Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
episode 8 ( Pertemuan sangkar dengan Dewi maharani )


__ADS_3

Dewi Arini mengarahkan seluruh tenaga dalamnya untuk mengobti Sangkar. Ia berharap agar Sangkar cepat pulih


" Tuan putri ! jangan terlalu memaksakan kekuatanmu, itu bisa membahayakan dirimu" pungkas Gatot brama, akan tetapi Dewi Arini tidak menghiraukan larangan Gatot brama itu


Lalu setelah mengobati Sangkar, Dewi Arini merasa sangat kelelahan


" Aku heran ! kenapa dia begitu lemah, apa dia benar-benar anak dari Dewi seruni dan Bima darma ? " pungkas Dewi Arini kepada Gatot brama yang meragu.


" Akan tetapi ! tanda di tubuh nya, persis seperti tanda Dewi seruni juga Bima darma " jawab Gatot brama


" Aku tidak sabar lagi ! Aku ingin dia cepat sadar, biar aku melihat langsung kebenarannya. Jujur saja, aku belum percaya dengan ceritamu jika Dewi seruni telah meninggal " ungkap Dewi arini


Setelah Sangkar siuman, Dewi Arini mendekati Sangkar, Dan tanpa basa-basi langsung menatap mata Sangkar dengan mata iblis nya untuk melihat masa lalu Sangkar. Akan tetapi, karena kekuatan tenaga dalamnya saat itu masih lemah, ia hanya bisa menangkap sedikit kejadian.


" Ternyata Sangkar terkena dampak racun dan api segel dari orangtua nya, sehingga ilmu alami nya tidak berpotensi " ungkap Dewi Arini kepada Gatot brama setelah ia menorobos masa lalu Sangkar.


" Akan tetapi ! saya tidak sanggup lagi melihat gambaran awal kematian Dewi Seruni, aku hanya bisa melihat ia menembuskan nafas terakhir di depan Sangkar juga melihat mayat Bima darma " lanjut ungkapan Dewi Arini.


Sementara itu, Sangkar masih melongo efek dari penerobosan mata iblis Dewi Arini. Lalu kemudian Dewi Arini pergi menekuk pundaknya, hingga ia sadar .


" Siapa kamu " kaget Sangkar melihat Dewi Arini


" Aku Dewi Arini, kakak dari Dewi Seruni ibu kamu " jawab Dewi Arini


" Mustahil ! sebelum meninggal, ibu aku sudah tua, mana mungkin kakaknya akan semuda ini " tutur Sangkar tidak percaya


" Sangkar " sapa Gatot brama


" Eeyang " sahut sangkar setelah melihat Gatot brama, lalu pergi memeluknya.


" Sangkar ! dia benar-benar bibi kamu, dialah Dewi Arini kakak dari ibu kamu " ungkap eyang Gatot brama


" Akan tetapi "


" Setiap keturunan siluman, jika mereka belum menikah atau belum bersentuhan antara laki-laki dan perempuan, maka mereka akan awet muda " ungkap Gatot brama memotong ucapan Sangkar


" Pergilah sebelum orang-orang dari istana tanah abadi datang, dan mengetahui keberadaanmu di sini " Suruh Dewi Arini

__ADS_1


" Memangnya ! ada apa dengan mereka ? " tanya Sangkar.


" Semenjak ibumu meninggalkan kerajaan karena ayahmu, keduanya sudah di tetapkan sebagai buronan kerajaan dan wajib di musnahkan, begitupun dengan keturunannya " ungkap Dewi Arini menjelaskan


Namun sangkar sebelum pergi, ia memohon kepada Dewi Arini untuk berbicara kepada Gatot brama untuk beberapa menit. Dewi Arini pun mengizinkannya.


" Eyang ! selama ini aku bersama Drama wadi, anak eyang. Sekarang dia lagi berada di gua atas bukit, dia ingin sekali bertemu dengan eyang " ungkap Sangkar semangat.


Akan tetapi harapan Sangkar untuk mempertemukan Drama wadi dengan ayahnya sirna. Gatot brama menolak bertemu dengan Drama wadi.


" Jika aku menemuinya, sama saja aku menyesatkannya atau membunuhnya, sebab kerajaan pasti akan tahu. Lalu mereka akan memaksaku untuk membawanya kesana, jika tidak, mereka akan membunuhnya " ungkap Gatot brama.


" Raja Mayitsura saat ini sudah sempurna menguasai ilmu pikiran dari keturunan peri putih, dan sekarang sedang berusaha menguasai ilmu angin dari keturunan siluman rubah . Maka dari itu, tingkatkanlah ilmu Kanuragan kalian agar mampu menumpasnya suatu saat. " lanjut Gatot brama. mengungkapkan.


Gatot brama masih ingin menyampaikan tentang sebab kelemahan ilmu alami Sangkar, akan tetapi Dewi Arini muncul segera. Dewi Arini menyuruh Sangkar agar cepat pergi, sebab rombongan Yuanki Jenderal Kerajaan tanah abadi datang. Sebab jendral Yuanki mampu mencium aroma tubuh manusia dari jauh, jadi ia tahu jika ada aroma tubuh di luar orang-orang kerajaan


•°•


Dewi Amora merawat Drama wadi dengan penuh cinta. Ia tak pernah lelah dalam mengurus segala kebutuhan Drama wadi, dari makanan, minum dan lain sebagainya. Perlakuan Dewi Amora itu, membuat Drama wadi makin senang kepadanya.


Siang itu, Dewi Amora sangat kelelahan mengurus Drama wadi, hingga tiba-tiba ketiduran. Drama wadi yang seketika sadar dari tidur nya, pelan- pelan datang mendekati nya, lalu ia menatap wajahnya. Sambil senyum, Drama wadi memperhatikan wajah Dewi Amora.


