Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
episode 7 ( Sangakar di bantai habis-habisan)


__ADS_3

Sangkar melanjutkan perjalanannya tanpa tujuan yang pasti, dimana ia nyaman disitu ia akan bertahan, ia berjalan sesuai kehendak hatinya. Di isiang itu, Panasnya terik matahari membakar kulit sawo matangnya, hingga ia berteduh di bawa pohon yang rindang.


Sambil senyum-senyum ia menatap dedaunan yang terayun oleh angin sepoi-sepoi. Senyumnya makin lebar ketika dua burung Kacer melintas bermain di atas pohon teduhannya itu.


" Mungkin aku seperti burung-burung itu, terbang tanpa arah dan tujuan, yang penting hidup bahagia dan tenang " gumam Sangkar, ketika sedang menyaksikan burung-burung itu.


Saking senangnya dengan burung-burung itu, ia mengikuti kemanapun mereka bermain. Namun ketika selagi asik memandangi burung-burung itu, tiba-tiba Serangan dari belakang menghantam tubuhnya . Ia di tendang begitu kuat hingga terlempar jauh ketanah.


Perlahan sangkar bangkit dari jatuhnya lalu menengok kearah yang menyerangnya, ternyata dia adalah Dewi Amora.


" Bukankah aku sudah mengatakan, bahwa aku tidak sengaja masuk wilayah terlarang Kerajaan Pesona Alam itu " pungkas Sangkar


" Aku datang bukan untuk itu, ku datang untuk membalas demdamkan keluargaku. cepat katakan di mana ibu mu Dewi Seruni ? " ungkap Dewi Amora bertanya.


" Percuma kau mencari ibuku, dia sudah meninggalkan dunia ini " jawab Sangkar


" Jika memang dia telah tiada di dunia ini, makan keturunannya pun akan aku musnahkan. hiyaaaaaa ! " ujar Dewi amora lalu menyerang sangkar.


Dewi amora menyerang Sangkar dengan gerakan tanpa henti hingga Sangkar terhempas jatuh. Sangkar cergas berdiri dari jatuhnya, lalu menyerang Dewi Amora dengan tapak mautnya. Akan tetapi, pukulan Sangkar yang menyerang Dewi Amora itu mudah di tangkis olehnya. Kemudian Dewi Amora menangkap tangan Sangkar lalu mematahkan tangannya. Setelah itu, Dewi Amora menghantamkan tonjokkan ketubuhnya sangkar, hingga ia terhempas lagi dengan luka parah.


Sangkar berusaha berdiri meskipun tubuhnya hampir tidak berdaya. Akan tetapi, Dewi Amora belum puas membantai sangkar, hingga ia mengeluarkan jurus puncak tapak racunnya lalu menyerang sangkar. akan tetapi, drama wadi mendadak datang, lalu menahan serangan Dewi amora itu dengan tubuhnya. Drama wadi akhirnya tersungkur dengan luka yang sangat amat parah.


" Drama wadi ! " ucap sangkar bersamaan dengan Dewi Amora


Lalu kemudian, dewi amora sontak menghampiri Drama wadi, lalu memangku kepalanya sambil menangisi


" Kenapa kamu harus melakukan ini " ujar Dewi Amora sambil menangis


Sementara itu, Drama wadi dengan sekuat tenaga melawan racun Dewi Amora yang mulai menyebar dalam tubuhnya.

__ADS_1


•°•


" Jangan lama di tangisi, sebaiknya segera di obati " ujar Sangkar menyarankan


Dewi Amora kembali emosi mendengar suara Sangkar itu, lalu mengambil awalan untuk menyerangnya lagi. akan tetapi drama wadi sekuat tenaga menahan tangan Dewi Amora.


" jangan ! sangkar tidak tahu apa-apa mengenai kejahatan ibunya, tidak adil jika kau akan membunuhnya karena itu " ujar Drama wadi menasehati Dewi Amora dengan nada terbata-bata


" Dari pada aku kehilangan keluarga lagi, lebih baik aku yang pergi, lebih baik kau bunuh aku. " lanjut Drama wadi mengungkapkan


" Jangan boodoh kamu ! aku tidak mau kehilangan kamu " ungkap Dewi Amora sambil menangis


Tidak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki kuda dari jauh, hingga menghentikan susasana tegang mereka. lantas Sangkar, sontak meloncat melihat dari atas pohon, ternyata itu adalah pasukan Raja Gatra pala.


" Mereka pasukan raja Gatra pala, bahaya jika mereka tahu kami berada di sini, maka sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini" ungkap Sangkar


Merekapun akhirnya langsung meninggalkan tempat itu. Dewi Amora membawa kuda sambil mengandeng Drama wadi. sementara Sangkar membawa kuda sendri dengan memakai kuda Drama wadi.


" Dewi Amora ! Apakah ada obat-obatan yang di perlukan, biar aku yang mengambilnya " ucap Sangkar menawarkan diri.


