
" Wah wah wahh! ternyata pelacur murahan ini juga mempunyai ilmu beladiri " pungkas bupati kota bukit salju mengatai wariningsih sambil menepuk-nepuk tangannya.
" hahahaha! aku heran dengan pemerintah sekarang, mulutnya terlalu kotor dan bau " balas wariningsih
" Biadab ! kau telah telah membantu penghianat kerajaan, maka siap-siap mati tanpa belas kasih " pungkas bupati kota
" serang mereka " ucap sang bupati mengintruksi
" kalian pergi lah cepat, nanti aku yang menghadapi mereka semua " ujar wariningsih menyuruh sangkar dan Brima yinn
kemudian wariningsih meloncat terbang lalu menendang dua orang yang datang menyerang, terus sontak mengunakan jurus gerakan kilatnya. Dengan gerakan yang sangat cepat wariningsih menghampiri satu persatu para pengawal bupati itu, terus mencekik leher mereka, memukul juga mematahkan tangan mereka. Para pengawal sang bupati pun tewas sekejab di libas oleh wariningsih, tanpa bisa membalas menyerang sedikitpun.
Sang bupati kaget melihat wariningsih begitu sangat hebat, hingga ia kepanikan harus siapa lagi yang akan melawannya sementara para pengawal nya telah tewas.
" sebaiknya aku lari saja, lalu melaporkannya ke kerajaan " gumam sang bupati.
Belum sempat berlari 5 orang pendekar pilihan kota bukit salju datang menghadang
" Wariningsih ! serahkan sangkar kepada kami atau nyawamu akan melayang " ucap pendekar 1
" Hahaha ! baru saja mengenyam ilmu Kanuragan sudah sok hebat kalian, lawan aku jika kalian mampu " pungkas wariningsih
Seorang pendekar emosi dengan ucapan wariningsih tersebut, hingga ia terbang menyerang nya. pendekar itu langsung mengarahkan pedangnya ke arah kepala wariningsih, wariningsih sontak mengayangkan tubuh nya. kemudian ia menangkap tangan pendekar itu terus memutarnya, lalu memukul punggung nya dari belakang, sehingga pendekar itu terlempar luka.
Kemudian dua pendekar lagi menyerang wariningsih, mereka melontarkan tombaknya ke arah tubuhnya. wariningsih meloncat, lalu menginjak dua tombak itu, terus menekan tubuhnya di balik tombak itu. lantas ia melontarkan tendangan kepada dua pendekar itu. dua pendekar pun itu menahan tendangan wariningsih dengan tangan mereka, setelah itu mereka mendorong tubuh wariningsih tersebut.
Wariningsih pun terdorong tubuhnya kebelakang, lalu sontak ia menahan diri dengan menapak kakinya di pohon, kemudian menekan tubuhnya kembali, terus menuju kembali kepada dua pendekar itu. wariningsih kali ini menyerang kedua pendekar itu dengan gerakan tangannya yang cepat, kedua pendekar itu menahan dengan sigap, akan tetapi pada akhirnya mereka kewalahan juga menahan serangan wariningsih itu.
warningsih menggerak kan gerakan tangannya lebih cepat lagi , lalu menangkap tangan mereka yang menangkis itu, kemudian mematahkannya. Setelah itu, ia memukul kepala mereka, kemudia spontan menghantam dada mereka, hingga mereka terhempas luka.
Sementara itu Brima yin sedang melawan dua pendekar pula, sebab mereka datang melabrak, saat itu brima yin melarang sangkar untuk bertarung. lalu kemudian Brima yin, menggunakan gerakan tangan cepat dalam menyerang mereka, ia mengarahkan berberapa kali pukulan ke arah tubuh mereka, akan tetapi kedua pendekar itu bisa menahan pukulan Brima yin tersebut.
__ADS_1
kemudian, dua pendekar itu meraih tangan Brima yin yang menyerang, lalu bersamaan mereka memukul dada Brima yin. Brima yin akhirnya terlemparkan dengan luka.
kemudian Kedua pendekar itu dengan cepat datang menyerang cepat brima yin, Mereka tak mau menyimpan kesempatan untuknya. Brima yin yang hendak akan di serang, sontak mengambil tombak yang terpapar di tanah, lalu sigap menggunakan jurus tongkat memukul harimaunya . setelah itu ia menyerang balik mereka, ia melontarkan pukulan ke arah mereka secara cepat hingga pada akhirnya tubuh mereka terkena hantaman tombak tersebut. Kedua pendekar itu pun terpapar luka parah.
