
" Kau iblis, kau iblis, kau iblis, kau iblis, kau iblis, kau iblis "
" Argghhhgggg " teriak Sangkar dalam mimpi,
lalu kemudian sadar dari tidur nya.
Untuk kedua kalinya Sangkar kembali bermimpi buruk. Mimpinya kali ini kedua orangtuanya mengatakan, bahwa dirinya adalah seorang iblis. Sangkar di malam itu kembali panik dan galau, ia merasa ada yang salah pada dirinya.
Namun beberapa saat kemudian, dalam keadaan panik Sangkar baru menyadari ternyata tidak ada Dewi Maharani di samping nya. Sehingga galaunya berubah jadi perasaan heran
" Tidak biasanya ia pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada aku " gumam Sangkar.
Lalu kemudian, ia turun mencari Dewi Maharani.
Setelah berjalan beberapa langkah, dari jauh Sangkar melihat ada berapa nyala api obor, sehingga ia pun bergegas pergi memeriksa. Dengan melangkah berhati-hati ia mendekati tempat itu, lalu kemudian ia mengintip di balik pohon besar. Ketika ia memperhatikan sekitar, ia melihat Dewi Maharani sedang berbicara dengan seorang laki-laki tua di kawal empat orang pengawal.
Sangkar sangat penasaran dengan mereka itu, sehingga ia bergegas untuk menghampiri mereka. Namun ketika melangkah, seorang laki-laki bertopeng mencegahnya sambil menutup mulutnya
" Jika kamu ingin masih hidup, hentikan niatmu menemui mereka " ucap Laki-laki bertopeng itu
" Wanita itu kekasihku, jangan sampai ia di lukai oleh lelaki tua itu " ujar Sangkar
" Mereka itu satu golongan, jadi tidak akan mungkin ia melukai wanita itu " ucap Lelaki bertopeng itu
" Sebaiknya kamu diam dan saksikan apa yang mereka lakukan " lanjut Lelaki bertopeng berucap
Akhirnya kemudian Sangkar menuruti apa yang di katakan lelaki bertopeng itu.
Saat itu Dewi Maharani tidak bisa merasakan kehadiran siapapun, sebab tenaga dalamnya ia tekan untuk mengosongkan pikirannya agar tidak bisa di baca oleh Raja Mayitsura. Sebab laki-laki tua yang bersamanya itu adalah Raja Mayitsura.
" Aku tunggu kabar dari mu dua Minggu lagi, jika dua minggu belum menemukan dan membunuhnya, maka kamu tidak boleh keluar istana lagi " pungkas Raja Mayitsura memperingatkan
Mendengar ucapan Raja Mayitsura itu, Sangkar kaget.
" Sebenarnya apa yang sedang mereka rencanakan dan siapa yang akan di bunuh oleh Serena itu " gumam Sangkar penasaran
Setelah beberapa menit kemudian, Raja Mayitsura pun segera pergi. Melihat hal itu, Lelaki bertopeng tadi menarik sangkar agar segera menjauh dari tempat itu, sebab jika dalam keadaan tenang Dewi Maharani bisa merasakan keberadaan mereka.
Selepas mereka berada jauh dari Dewi Maharani, Sangkar bertanya kepada lelaki bertopeng itu
" Sebenarnya siapa kamu " tanya Sangkar
" Jika kamu ingin selamat atau ingin jadi manusia baik-baik, tinggalkan Dewi Maharani " ucap Lelaki bertopeng itu tanpa menjawab pertanyaan Sangkar.
Sangkar kembali heran, lagi-lagi Serena dibilang Dewi Maharani. Hingga kemudian, ia akan mempertanyakan hal itu lebih jelas lagi. Namun baru saja Sangkar menoleh sebentar, lelaki bertopeng itu sudah menghilang. Sangkar pun terkejut
" Sebenarnya siapa lelaki bertopeng itu " gumam Sangkar
Kemudian Sangkar kembali memikirkan perkataan Lelaki bertopeng itu
" Sebenarnya siapa Serena itu dan kenapa banyak yang mengatakan dia adalah Dewi Maharani ! " gumam Sangkar
" Jika dia adalah Dewi Maharani itu berarti adalah bibi aku, Lalu dosa apa yang ku perbuat selama ini dengannya " gumam sangkar panik
" Tetapi tidak mungkin !. Dewi Maharani pasti mengenal dan mengetahui bahwa aku adalah kemenakan nya, jadi sangat tidak mungkin dia akan mau menjalin hubungan dengan aku " lanjut Sangkar bergumam
ketika Sangkar sedang berpikir tiba-tiba Dewi Maharani datang
" Kang mas ! kenapa kamu berada disini " tanya Dewi Maharani
__ADS_1
" Eee ! aku sedang mencari kamu, ternyata kau ada disini " ucap Sangkar terbata-bata
" Aku tidak bisa tidur jadi aku keliling hirup udara sekitar " ujar Dewi Maharani
" Yuk kepondok " Ajak Dewi Maharani
Setelah tiba di pondok, kedua nya pun kembali istirahat tidur. Namun saat itu Sangkar tidak bisa tidur, ia masih penasaran dengan Serena dan memikirkan perjanjiannya dengan lelaki tua tadi.
