
Seekor burung tiba-tiba masuk kedalam istanah lembah damai, ia bertujuan membawa sebuah surat untuk raja Surya agung. ketika itu, sang raja sedang melakukan rapat dengan para petinggi istana, sehingga suratnya sedikit di abaikan. Setelah rapat usai barulah sang raja membaca isi suratnya
...*kami telah berhasil menangkap sangkar, dan kami segera pulang menuju istana,...
..._tangan kanan kerajaan, Yadri patra*_...
" hahaha hahaha ! bagus sekali, yadri patra telah berhasil menangkap sangkar " ungkap sang raja di depan para abdinya dengan bahagia
Kabar itu membuat heboh istana, ada yang senang dan ada yang sedih. mereka yang senang adalah orang yang membenci bima darma , dan yang sedih adalah orang yang senang dengan bima darma.
Kemudian, sang raja memanggil tangan kirinya, rada patawa. ia ingin berbicara empat mata di ruang rahasia.
" rada patawa ! sekarang tinggal tugasmu yang belum selesai, sampai saat ini belum ada kabar juga dengan kematian putri Aurora " pungkas raja Surya agung kepada rada patawa.
" maaf Baginda raja ! para pengawal aku telah mengirim surat, bahwa mereka susah untuk meracuni putri Aurora. Sebab pengawal setia putri Aurora, tidak membolehkan sang putri memakan makanan selain dari mereka" jawab rada patawa
" jika begitu, lakukan penyerangan. bayar pendekar di luar istana untuk membunuhnya " ujar sang raja menyuruh rada patawa.
Rada patawan pun mengiyakan suruhan raja tersebut, kemudian ia pergi.
•°•
Dewi Arini bersama 7 pengawalnya, selama ini bersembunyi di hutan berair kawasan kerajaan lembah damai. Dari dulu, hutan itu tidak pernah di huni dan di kunjungi oleh orang-orang banyak . Selama di hutan tersebut dewi arini melakukan tapa untuk menyembuhkan lukanya.
7 pengawal inani sangat bahagia ketika berada dihutan tersebut, karena saat di situ mereka tenang tanpa adanya suasana ketegangan seperti ketika berada di kerajaan .
Saat itu mereka bermain di pinggir sungai dengan bahagia, mereka saling bersiraman air. Namun beberapa saat kemudian, tanpa sengaja inani melihat tubuh manusia tergenang di bawa arus.
" coba lihat ! ada tubuh manusia tergenang terbawa arus " ungkap inani sambil menunjuknya
Kemudian, inani meloncat terbang menghampiri tubuh yang tergenang itu, dan setelah melihat wajahnya, inani sangat kaget. Ternyata tubuh yang tergenang itu adalah Brima yin, pengawal selir Puspa yang di utus menemani sangkar. Inani pun sontak mengambil tubuh Brima yin tersebut, terus membawanya kehadapan Dewi Arini.
" Maaf tuan putri Dewi Arini ! hamba telah mengganggu tapanya, akan tetapi tubuh yang kami temukan ini adalah Brima yin, pengawal selir Puspa yang di utus menjaga sangkar " ujar inani
Dewi Arini kaget dengan laporan inani itu, hingga ia menghentikan tapanya, lalu kemudian langsung menengok tubuh brima yin tersebut
" Coba periksa, apa denyut nadinya masih ada ! " Pungkas Dewi Arini menyuruh
" masih ada tuan " ujar arini setelah memeriksanya
__ADS_1
" lakukanlah pertolongan secepatnya" pungkas Dewi Arini menyuruh kembali .
Inani pun segera melakukan pertolongan, ia menekan-nekan dada Brima yin dengan kuat, agar air yang masuk di dalam tubuhnya keluar. namun sampai kelelahan pun, air yang masuk ke tubuh brima yin tersebut tidak turut keluar. Kemudian, inani menyuruh dua sahabatnya agar menekan dada Brima yin, sementara dia akan meniupkan udara melalui mulutnya. lalu Setelah itu, air yang masuk di tubuh brima yin pun keluar, hingga akhirnya ia sadar.
Kepanikan Dewi Arini tentang sangkar, membuatnya tidak sabar untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. sehinggan meskipun brimayin masih dalam keadaan lemas, dewi arini menyuruh inani memelekkan mata brima yin tersebut, kemudian ia menerobos kejadian lalunya
" Bahaya ! sangkar telah di tangkap oleh yadri Patra, pengawal istana kerajaan damai " ungkap Dewi Arini Kepada 7 pengawalnya.
Setelah itu, Dewi Arini bergegas menulis surat ke kerajaan tanah abadi, dengan menyuruh inani memalsukan tulisan dan cap tangan, seperti tulisan dan cap tangan pengawal pribadi istana tanah abadi yang telah mereka bunuh.
Dewi Arini melakukan hal itu dengan tujuan agar Raja mayitsura hendak pergi merebut sangkar dari tangan yadri patra. Sehingga di antara mereka pun akan terjadi pertarungan, dengan begitu diam-diam ia akan merebut sangkar.