" Aku heran dengan Sangkar, bisa-bisanya ia tega meninggalkan sahabatnya dalam keadaan luka " ujar Dewi Amora membuka pembicaraan


" Jangan sembarang berfikir dulu, mungkin suatu hal terjadi kepadanya." balas Drama wadi


" Yang aku khawatirkan sekarang jangan sampai ia kenapa-napa " lanjut Drama wadi


" Kenapa sih ! kamu baik bangat dengan dia ? " tanya Dewi Amora


" Bukankah aku sudah katakan, dia itu sudah ku anggap sebagai saudara sendiri, jadi melukai dia sama saja melukai aku " jawab Drama wadi.


Dewi Amora terdiam dengan ucapan Drama wadi itu. Namun beberapa menit kemudian, ia kembali membuka obrolan dengan tema lain. hingga makin lama mereka makin asik mengobrol, lalu suasana kembali adem.


•°•


Dewi maharani memang sangat suka berjemur di bawa terik matahari pagi, hingga pada pagi itu ia merebahkan tubuhnya di sebuah pantai yang begitu indah, untuk menikmati sinar ultra violet. Dan merupakan suatu kebiasaannya, setiap kali ia berjemuran selalu ketiduran.

__ADS_1


Ketika itu, matahari pagi telah redup berubah menjadi siang, akan tetapi Dewi maharani masih ketiduran. Dan kala itu, Sangkar kebetulan melintasi pantai itu, sehingga tak sengaja melihat Dewi maharani tersebut. Sangkar yang begitu kalem, pelan-pelan menghampiri Dewi maharani untuk memastikan, apakah wanita itu masih bernyawa atau tidak. Setelah ia mengetahuinya sangkar merasa lega.


Namun semakin lama matahari semakin panas, hingga sinarnya begitu menyengat kulit. Sangkar tidak tega dengan Dewi maharani tersebut, sebeb wajah cantiknya akan terbakar matahari. Maka dari itu, Sangkar membuka pakaian luarnya, lalu berdiri sekitaran wajah wanita itu. Kemudian ia menghalangi sinar matahari dengan pakaiannya, agar wajah Dewi maharani tidak terkena sinar matahari .


Tidak lama kemudian, Dewi maharani sadar. ia kaget melihat sangkar, hingga sontak berdiri lalu mencekik leher Sangkar.


" Kamu siapa ? " tanya Dewi maharani


" A'a'a maaf ! saya hanya melindungi wajah kamu dari sinar matahari, aku tidak tega kecantikkannya terbakar matahari " ungkap Sangkar


ucapan sangkar itu membuat Dewi maharani teringat masa lalunya, hinga ia lepaskan cekikkannya. Ia teringat awal bertemu dengan Bima darma.


" *H***ati*-hati nona ! jangan sampai wajah cantiknya terbakar sinar matahari " lalu Bima darma memberikan sebuah payung kepadanya*.


Namun setelah mengakhiri khayalannya, Dewi Maharani langsung teringat dengan selebaran wajah Sangkar, seakan mirip dengan pria di hadapannya ini . Lalu kemudia ia cergas memperhatikannya, ternyata benar lelaki itu adalah sangkar anak Dewi seruni.


Dewi maharani hendak akan melukai sangkar, namun saat itu mendadak turun hujan. Sehingga Sangkar langsung menarik tangan Dewi maharani, lalu mengajaknya pergi berlindung dari hujan.


" Wah hujan turun ! ayo kita berlindung di bawa pohon yang sangat rimbun itu " ajak Sangkar sambil menarik tangan Dewi Maharani


Lagi-lagi tingkah sangkar membuat Dewi maharani teringat bima darma, di mana dahulu pernah menariknya pergi berlindung ketika hujan turun.


Dewi maharani jadi bingung, kepedulian Sangkar membuatnya tidak bisa meluncurkan serangan. Akan tetapi setiap melihat mata Sangkar, emosinya bangkit . Karena mata Sangkar mirip dengan Dewi seruni yang merebut Bima darma darinya. Tetapi tutur kata Sangkar yang lembut dan sopan itu menobrak emosinya menjadi luluh.


" Dia mirip dengan Bima darma, namun kelembutan dan kesopanannya melebihi Bima darma " gumam Dewi maharani


Saat menyebut nama Bima darma dalam gumamnya, Dewi maharani kembali mengingat penghianatan Dewi seruni dan Bima darma. Akhirnya ke inginan untuk memusnahkan Sangkar kembali membara . Akan tetapi, lagi-lagi tingkah Sangkar mengunci amarahnya. Sangkar datang membalutkan baju luarnya kepada Dewi maharani


" Maaf nona, jika aku tidak sopan. Aku hanya membalutkan baju ini, tidak boleh seorang lelaki membiarkan wanita menderita kedinginan " ucap Sangkar sambil membalutkan baju di tubuh Dewi maharani.


Dewi maharani kembali bingung dan bingung, hingga tidak lama kemudian, ia tidak sanggup lagi menahan ke gundahannya


" Akkghhh " teriak Dewi maharani


" Menjauh kamu dari aku, menjauh ! " ungkap Dewi Maharani dengan suara bentakan kepada Sangkar


Sangkar heran dengan sikap Dewi maharani itu, namun ia hanya bisa menatapnya dengan kebingungan. Dan setelah itu, Dewi maharani lari pergi dari Sangkar

__ADS_1


" nona, nona ! " panggil Sangkar.


Namun Dewi Maharani tidak mendengarkan Sangkar, ia pergi dengan tangisan.


__ADS_2