•°•
Paginya Dewi Maharani bergegas kembali di Istana Abadi, untuk menghadap Raja Mayitsura. Dengan menghilang ia pun akan cepat tiba di sana. Sebab setiap Pendekar Istana Tanah Abadi di bekali ilmu menghilang oleh Raja Mayitsura. Akan tetapi di batasi hanya untuk pergi pulang istana, tidak bisa digunakan dalam menghadapi lawan.
Sangkar saat itu pura-pura tidur, lalu diam-diam mengintip apa yang akan di lakukan Dewi Maharani. Sangkar pun kemudian kaget ketika melihat Dewi Maharani menghilang, ia tidak menyangka Dewi Maharani memiliki ilmu itu.
Selepas pergi nya Dewi maharani, Sangkar bergegas pergi ke Desa bunga. Ia pergi mencari tahu seperti apa ciri-ciri Dewi Maharani itu.
Tiba di desa bunga, Sangkar melihat papan nama seorang peramal, sehingga masuk menemuinya. Peramal itu bernama Peramal Yong Sio. Peramal Yong Sio merupakan Peramal terkenal di Istana Lembah Damai dahulu kala, akan tetapi ia di usir lantaran di fitnah Wakil Istana Lembah Damai di saat itu.
Peramal Yong Sio sangat kaget ketika melihat sangkar datang menemuinya, sebab ia mengenali nya
" Kenapa kau datang begitu lambat, dunia saat ini semakin kejam " ucap Peramal itu.
Sangkar menjadi bingung dengan apa yang di katakan peramal itu.
" Silahkan duduk dan ceritakan apa yang sedang terjadi padamu " ucap Peramal Yong Sio
Sangkar pun bercerita kepadanya.
" Wanita yang bersamamu itu adalah benar Dewi Maharani " pungkas Peramal itu setelah mendengar cerita detail Sangkar.
Kemudian Yong Sio memberikan buku keturunan Peri Hitam, di dalam buku itu jelas di di gambarkan wajah dan di tuliskan ciri-ciri berserta ilmu alami setiap keturunan Peri Hitam.
" Buku ini di miliki setiap Peramal, karena kami selalu menulis dan meramal setiap keturunan siluman, meskipun hasilnya terkadang melenceng " ucap Peramal Yong Sio sambil menyodorkan buku itu
Setelah melihat dan membaca buku itu, Sangkar berdiri berlari pergi tanpa pamit kepada Peramal Yong Sio. Sangkar saat itu sangat stres dan merasa berdosa, ia tidak menyangka selama ini berkencan dengan bibi nya sendiri.
" Hiyaaaaaaaa " teriak sangkar ketika berada di hutan
" Pantas saja selama ini aku bermimpi kedua orangtuaku membeci aku, ternyata semua karna hal ini. " gumam Sangkar sambil memegang kepalanya.
Lalu kemudian ia berjalan tanpa arah dengan jiwa yang stres dan galau
" Aku malu, aku malu menatap orang-orang " gumam lagi sangkar di setiap langkahnya
Namun Ketika dalam keadaan galau, tiba-tiba Dewi Maharani berada di belakangnya
" Rupanya kau sudah tau semuanya " tutur Dewi Maharani.
" Kenapa kau melakukan hal ini kepada " tanya Sangkar emosi
" Aku melakukan nya karena cinta, apa salah jika aku mencintai kamu " jawab Dewi Maharani sambil mendekati Sangkar
" Jangan dekati aku, aku jijik sama kamu " ucap Sangkar
" Silahkan benci aku, yang jelas aku akan selalu mencintaimu " ucap Dewi Maharani sambil menangis
" Aku adalah kemenakan kamu, kau adalah bibi aku" pungkas Sangkar
" Aku tidak peduli siapa kau, kau adalah laki-laki yang sangat peduli dengan aku " ungkap Dewi Maharani.
