Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 18 ( Sangkar Lepas Dari Kerajaan Tanah Abadi )


__ADS_3

Dewi Maharani datang kepada Dewi Arini dengan emosi. Sebab ia tahu bahwa Dewi Arini lah yang membuat Sangkar pergi


" Katakan di mana kamu menyembunyikan Sangkar ? " tanya Dewi Maharani


" Sangkar sudah pergi, ia sudah tahu bahwa selama ini kau menyekap jasad kedua orang tuannya di dalam gua " jawab Dewi Arini


" Kurang ajar !. Ternyata selama ini kau mempunyai rencana yang terselubung " ucap Dewi Maharani geram


Lalu kemudian ia menyerang Dewi Arini dengan pukulan tenaga dalam tapak mautnya, hingga Dewi Arini terluka parah.


" Putri Dewi Arini ! " panggil para pengawal Dewi Arini sedih.


Setelah itu, dengan menggunakan ilmu perasaannya Dewi Maharani mengikuti setiap jejak yang di lewati Sangkar. Dewi Maharani berjalan dengan begitu cepat, hingga hampir mendapati Sangkar dan Inani. Sementara Sangkar dan Inani berjalan dengan serba hati-hati, agar tidak ketahuan para penjaga setiap lorong jalan.


Inani dan Sangkar melihat Dewi Maharani bersama pengawalnya hampir mendekati mereka, hingga akhirnya mereka masuk kesebuah gua untuk bersembunyi. Di dalam gua itu, terdapat dua tengkorak bergantungan. sekilas sangkar mengingat kejadian yang di perlihatkan Dewi Arini kepadanya tadi


" Itu adalah tengkorak kedua orangtua aku " gumam Sangkar


Kemudian ia langsung pergi memeluk tengkorak kedua orangtuanya itu, sambil menangisinya.


" Ayah, ibu !, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi, aku akan selalu mengingat pesan terakhir Ibu " ucap Sangkar


Sangkar yang berlama-lama dengan tengkorak kedua orangtuanya, membuat Dewi Maharani akan segera menemukannya. Hingga beberapa saat kemudian, Dewi maharani dan pengawalnya masuk kedalam gua itu dan hampir mempergoki Sangkar. Beruntung Inani sigap menariknya dan membawanya bersembunyi di balik berbatuan gua tersebut.


Ketika Dewi Maharani berada di dalam gua tersebut, ia menatap tengkorak Dewi Seruni dan Bima Darma dengan beringas.


" Aku tahu, kalian tidak merestui hubunganku dengan Sangkar. Tapi ketahuilah Sangkar akan menjadi milikku selamanya " pungkas Dewi Maharani di depan tengkorak Bima Darma dan Dewi Seruni.


" Aku sudah tidak butuh kalian, darah kalian selama ini tidak memberi manfaat buat aku " lanjut Dewi Maharani berucap, lalu kemudian ia menghancurkan tengkorak itu dengan ilmu tenaga dalam perasaan nya hingga hancur lebur.


Sangkar yang melihat hal itu, menjadi sangat marah. Meskipun di tahan dengan inani, ia tetap keluar menyerang Dewi maharani.


Sangkar meloncat dan memukul dada Dewi Maharani, hingga Dewi Maharani terhempas mundur.


" Sangkar " kaget Dewi Maharani


Sementara itu, para pengawal Dewi Maharani sigap mengepung sangkar, lalu bergegas menyerangnya. Akan tetapi Dewi Maharani menahan mereka dengan menggunakan isyarat tangan.

__ADS_1


" Ternyata kau wanita iblis, pembunuh, kejam. Aku sangat menyesal mengenal mu " ungkap Sangkar memaki Dewi Maharani.


" Sangkar !, apa kau secepat itu lupa dengan cinta kita. Apa kau lupa dengan janjimu ? " tutur Dewi Maharani membujuk


" Aapa, cinta !. Tidak ada cinta untuk wanita iblis seperti kamu " balas Sangkar


Kata-kata sangkar itu membuat terkoyak hati Dewi Maharani, kata-kata itu sama dengan kata-kata Bima Darma yang di ucapkan kepadanya dulu.


" Kalau saja aku tahu dari awal, saya lebih baik mati dari pada mengenal dan mengikat janji denganmu " lanjut Sangkar berucap


Kata-kata Sangkar kali itu, membuat Dewi Maharani semakin terkoyak. Dan kala itu juga, ia langsung teringat saran ayahnya untuk segera mengikat sangkar dengan ilmu perasaan nya, Agar tidak bisa di pengaruh lagi dengan orang lain.


" Ternyata benar apa yang di katakan ayah kepadaku " gumam Dewi Maharani


Kemudian Dewi maharani mengunakan kekuatan alami nya untuk mempengaruhi perasaan Sangkar, akan tetapi Inani mengetahui gerakan Dewi Maharani itu. Sehingga ia sontak melempar bom asap beracun di sekitarannya, lalu dengan cepat menarik Sangkar dan membawanya pergi.


Sementara itu, Dewi Maharani dan para pengawalnya tidak bisa melakukan gerakan apa-apa, sebab harus menangkis asap beracun tersebut agar tidak merasuk dalam tubuh mereka. Namun tetapi beberapa dari pengawal Dewi Maharani tidak bisa menahan asap beracun itu, hingga mereka terkapar tewas.