Dewi Amora pun menyebutkan jenis-jenis akar dan bunga yang di perlukan dengan wajah yang sinis. sesudan itu, Sangkar keluar mencari jenis-jenis akar dan bunga tersebut. Seusai berhasil mengumpulkan semuanya, ia hendak balik ke gua. Namun dengan tanpa sengaja, tiba-tiba pandanganya melihat sebuah danau, hingga ia sekaligus mengambir air, baru setelah itu ia kembali ke gua.


Sangkar selama di gua merasa suntuk, hingga ia berpikir untuk kembali kedanau tadi. Di sana ia menombak ikan untuk makan malam mereka.


Ketika lagi serius menombak ikan, tujuh pendekar utusan kerajaan lembah damai datang menghadangnya.


" Siapa kalaian " tanya Sangkar


Tanpa menjawab pertanyaan dari Sangkar, salah satu dari pendekar itu menyerangnya, sangakar dengan lincah menghindari serangan itu. Lalu salah satu dari pendekar itu pula lanjut menyerang sangkar, hingga terjadi pertarungan. Sangkar dengan mudah di kalahkan oleh pendekar itu, hingga sangkar terlempar menabarak pohon.

__ADS_1


Sangkar memaksa diri bangkit, lalu menyerang pendekar itu dengan tapak mautnya. Di pertengahan pertarungan ia merubah gerakan tapak mautnya dengan gerakkan dasar yang di ajarkan ayahnya, hingga pendekar itu terpapar luka.


Gerakan Sangkar itu mengagetkan Brama saloka, hingga ia sigap berhati-hati.


" haa ! Gerakan dasar kuat ilmu tanpa akal " heran dari salah satu pendekar itu ketika melihat gerakan sangkar


Enam pendekar pun masing-masing mengeluarkan jurus andalannya lalu menyerang sangkar. Serangan itu membuat sangkar terhempas tak berdaya. Salah satu dari pendekar itu, langsung melontarkan serangan susulan kepada sangkar. Akan tetapi brima yin mata-mata selir Puspa menahan serangan itu.


Kemudian brima yin sontak meraih badan sangkar, lalu hendak akan membawanya lari. Akan tetapi, Brama saloka cekatan menyerang Brama yin dengan pedangnya, hingga brima yin jatuh tertusuk pedang itu.


Kemudian itu, Brama saloka lanjut menyerang sangkar dengan empat mata pisau beracun, namun dari jauh putri Aurora melontarkan pedangnya menahan pisau Brama saloka tersebut. Brama saloka kaget siapa yang melakukan hal itu, sehingga dengan cepat ia menoleh kebelakangnya


" Putri Aurora ! " ujar Brama saloka


" Kalian terlalu zalim ! mengeroyok seorang sampai tak berdaya " pungkas Putri Aurora, lalu pergi menghampiri Sangkar


Akan tetapi setelah Putri Aurora melewati Brama saloka, Brama saloka memukul bahunya hingga pingsan. Kemudia setelah itu, salah satu pendekar kerajaan itu, sergap akan menusuk sangkar dengan tombaknya. Namun lagi-lagi pertolongan selalu ada untuk sangkar.


Gatot brama gesit melemparkan pisau beracun ketubuh pendekar yang menyerang sangkar itu, hingga mati di tempat. Semua pun kaget dengan hal itu, lalu mereka sontak menengok kerah jalur pisau itu.


Namun ketika pas mereka menengok, mereka langsung di hipnotis oleh Dewi Arini. Lalu kemudian Dewi Arini menyuruh mereka untuk saling bertarung, dan akhirnya mereka pun saling bertarung antar sesama.


Sementara itu, Brama saloka cepat menyadarkan Putri Aurora dengan minyak wanginya. Dan sesadar nya, Putri Aurora heran melihat para pendekar itu saling menyerang antar sesama.


Kemudian Putri Aurora memperhatikan sekeliling, ternyata Dewi Arini menghipnotis mereka dengan mata iblisnya. setelah itu, ia juga melihat sangkar akan di ambil oleh Gatot brama, sehingga secara refleks Putri Aurora mengeluarkan kekuatan mata abadinya. Seketika para pendakar itu sadarkan diri dari hipnotis Dewi Arini. Lalu kemudian, mereka berbalik menyerang Gatot brama.


Brama saloka tercengang dengan kekuatan Putri Aurora itu, karena selama ini ia tidak pernah melihat Putri Aurora menggunakan ilmu itu. dalam keadaan heran, Brama saloka tanpa sadar di serang oleh Dewi Arini, lalu di jadikan sandera.


" Hentikan penyerangan kalian atau pangeran kalian ini saya bunuh ! " ancam Dewi Arini.

__ADS_1


Merekapun menghentikan serangannya, lalu membiarkan Dewi Arini dan Gatot brama pergi membawa Sangkar. Sementara itu, Putri Aurora berusaha mengejar mereka, akan tetapi Brama saloka menahannya.


__ADS_2