
" Setelah ini, pergilah di bukit tinggi. Lalu cari Ki Marpa Depal "
Sangkar teringat dengan pesan ibunya saat itu, ia di suruh agar menacari Ki Marpa Depal. Sehingga setelah itu, ia langsung berniat mencarinya.
Akan tetapi sangkar kebingungan, entah kemana mau mencari Ki Marpa Depal. Sebab kala itu bukit tinggi di bantai oleh pasukan bertopeng dari Kaerajaan Tanah Abadi, hingga saat ini telah menjadi daerah kekuasan mereka.
" Bisa jadi Ki Marpa Depal telah tewas pada pembasmian kala itu atau telah pergi meninggalkan bukit tinggi " Gumam Sangkar pikirnya.
Dalam keadaan bingung, 7 bertopeng Pengawal Dewi Maharani menemukannya. Di saat itu ia langsung di kepung, lalu salah satu pengawal melepaskan tanda bahwa telah menemukan sangkar. Sangkar tahu maksud dari tanda itu, hingga sontak ia mengarahkan pukulan kepada pengawal yang melepaskan tanda itu.
Sangkar mengarahkan pukulan kearah kepalanya dengan tangan kanan nya, sigap sang bertopeng itu menangkis dengan tangannya. Kemudian Sangkar memukul dengan tangan kirinya, Pengawal bertepeng itu menangkis lagi. Lalu Sangkar dengan cepat menarik tangannya, lantas menyerang dengan dua tangan ke arah dada bertopeng itu. si bertopeng pun itu cergas menahan dengan dua tangannya pula, namun ia ter mundurkan kebelakang.
Kemudian Salah satu dari bertopeng pula menyerang Sangkar dari belakang. Sangkar menggeser kepalanya kearah kiri , lalu ia menangkap tangan sang penyerang itu, terus mematahkannya. Dan kemudian memukul batang lehernya hingga si penyerang itu terhempas luka.
" Jika aku lambat mengatasi mereka, maka aku akan tertangkap oleh Raja Mayitsura dan Dewi Maharani " gumam Sangkar.
Lalu sangkar mengeluarkan jurus andalannya, gabungan puncak jurus tapak maut dan gerakan dasar kuat tanpa akal yang di ajarkan ayahnya. Kemudian ia menyerang salah satu dari pendekar bertopeng itu lagi, ia mengarahkan pukulan pada bagian wajahnya. namun sang bertopeng itu sigap menangkis dengan tangannya.
Sangkar kemudian dengan cepat memutar pergelangan tangannya, lalu memukul tangan yang menangkis pukulannya itu hingga tangannya terluka. Lanjut sangkar cepat memukul dada sang bertopen itu, hingga ia terlempar luka.
Setelah itu, Sangkar di kepung empat orang bertopeng itu. Masing-masing dari mereka mengeluarkan pisau terbang, untuk mengarahkannya ketubuh sangkar. Namun tiba-tiba dari jauh datang serangan anak panah melukai empat orang bertopeng itu, sehingga mereka mati di tempat . kemudian, menyusul tiga mata panah lagi mengarah ke tiga orang bertopeng yang terluka tadi, dan akhirnya mereka pun juga tewas di tempat.
Sangkar pun kaget, siapa yang menolongnya itu. namun tidak lama kemudian, sang penolong itu muncul di hadapannya, ternyata dia adalah Brima Yin mata-mata Selir Puspa .
" Sebaiknya, segera meninggalkan tempat ini, sebelum pasukan yang lain nya datang " ajak Brima Yin kepada Sangkar.
Lalu kemudian, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.
Beberapa saat kemudian, selepas Brima Yin dan Sangkar pergi, Dewi maharani serta 7 pengawal utamanya datang. Dewi Maharani semakin sangat emosi melihat para pengawal nya itu tewas dengan anak panah.
" Kurang ajar ! ada orang yang membantu Sangkar dari belakang " pungkas Dewi Maharani emosi.
Kemudian, Meraka pun mempercepat langkahnya dalam mengejar Sangkar. Dengan kekuatan ilmu perasaannya, Dewi Maharani tahu setiap arah langkah Sangkar, Karena ia merasakan auranya.
°•°
" Aku rasa, aku pernah melihat mu. Tapi entah dimana, aku suda lupa. " ungkap Sangkar
" Aku pernah menolong mu sekali, saat para pendekar dari Istana Lembah Samai lainnya berusaha membunuhmu " jawab Brima Yin
__ADS_1
Lalu kemudian Sangkar teringat saat itu, bahwa ada salah satu pendekar hendak membunuhnya, namun tiba-tiba seorang pendekar sontak datang membantunya.
" Iya aku ingat sekarang !. Jadi itu kamu " tanya Sangkar.
" Iya " jawab Brima Yin
" Tetapi ngomong- ngomong Kenapa saat itu kamu membantu aku, tiba-tiba harus mempertaruhkan nyawa kamu untuk aku " tanya lagi Sangkar.
" Turun temurun keluarga aku mengabdi pada keturunan keluarga kamu. Hingga konon katanya, Ayah dan Ibu aku selalu di perlakukan baik oleh Bima Darma, ayahmu " jawab lagi Brima Yin.
Sangkar tertegun dan senang mendengar cerita Brima Yin itu, sebab ia selau ingin mengetahui banyak tentang masa lalu orangtuanya.