" ternyata dia anaknya Atong pranata " gumam wariningsih melihat jurus Brima yin
Kemudian, wariningsih melontarkan kipas terbang beracunnya kepada semua para pendekar yang menyerang itu, hingga mereka tewas di tempat.
sesudah itu, Baru saja mereka merasa lega karena para pengejar itu telah tewas, tiba-tiba sang pelayan wariningsih menyerang sangkar dari belakang. ia akan menusuk sangkar dengan sebuah pedang, akan tetapi sangkar sadar, hingga ia sontak salto belakang melewati pelayanan itu.
Sang pelayan membaliki sangkar, lalu menyerangnya lagi, akan tetapi wariningsih sontak menyerang pelayannya itu dengan kipas beracunnya. Sang pelayan pun akhirnya tewas.
Setelah pelayan wariningsih itu tewas, suasanapun menjadi aman dan tenang.
" Sebenarnya ! apa tujuanmu memasuki wilayah kerajaan lembah damai ini ? tanya wariningsih kepada sangkar.
Sangkar kemudian menceritakan semuanya kepada wariningsih, sampai ia mengerti.
ungkap wariningsih kepada sangkar dan Brima yin.
Wariningsih kemudian menuntun sangkar dan Brima yin menuju jalan darurat yang dimaksud, akan tetapi bupati bukit salju dari tadi bersembunyi mengintai mereka, hingga ia tahu semuanya. Sang bupati kemudian menulis kembali surat kepada kerajaan.
•°•
" Di dalam surat ini ada seorang pelacur yang menolong sangkar, ia mempunyai kekuatan gerakan kilat dan kipas terbang beracun " ungkap raja Surya agung di hadapan para abdi istana, setelah membaca surat dari sang bupati.
" ternyata yen mou masih hidup " gumam selir Puspa
" Apakah dia Yen mou ! sahabat Bima darma, pendekar wanita yang berasal dari desa tanah kering " ungkap batra gasdar wakil istana kerajaan.
" oh iya ! aku baru ingat sekarang, hanya seorang yen mou saja yang memiliki kipas terbang beracun di jagad raya ini " pungkas raja Surya agung.
__ADS_1
Kemudian, sang raja Surya agung mengumpulkan para pendekar senior dan beberapa banyak pengawal istana untuk menghadang sangkar, Brima yin dan wariningsih di jalan darurat tersebut. ia menyuruh yadri Patra tangan kanannya, untuk memimpin mereka menuju jalan darurat tersebut.
•°•
" Aku telah mendengar rumor kematian Bima darma dan Dewi seruni, tapi aku belum terlalu percaya jika belum mendengar langsung dari mu " tutur wariningsih kepada sangkar
" iya keduanya telah meninggal " jawab sangkar.
" Bisakah engkau menceritakan sebab kejadiannya " ungkap wariningsih meminta kepada sangkar
sangkar pun menceritakan kejadiannya, Sampai dengan kejadian yang di perlihatkan kan oleh Dewi Arini kepadanya, tentang perlakuan Dewi maharani terhadap kedua orangtuanya.
" hum ! ternyata wanita busuk itu sakit hatinya Belum menghilang " pungkas warinngsih setelah mendengar cerita dari sangkar.
Kemudian, mereka melanjutkan lagi perjalanan. di perjalanan, sangkar meminta kepada wariningsih agar menceritakan kepadanya tentang masa lampau kedua orang tuanya. Namun belum sempat bercerita, seekor burung peliharaan istana melintas di atas kepala mereka dengan suara keras seakan berteriak. Brima yin dan wariningsih mengenal burung itu.
" Bahaya ! itu burung dari istana " ungkap Brima yin
" Berarti mereka telah mengetahui jalur perjalanan kita" pungkas wariningsih
lalu wariningsih melemparkan kipas terbang beracun nya kearah burung istana itu, hingga ia jatuh tewas.
" kita ubah jalur, sebaiknya kita melewati jalan umum saja " pungkas wariningsih
mereka pun merubah rute perjalanan mereka, mereka berbalik arah menuju jalanan umum.
°•°
yadri patra heran, entah kenapa burung istana tidak kembali- kembali, hingga ia merasa curiga.
" kita beralih kejalanan umum, aku yakin mereka pasti sudah tahu keberadaan kita " pungkas yadri Patra memberitahu pada para pengikutnya.
__ADS_1
kemudian mereka menuju di jalanan umum.