Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 22 ( Dewi Maharani Mbalelo)


__ADS_3

Inani menuntun Sangkar dan semuanya menuju sebuah gua yang tersembunyi. Gua itu adalah gua yang di temukan Dewi Arini puluhan tahun lalu, Sehingga hanya Dewi Arini dan pengawalnya lah yang tahu tempat itu.


Tiba di gua tersebut, selir Puspa kaget ada Dewi Arini sehingga cergas akan mengambil awalan untuk menyerangnya, akan tetapi sangkar menahan Selir Puspa tersebut


" jangan ! dialah yang menyelamatkan aku ketika berada di kerajaan tanah abadi " ungkap Sangkar dalam keadaan lemas.


Selir Puspa menghentikan niatnya.


" Kita punya tujuan yang sama ingin menyelamatkan sangkar, apa perlu kita harus saling menyerang ? " pungkas Dewi Arini kepada Selir Puspa


" Seorang Dewi arini, sangat di ragukan untuk berbuat baik " balas Selir Puspa


" kamu lupa ya ! bahwa Sangkar adalah keponakan aku juga " ujar Dewi Arini.


Ucapan Dewi Arini itu, membuat Selir Puspa terdiam kan. Kemudian, menyuruh Brima Yin untuk menyandarkan sangkar di dinding gua tersebut. Setelah itu selir Puspa berpesan kepada Brima Yin agar menjaga dan menolong Sangkar sepenuhnya. Kemudian ia berpamitan, sebab tidak banyak waktu untuk berada di luar istana.


" Sangkar, bibi tidak punya banyak waktu, aku harus kembali ke istana ! " pungkas selir puspa


Sangkar kemudian menganggukkan kepalanya dengan sedikit senyum.


" Bibi pasti akan datang menemui mu lagi " lanjut Selir Puspa berjanji kepada Sangkar.


Kemudian selir puspa menyerahkan pil penahan sakit racun dan api segel kepada Sangkar, lalu ia pergi .


•°•


Selir Puspa mempunyai kekuatan seribu kaki sehingga tidak lama kemudian ia tiba di kerajaan. Tiba di kerajaan tepat waktunya untuk penjemputan putri Aurora keluar dalam ruang perenungan.


" Sepertinya hari ini kamu sedang sibuk, sehingga keringatmu lancar bercucuran seperti itu " Tegur Ratu Monika kepada selir puspa ketika menuju kamarnya


" Sudah puluhan tahun aku tidak menggunakan ilmu kekuatan, sehingga hari ini aku mengolahnya dengan latihan " jawab Selir Puspa


" Apa lagi akhir-akhir ini banyak oknum yang ingin mencelakai, sebaiknya aku tingkat untuk penjagaan diri " Lanjut Selir Puspa berucap lalu pergi.

__ADS_1


Ratu Monika dan Selir Mayang pun merasa tersinggung dengan ucapan Selir Puspa itu. Sebab mereka selalu berusaha mencelakai Selir Puspa dan putri Aurora.


Beberapa jam kemudian, penjemputan Putri Aurora dan Pangeran Arya Samba keluar dari ruang perenungan pun dilaksanakan, ketika itu keduanya terlihat sangat bahagia. Setelah keduanya keluar, mereka masing-masing angsung memeluk ibunya.


Setelah itu Putri Aurora dan pangeran Arya Samba menuju ke ruangan upacara. Kemudian di adakan pengumuman pembebasan Putri Aurora dan pangeran Arya samba.


" Mulai hari ini Putri Aurora dan pangeran Arya Samba di nyatakan bebas dari hukuman, dan kembali memiliki hak-hak sebagaimana seorang Pangeran dan Putri " Umum Raja Surya Agung


•°•


Sehari setelah pembebasannya, Putri Aurora mendapat tugas dari Raja Surya Agung agar memberantas para pembangkang istana yang berada di ujung wilayah Kerajaan Lembah Damai. Tugas yang di berikan oleh Raja itu di sambut bahagia oleh Putri Surya Agung.


Akan tetapi tugas yang di berikan kepada Putri Aurora itu adalah merupakan rencana Raja Surya Agung dan Ratu Monika, agar mempunyai kesempatan memfitnah Putri Aurora atau membunuhnya.


Selir Mayang pun sangat bahagia mendengar peruntah Raja itu kepada Putri Aurora, sebab akan mempunyai kesempatan untuk menyingkirkan Putri Aurora.


<<


" Ibu merasa khawatir denga tugas yang di berikan kepadamu ini nak " ujar selir Puspa kepada Putri Aurora ketika masih bersiap-siap.