__ADS_1
" Bukankah kau dan aku saling mencintai, bukankah kita sudah beradu kasih sayang " ujar Dewi Maharani sambil menatap Sangkar di iringi aliran air mata
Sangkar pun terdiam kan mendengar ucapan dan melihat air mata Dewi Maharani itu. Sangkar tidak bisa melihat Dewi Maharani sedih, sebab ia telah terkena efek ilmu perasaan Dewi Maharani.
" Ada apa dengan perasaan ini, kenapa aku tidak bisa melihat ia sedih. Apa aku telah terlanjur mencintainya ! " gumam sangkar sambil menatap Dewi Maharani
" Aku mohon, janganlah engkau pedulikan hubungan darah itu. Aku dan kamu telah menyatu cintanya " ujar Dewi Maharani sambil memeluk Sangkar.
Sangkar saat itu hanya diam saja, dengan tak menentu perasaan hati.
" Sebaiknya kita pergi jauh dari orang-orang banyak, biarlah kita hidup berdua tanpa siapapun " ajak Dewi Maharani.
Lalu kemudian Dewi Maharani membawa pergi Sangkar, sementara sangkar diam tanpa kata mengikut saja kemana Dewi Maharani membawanya.
Dewi Maharani pun pergi menuju hutan larangan, ia berencana akan tinggal di sana bersama Sangkar. Akan tetapi di pertengahan jalan Dewi Laharani di hadang oleh Raja Mayitsura.
" ayah " kaget Dewi Maharani.
" Kenapa kekasih mu tidak di perkenal kan kepada Ayah " tutur Raja Mayitsura lembut
Setelah Raja Mayitsura mengetahui apa yang di lakukan Dewi Maharani selama ini, ia merubah rencananya. Ia berpura-pura meyakin kan Dewi Maharani dan membuat nyaman Sangkar bahwa ia senang dan merestui hubungan mereka.
Sementara Sangkar saat itu kebingungan dengan kedatangan Raja Mayitsura tersebut
" Jika dia adalah ayah Dewi Maharani berarti dia adalah kakek aku " gumam Sangkar yang lagi tidak jelas perasaan dan pikirannya.
Namun tidak lama kemudian, Sangkar sekilas teringat dengan ucapan Dewi Arini bahwa Kerajaan Tanah Abadi sedang memburu nya.
Sementara Dewi Maharani saat itu sangat panik, entah apa yang akan di lakukan ayahnya kepada Sangkar. Namun mau tidak mau ia harus menyerahkan Sangkar kepada ayah nya.
" Aku tunggu kalian di kerajaan " pungkas Raja Mayitsura, lalu ia menghilang.
•°•
Sangkar dan Dewi Maharani pun datang di Kerajaan Tanah Abadi, tiba disana mereka langsung di sambut dengan meriah. Sambutan Raja Mayitsura itu, membuat Dewi Maharani heran.
" Ada apa ini, kenapa ayah menyambut kami dengan meriah " gumam Dewi Maharani
" Ayah ! aku ingin berbicara " ajak Dewi Maharani kepada ayahnya.
Mereka pun berbicara empat mata
" Ayah, maafkan aku! Selama ini aku menyembunyikan Sangkar. " ungkap Dewi Maharani.
" Ayah, aku sangat mencintainya, jika ayah ingin membunuhnya sama saja ayah membunuh aku " lanjut Dewi Maharani berucap
" Genggam terus Sangkar, dia akan ku jadikan tangan kanan ayah nantinya " ungkap Raja Mayitsura.
Mendengar hal itu Dewi Maharani kaget plus senang.
" Apakah ayah merestui hubunganku dengan Sangkar " tanya Dewi Maharani
Raja Mayitsura pun menganggukkan kepalanya
°•°
Inani adalah mata-mata terbaik Dewi Arini, ia mendengar semua perbicangan antara Raja Mayitsura dengan Dewi Maharani. Lalu, kemudian ia pergi melapor kepada Dewi Arini.
Dewi Arini saat ini di kurung oleh ayah nya, karena menyembunyikan tentang Sangkar darinya. Raja Mayitsura mengetahui semuanya itu melalui Gatot Brama. ia membaca pikiran Gatot Brama bahwa sedang ada yang ia sembunyikan, sehingga ia memaksa Gatot Brama untuk memberitahu semua.
__ADS_1
" Tuan putri Dewi Arini, bahaya !. Sangkar telah di bawah ke Istana oleh Dewi Maharani. " ujar Inani melapor.
Mendengar hal itu Dewi Arini langsung kaget dan panik.