" Lalu apa lagi yang kamu ketahui tentang ayahku " tanya kembali Sangkar
" Aku tidak tau banyak mengenai ayahmu,
aku juga tidak pernah bertemu dengannya " jawab Brima Yin
" Aku hanya menerima amanat dari orang tuaku, bahwa Darah Bima Darma serta keturunannya wajib di lindungi. Dan setelah kedua orangtuaku meninggal, aku di angkat Selir Puspa dan di jadikan mata-matanya sampai sekarang ini " lanjut Brima Yin mengungkapkan
" Terus siapa Selir Puspa itu " ujar Sangkar bertanya lagi
Mendengar ulasan Brima Yin itu, Sangkar menjadi terharu.
" Ternyata masih ada keluarga aku yang peduli dan membantu aku selain Dewi Arini " gumam Sangkar
" Bisakah kamu antar aku untuk menemui bibi Selir Puspa " mohon Sangkar
" Saat ini kamu belum bisa menemuinya, sebab Kerajaan sekarang berusaha untuk membunuhmu dengan dalil ayahmu dan keturunannya adalah penghianat Kerajaan yang wajib di musnahkan " ungkap Brima Yin
" Selain itu mereka juga menginginkan darahmu " Lanjut Brima Yin berucap
" Aku tidak mengerti dengan ketetapan Kerajaan dan keinginan mereka itu" pungkas Sangkar
" Lambat laun kamu akan mengerti " ujar Brima Yin
" terus bagaimana keadaan bibi aku saat ini " Sangkar kembali bertanya lagi
" Saat ini Selir Puspa sedang berjuang untuk mempertahankan tahta kerajaan, sebab saat ini Raja Surya Agung mencoba mengubah peraturan kerajaan agar bukan dari keturunan Peri Putih yang menjadi Raja. Sebab aturan Kerajaan, dari dulu yang harus menjadi raja atau pun ratu harus dari keturunan Peri Putih, minimal suami dari keturunan Peri Putih itu " ungkap Brimama Yin memberitahukan
__ADS_1
" Raja Surya Agung bukanlah dari keturunan peri putih, ia hanya menggambil keberuntungan dari Selir Puspa. Ia melakukan hal licik untuk menikahi Selir Puspa agar bisa di pilih menjadi raja. " lanjut Brima Yin menceritakan
Ketika asik mengobrol tiba-tiba mereka merasa kehausan, hingga akhirnya berhenti di sebuah danau lalu mengambil air.
" Setelah ini, kau mau kemana " tanya Brima Yin
" Aku mau cari Ki Marpa Depal, hanya saja aku tidak tau, entah kemana aku mencarinya " jawab Sangkar.
" Sebaiknya kita menuju Desa Bunga, Ki Marpa Depal sangat akrab dengan peramal Yong Sio. kita bertanya kepadanya " ajak Brima Yin.
" Jadi kamu tau juga mengenai Peramal Yong Sio itu " tanya Sangkar
" Aku pernah di suruh Selir Puspa untuk menemuinya " jawab Sangkar
Lalu kemudian, mereka pun pergi menuju Desa Dunga untuk menemui Peramal Yong Sio.
•°•
" Pergi beri hukuman kepada Dewi Arini beserta pengikutnya untuk hari ini, buat mereka semenderita mungkin agar menyesali perbuatannya " suruh Raja Mayitsura kepada Jendral Yuanki
" Baik Tuan Raja " jawab Jendral Yuanki
" Jangan lupa untuk pakai pelindung mata, agar tidak bisa di hipnotis oleh Dewi Arini " ucap Raja Mayitsura memberitahu
" Baik Tuan Raja " jawab lagi Jedral Yuanki, lalu ia pergi dengan membawa beberapa pengawalnya.
Ketika Jendral Yuanki dan pengawalnya sibuk mencambuk Dewi Arini beserta para pengikutnya, tiba-tiba ia mencium aroma seseorang. Sehingga Ia spontan menoleh kebelakang, namun ketika itu Inani sigap melemparkan bubuk beracun kerah mereka hingga mereka pingsan.
Kemudian Inani melepaskan Dewi Arini dan 6 orang sahabat nya . setelah itu, Dewi Arini melepas pelindung mata Jendral Yuanki lalu membuatnya sadar. Sesadarnya Jendral Yuanki, Dewi Arini langsung menghipnotisnya, sehingga Jendral Yuanki di kuasai oleh Dewi Arini dan menurutinya.
Sesudah itu, Dewi Arini menyuruh Jendral Yuanki agar mengatur jalan keluarnya untuk tidak di ketahui para penjaga istana. Lalu Setelah Jendral Yuanki mengaturnya, Dewi Arini dan 7 pengawal setianya pergi meninggalkan Kerajaan Tanah Abadi dengan aman.
Lalu ketika perjalanan mereka telah jauh dari kerajaan, Dewi Arini menyuruh Jendral Yuanki untuk kembali ke istana
" Kenapa kita tidak langsung membunuhnya saja Tuan Putri " tanya inani
" Jangan buat ayah terlalu marah, tan sampai ia memburu kita lalu kemudian akan memusnahkan kita " jawab Dewi Arini.
Dan setelah itu, mereka pun melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1