" Entahlah, tapi ibu merasa seakan ada konspirasi di balik semua ini. Ibu takut jangan sampai kamu kenapa-kenapa " ucap Selir Puspa


" Ibu tidak usah khawatir ! selama dalam ruangan perenungan aku terus meningkatkan kekuatan mata abadiku dan jurus tangan bayanganku, begitupun dengan jurus elang ku. aku juga menggabungkan puncak jurus tangan bayangan dan gerakan dasar kuat ilmu tanpa akal. Maka aku rasa, aku bisa memusnahkan siapa saja yang menghadang " ungkap Putri Aurora


" Nak ! hati-hati dengan gerakan dasar kuat ilmu tanpa akal, kekuatan gerakan itu tercipta sesuai aliran darah yang memiliki kekuatan alami ilmu tanpa akal. Jika kau gunakan terus menerus, maka akan merusak tenaga dalam mu " ungkap Selir Puspa menasehati.


" Tetapi Bu ! bukankah seluruh keturunan peri putih wajib saling mengetahui gerakan dasar masing-masing sedarahnya ? " pungkas Putri Aurora


" Ia, tapi itu agar saling mengenal saudaranya, bukan untuk di gunakan sebagai jurus andalan " jawab Selir Puspa.


" Tapi aku rasa gerakan dasar kuat ilmu tanpa akal ini unik, serasa ringan aku gunakan " balas Putri Aurora


Selir Puspa menjadi diam dengan pernyataan putri Aurora itu, ia jadi teringat dengan ucapan Bima Darma dahulu kala

__ADS_1


" kakak ! coba perhatikan gerakan dasar kuat dari ilmu tanpa akal aku " ujar Bima darma, lalu mempraktekkannya


" gerakan dasar kuat ini, sengaja aku ciptakan agar bisa di gunakan seluruh aliran darah manusia. Dengan begitu seluruh keturunanku ataupun sedarahku yang tidak memiliki ilmu tanpa akal dapat mempelajari gerakan ilmu ini meskipun sebatas gerakan dasar kuatnya saja " lanjut bima darma mengungkapkan setelah mempraktekkannya


" Ternyata adik Bima Darma selalu penuh persiapan untuk generasi berikutnya " gumam Selir Puspa sambil meneteskan air mata.


•°•


Putri Aurora segera berangkat menjalankan tugasnya, sebelum menjalan kudanya ia melambaikan tangan kepada ibunya sambil senyum.


Kepergian Putri Aurora kali ini membuat Selir Puspa gelisah, ia selalu merasa ada konspirasi di balik semua ini. Kegelisahan Selir Puspa membuat dirinya terpaksa mengirim surat kepada Praji Datra, ayah kandung Putri Aurora.


<<


Seekor burung hinggap di sebuah gubuk sederhana. Pemilik gubuk itu adalah seorang lelaki paruh baya yang gagah perkasa. Laki-laki itu adalah Praji Datra, ayah kandung Putri Aurora.


Kemudian Praji Datra menangkap burung itu lalu menerima surat dari Selir Puspa.


" Putri kita sedang mengembang tugas ke perbatasan kerajaan untuk memberantas para pembangkang, aku harap agar kamu mengawalnya secara diam-diam. Sebenarnya bukan aku meragu karena ia akan melawan para pembangkang, akan tetapi aku merasa tugas yang di berikan itu adalah hanya sebuah konspirasi dari raja Surya Agung. Bersama surat ini aku juga memberi lukisan wajah Putri kita, Aku mohon agar kamu bisa membantunya dari Selir Puspa "


Setelah membaca surat itu, Praji datra sangat bahagia sebab selama ini ia tidak pernah melihat wajah putrinya. Dengan di iringi air mata Praji Datra mengelus-ngelus lukisan wajah Putri Aurora.


•°•


Dewi Maharani malam itu sangat merindu dengan Sangkar. Ia menyanyi sendiri sambil menari sendiri, lalu ia membayangkan sedang menari dengan Sangkar. Setelah capek berhalusinasi Dewi maharani kemudian tiba-tiba berteriak sekeras-kerasnya


" Sangkarrrrr " teriak Dewi maharani


Setelah itu jiwa nya menjadi emosi dan marah lalu kemudian Dewi maharani menghilang datang kesebuah desa.


Tiba di desa itu Dewi Maharani mbalelo, ia menyerang seluruh penduduk dengan kekuatan ilmu perasaannya sehingga para warga ketakutan dan berlari menyelamatkan diri. Akan tetapi Dewi Maharani saat itu tidak melepaskan satupun dari warga, satu-satu ia membunuh mereka.


Kemudian itu, Dewi Maharani menuju lagi desa berikutnya untuk melampiaskan amarahnya. Tiba di sana ia juga menyerang mereka dengan ilmu perasaannya, sehingga semua warga di situ pun tewas.

__ADS_1


Setelah puas memberontak Dewi Maharani kembali ke Istana lalu kemudian menangis meratap pilu. Ia menangis sambil memanggil-memanggil nama Sangkar.


__ADS_2