Setelah racun asap itu mereda, Dewi Maharani melanjutkan pengejaran nya terhadap Sangkar. Namun sebelumnya, ia melapor kepada Ayahnya dahulu. Lalu kemudian mereka membentuk beberapa kelompok, untuk mengejar Sangkar.


" Kau telah membuat Rencanaku gagal " ucap Raja Mayitsura sambil mencambuk Dewi Arini.


•°•


Inani dan Sangkar telah jauh dari Kerajaan Tanah Abadi, hingga mereka menghentikan larinya. Lalu kemudian Inani menyuruh Sangkar untuk pergi jauh.


" Sebaiknya kau pergi jauh dari Provinsi ini, dirimu sangat tidak aman dari tiga Kerajaan, Sebab mereka menginginkan darah tubuhmu " suruh Inani


" Dan kembalilah setelah kau menguasai kekuatan ilmu alami mu " lanjut Inani berucap


" Lalu bagaimana dengan kamu " tanya Sangkar


" Aku akan kembali ke istana, aku akan mencari tahu cara melepaskan tuanku Dewi Arini " jawab Inani


" Aku ikut !, aku mau membebaskan bibi Dewi Arini " ujar Sangkar keras kepala


" Jangan bodoh kamu !,. Susah payah Dewi Arini membuat mu agar bisa lepas dari Istana Tanah Abadi, malah kau ingin kembali ke sana. " pungkas Inani.

__ADS_1


" Tetapi "


" jika kamu ingin menyelamatkan Dewi Arini, pergi dan temukan lah cara membangkitkan ilmu alami mu terlebih dahulu. Setelah itu, datang lah selamatkan kami " ucap Inani memotong pembicaraan Sangkar.


Sangkar pun menjadi diam


" Dan ketahuilah, saat ini ilmu alami mu masih di pengaruhi oleh racun dan api segel dari kedua orang tuamu, sehingga tidak bisa berpotensi " lanjut Inani memberitahu.


Lalu kemudian, inani pun pergi meninggalkan Sangkar.


°•°


Saat itu satu kelompok pengawal dari Dewi Maharani hampir mendapati Sangkar. Akan tetapi Inani yang baru saja meninggalkan sangkar tidak sengaja melihat mereka, Sehingga ia pergi menghadang mereka. Tanpa sepengetahuan mereka Inani menyerang dari belakanh dengan kibasan selendangnya, mereka pun terlempar luka. Kemudian Inani sontak melemparkan pisau beracun ke tubuh mereka hingga tewas di tempat.


Ketua dari kelompok pengawal Dewi Maharani yang di serang Inani itu datang menyusul dari belakang, sehingga ia menyaksikan ulah dari Inani tersebut.


" Ternyata ada penghianat terselubung dari dalam istana " pungkas ketua kelompok itu


" Lalu, mau apa kamu? " tanya Inani menentanh


" Maka hari ini, aku akan melenyapkan mu " pungkas ketua kelompok itu, kemudian menyerang Inani


Ia menghunuskan pedang kearah wajah Inani, namun Inani dengan tangkas menggerakkan tubuh nya ke kanan. kemudian ketua kelompok itu, dengan cepat mengarahkan kembali pedang nya ke tubuh Inani, akan tetapi Inani dengan lincah menundukkan kepala.


Lalu kemudian, ketua kelompok tersebut kembali akan mengayunkan pedangnya mengarah leher Inani. Akan tetapi dengan sigap Inani menahan tangan ketua kelompok itu, lantas sontak memukul dadanya, hingga terlempar jauh.


Kemudian spontan Inani melempar pisau beracun ke tubuh ketua kelompok itu. namun sang ketua kelompok itu, dengan cergas ia meloncat menghindari serangan Inani tersebut . Lalu setelah itu, dengan cekatan Inani melemparkan selendangnya ke tubuh pemimpin kelompok itu, hingga melilit tubuhnya.


Sesudah itu, Inani melemparkan kembali pisau beracun ke arah tubuh ketua kelompok tersebut, hingga menancap ke tubuh nya lantas tewas di tempat.


°•°


Sangkar kini kembali berjalan sendirian, kali ini dia mencari tempat aman dari siapa pun. di dalam perjalanan banyak sekali yang ia pikirkan, hingga tidak lama kemudian ia baru ingat sebuah kitab kecil yang diberikan ibunya kepadanya.


Selama ini ia menyimpan kitab tersebut di saku celana bagian dalamnya, maka ia pun bergegas mengambil dan melihatnya. Ketika ia membuka halaman pertama buku itu, tertulis sebuah pesan untuknya


" Kitab ini adalah hasil perpaduan kekuatan ilmu tanpa akal dan ilmu tanpa hati, maka di butuhkan tenaga tubuh yang kokoh untuk mempelajarinya. Di dalam tubuhmu masih ada segumpal racun dan api segel yang menekankan aktifnya ilmu alami mu, maka kamu harus menguasai ilmu racun dan api terlebih dahulu agar bisa mengaktifkan ilmu alami mu . Di dalam tubuhmu sudah mengalir darah dari pemilik ilmu racun dan ilmu api, maka dengan begitu kamu bisa mempelajari kekuatan ilmu tersebut dengan mudah. Akan tetapi, kamu harus menemukan terlebih dahulu ahli dari ilmu racun dan api agar mengajarimu."

__ADS_1


__ADS_2