kearah mereka dengan cepat. sehingga para pemanah pun akhirnya tewas pula.


Setelah semuanya tewas, Dewi maharani menghampiri sangkar, kemudian ia membawanya kembali ke pondok. Tiba di pondok, ia langsung mengobati luka sangkar dengan ilmu dalam nya, sehingga luka Sangkar itu cepat sembuh.


" Ternyata kau adalah seorang wanita hebat " tegur sangkar kepada Dewi Maharani.


Dewi maharani hanya tunduk diam sambil senyum tipis


Setelah itu, Sangkar mengambil tangan Dewi maharani


" Terima kasih, telah menjadi menyelamatkan aku, aku sangat mencintaimu " ucap Sangkar, kemudian mencium tangan Dewi Maharani tersebut.


°•°


" Tidaakkkkkk "


Teriak sangkar di dalam tidurnya, kemudian ia tersadarkan.


Sangkar saat itu bermimpi ketemu dengan kedua orangtuanya, akan tetapi kedua orangtuanya tidak mau mengenal sangkar. dalam mimpinya, ayah dan ibunya berlari pergi setiap melihat Sangkar.


" Ada apa dengan mimpi itu, kenapa kedua orang tuaku tidak mau mengenal aku, mengapa mereka selalu melarikan aku? " gumam Sangkar.


Sangkar sangat panik dengan mimpinya itu dan ingin segera mengetahui apa artinya. Saat itu Dewi maharani sedang tidak ada, sehingga ia galau sendirian.


<<


Dewi maharani saat itu menuju Kampung Seljuk Untuk mengambil kebutuhan makan. Namun ketika di sana, Dewi maharani tidak mengambil secara baik atau pun membeli. Dewi maharani membuat keonaran dengan mengunakan ilmu perasaannya. Ia mengerakkan seluruh benda berat dan tajam untuk menyerang para warga sekitar, sehingga para wargapun terhamburan berlari. Saat itu warga ada yang selamat ada pula yang tewas di tempat.

__ADS_1


Para pendekar Kampung Seljuk saat itu mencoba melawan, akan tetapi kekuatan ilmu perasaan Dewi Maharani tidak ada yang bisa mengimbangi nya. Sehingga Para pendekar itu pun tewas. Kemudian setelah itu, Kampung Seljuk menjadi kampung kosong, tanpa seorang penghuni


•°•


Sangkar menjadi gelisah terus karena mimpinya itu, ia tidak bisa tidur tidak bisa makan dan tidak bisa melakukan apapun. Ia sangat lemas karena terus mengingat mimpi nya itu. Ia merasa kedua orangtuanya sedang marah kepada nya.


Sangkar yang tidak tahan lagi dengan resah nya, akhir nya pergi mencari Gatot Brama untuk bertanya. Dengan tidak menunggu kedatangan Dewi maharani, ia pun langsung pergi.


<<<


Ketika tiba di pondok Dewi Maharani menjadi heran, entah mengapa Sangkar tidak ada. Ia mencoba mencari sekitaran itu, namun tidak menemukannya. Dewi Maharani mencoba pula memantau Sangkar di atas pohon yang sangat tinggi, akan tetapi ia tidak melihat sosoknya.


Karena hal itu Dewi maharani menjadi panik, sehingga menelusuri jalan dengan merasakan aura tubuh Sangkar. Dan beberapa saat kemudian, Dewi maharani pun menemukan Sangkar.


" Sayang !, kamu mau kemana ? " tanya Dewi maharani yang tiba-tiba berada di belakang Sangkar


" Serena ! " ucap sangkar ketika melihatnya.


Setelah itu Sangkar langsung pergi memeluk Dewi Maharani, ia Dewi Maharani memeluk dengan perasaan tidak tenang. saat itu Dewi Maharani juga merasakan hal itu, Sehingga ia mengajukan pertanyaan kepdanya


" Sayang ! ada apa denganmu, kenapa kamu tidak tenang seperti ini ? " tanya Dewi Maharani.


" Aku bermimpi, mimpi itu buruk sekali " jawab Sangkar


" Ceritakan kepadaku, seperti apa mimpimu itu ? " pungkas Dewi Maharani


Sangkar pun akhirnya menceritakan mimpinya kepada Dewi maharani. Dan setelah dewi Maharani mendengar cerita itu, ia menjadi sangat marah.


" Aku kira kalian tidak akan menyenggol lagi kebahagiaanku setelah kalian dapat hidup bersama, ternyata kalian masih ingin membuatku menderita . " gumam Dewi Maharani.


Dewi Maharani sangat tahu apa arti dari mimpi Sangkar itu, namun tidak akan mungkin memberitahukan kepadanya.


" Itu cuman mimpi biasa kok sayang, aku juga sering bermimpi seperti itu " hibur Dewi Maharani kepada Sangkar sambil mengelus-ngelus nya.


Kemudian setelah itu, Dewi Maharani mengajak Sangkar kembali ke pondok. Dengan jiwa yang tidak tenang, Sangkar pun mengikuti ajakan Dewi Maharani tersebut. Dan ketika tiba di pondok, Dewi Maharani kembali menghibur Sangkar. Ia mengatakan kepada Sangkar, bahwa mimpinya itu hanyalah bunga tidur yang tidak punya arti apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2