•°•
" ini tidak boleh terjadi !, kita harus segera merebut sangkar dari mereka " ucap raja di hadapan para pengawalnya.
kemudian raja mayitsura mengutus jendral yuanki untuk merebut sangkar dari tangan yadri patra. sebelum jendral yuanki pergi, raja mayitsura mengintruksikan terlebih dahulu kepadanya dan semua abdinya agar hal tersebut jangan terdengar di telinga Dewi maharani, sebab saat ini ia lagi fokus dari tapanya.
Setelah itu, jendral yuankin pun pergi.
Inani yang di suruh dewi arini untuk mencari tahu reaksi dan tindakan raja saat melihat surat itu, langsung bergegas kembali setelah melihat jendral yuanki pergi.
" Baguslah jika jendral yuanki yang pergi, itu berarti akan sedikit mudah untuk kita merebut sangkar " pungkas Dewi Arini
lalu kemudian, Dewi Arini menyuruh dua pengawalnya untuk mencek kondisi Brima yin, apakah sudah pulih atau belum. Akan tetapi setelah di cek kondisinya, brima yin belum pulih total, ia masih lemas belum bisa bergerak bebas.
" jika begitu, biarkan ia beristrahat. kita saja yang pergi merebut sangkar " ujar dewi arini
lalu kemudian, mereka pun pergi.
•°•
Yadri patra dan bersama tiga pendekar bayangan beristirahat di kota indah Sari. ketika tiba di sana mereka di sambut oleh bupati kota tersebut. Sang bupati menyiapakan pasukan khusus untuk megawal keberadaan mereka, ia mengutus 6 pendekar pilihan kota untuk menjaga keamanan.
Warga yang mendengar yadri patra singgah beristrahat di kota dengan membawa sangkar sebagai tawanan, banyak yang datang mengintip dari jauh. kehebohan warga yang berdatangan ingin melihat sangkar tersebut, membuat drama wadi dan Dewi Amora yang kebetulan berada di kota itu penasaran. akhirnya, mereka pun juga ikut melihat.
" Sangkar " gumam drama wadi ketika melihat sangkar.
lalu kemudia ia ancang-ancang hendak menolong sangkar, namun Dewi Amora menahannya, terus menariknya pergi.
__ADS_1
" Jangan gegabah seperti itu, dia sedang di jaga oleh pendekar tertinggi kerajaan istana juga pendekar pilihan kota, mau cari mati kamu" ungkap Dewi Amora kesal
" Lalu bagaimana dengan sangkar, dia akan di bunuh jika telah tiba di istana " ujar drama wadi
" apakah kamu tidak sakit hati dengan perlakuannya kepada kita waktu itu? " ungkap dewi amora bertanya
" Aku yakin, dulu dia terpengaruh dengan fitnaan Dewi maharani " jawab drama wadi.
mendengar ucapan drama wadi itu, dewi amora terdiamkan, sebab ia tahu dari dulu bahwa dewi maharani kejam dan licik. kemudian dewi amora menatap wajah drama wadi, ia melihat betapa paniknya dia, sehingga ia menjadi luluh hati
" menolong sangkar tidak boleh segegabah itu, dia adalah buronan penting kerjaan lembah damai, pasti akan di jaga ketat. maka kita harus susun rencana terlebih dahulu serta melihat keadaan yang tepat " ungkap Dewi Amora sambil menatap drama wadi
Drama wadi pun tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.
•°•
Dewi Amora dan drama wadi mengendap-endap masuk kedalam kediaman bupati kota indah sari. Ketika mereka hendak akan meloncat ke atas atap, mereka melihat pengawal jendral yuanki sedang melintas di atas atap tersebut.
" Bukankah itu pengawal dari istana tanah abadi ! " ucap drama wadi
" Sepertinya mereka juga datang untuk merebut sangkar, sebaiknya kita pantau mereka terlebih dahulu sebelum bertindak " pungkas Dewi Amora.
Kemudian, Dewi Amora dan drama wadi mundur kebelakang dengan berhati-hati. lalu kemudian mereka memantau keadaan samping kanan dan samping kiri sekitaran mereka, hingga tanpa sengaja dewi amora melihat jendral yuankin bersama para pengawalnya. Dewi amora spontan menarik drama wadi, terus bersembunyi di balik tembok
Setelah Beberapa menit kemudian, mereka melihat pengawal yang melintasi atap tadi datang menghadap
" Lapor jendral ! yadri patra benar sedang berada di dalam, mereka mengurung sangkar dalam sel tawanan dengan penjagaan yang begitu ketat, semua yang menjaga adalah pendekar yang berilmu tinggi " ungkap pengawal jendral yuankin.
" jika memang begitu, besok kita hadang mereka di pertengahan jalan, sebab pengawalan pasti berkurang " ujar jendral yuanki
setelah itu, tidak lama kemudian jenderal yuankin mencium aroma tubuh selain dari mereka
" Sepertinya aku mencium aroma selain dari kita " ungkap jenderal yuankin
" Mungkin para penjaga sedang menuju kemari " pungkas salah satu pengawalnya
lalu kemudian dengan cepat mereka meninggalkan kediaman Bupati tersebut.
Sementara itu, drama wadi dan Dewi Amora pun juga pergi, lalu menyusun strategi.
__ADS_1