Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 14 ( Sangkar dan Dewi Maharani khilafah)


__ADS_3

Sangkar saat itu mencari ikan di sebuah sungai di kawasan hutan berduri, ia melakukannya dengan penuh semangat dan bahagia. Sangkar kini mulai lupa dengan dunia, yang ada hanyalah cinta dalam pikirannya.


Ketika ia sedang asik menangkap ikan, tiba-tiba Dewi Amora dan Drama Wadi menemukanya


" Sangkar " panggil Drama Wadi senang


" Drama Wadi, Dewi Amora " sahut Sangkar setelah menengok melihat keduanya


Setelah itu mereka pun duduk bercerita, hingga Sangkar lupa dengan Dewi Maharani. Drama Wadi saat itu bercerita tentang kekejaman Dewi Maharani di masa lalu, dengan tujuan agar Sangkar sadar bahwa wanita bersama nya itu sangat jahat. Akan tetapi, yang di kenal Sangkar adalah Serena bukan Dewi Maharani, Sehingga cerita Drama Wadi itu tidak berpengaruh baginya, terhadap wanita yang bersamanya kini.


Dewi Maharani yang sedang asik mempersiapkan makan siang, merasa aneh dengan Sangkar. Sebab tidak biasanya ia pergi lama seperti itu, maka akhirnya Dewi Maharani pun pergi menyusulnya.


Dari jauh Dewi Maharani melihat Sangkar sedang bercerita dengan Drama Wadi dan Dewi Amora, sehingga ia sontak mendekatkan diri, lalu menguping di balik pohon. Dewi Maharani menjadi geram ketika mendengar Drama Wadi sedang menceritakan keburukannya, lantas ia menggunakan ilmu perasaannya untuk membalut perasaan Dewi Amora dan Drama Wadi itu, agar mereka ingin pergi meninggalkan sangkar.


Drama wadi dan dewi Amora pun pergi meninggalkan sangkar tanpa pamit, sehingga membuat Sangkar tercengang. Selepas itu, akhirnya Sangkar balik ke pondok dengan penuh tanda tanya.


Setelah Dewi Amora dan Drama Wadi jauh dari Sangkar, Dewi Maharani datang menghadang mereka.


" Berani sekali kalian ingin merusak hubungan aku dengan Sangkar " pungkas Dewi Maharani


" Dewi Maharani ! " ucap Dewi Amora dan Drama Wadi bersamaan


" Kalian harus mati sekarang juga " pungkas Dewi Maharani, lalu menyerang mereka.


Dewi Maharani melemparkan selendang iblisnya kepada Dewi Amora dan Drama Wadi, sontak keduanya menghindar. Kemudian dewi Maharani menyerang mereka dengan jurus tapak maut nya.


Dewi maharani meloncat terbang menyerang mereka, ia melontarkan pukulan ke arah wajah Drama Wadi dan Dewi Amora dengan masing-masing tangannya secara cepat, Dewi Amora dan drama wadi pun menangkisnya. Lantas Kemudian Dewi Amora tangkas menangkap tangan Dewi Maharani, lalu mematahkannya. Kemudian ia sontak memukul tubuh Dewi Maharani, hingga Dewi Maharani terlempar luka.


Setelah itu, Dewi Amora melakukan serangan balik kepada Dewi maharani dengan tendangan cepat, namun Dewi maharani dengan gampang menangkap kaki Dewi Amora tersebut. Lalu Kemudian Dewi Maharani melemparnya Dewi Amora ke sebuah pohon, sehingga menabrak pohon tersebut, lantas Dewi Amora terluka.


Melihat hal itu, Drama Wadi meloncat menyerang Dewi maharani dengan cakar mautnya. Akan tetapi, Dewi maharani merunduk kayang lalu meraih tangan drama wadi itu, kemudian membekuknya dari belakang. setelah itu, Dewi maharani mencekik leher Drama Wadi dari belakang.


Cekik kan Dewi Maharani itu sangat kuat, hingga membuat Drama Wadi tidak berdaya lagi. Dewi Amora melihat hal itu, cergas menggunakan mata birunya, lalu menyerang Dewi Maharani, hingga Dewi Maharani gelap melihat dan sakit mata.


Drama Wadi yang merasa cekik kan Dewi Maharani telah terlepas, sontak menyikut perutnya. Lalu kemudian ia berputar menendang belakang Dewi Maharani, hingga ia terlempar menabrak pohon.

__ADS_1


Dewi Maharani kemudian makin geram, sehingga mengeluarkan ilmu perasaannya kembali. Setelah itu ia menggerakkan niat Dewi Amora menghentikan serangan mata birunya. Dewi Amora tidak tahan melawan kuatnya pengaruh ilmu perasaan Dewi Maharani itu, hingga ia terpengaruh melepaskan serangan mata birunya.


Kemudian itu, Dewi Maharani menggerakkan niat Dewi Amora dan Drama Wadi untuk saling melukai. Dewi Amora dan Drama Wadi berusaha menahan pengaruh ilmu perasaan Dewi Maharani itu, akan tetapi selau tidak sanggup mencegahnya.


Drama Wadi pun mengambil pisau runcingnya, lalu hendak akan melukai muka Dewi Amora. Begitu pun Dewi Amora, ia hendak akan melukai drama wadi dengan pisau runcing nya.


Akan tetapi beruntung Sangkar tiba-tiba berada sekitar itu, lantas Dewi Maharani melepaskan serangan ilmu perasaanya, karena merasakan kehadiran Sangkar Tersebut


Setelah itu, Dewi Maharani membuat sebuah kelicikan. Ia sengaja menggerakkan tangan Dewi Amora dan Drama Wadi melemparkan pisau runcing ke arah tubuhnya, sehingga ia terluka. Saat itu tepat sekali sangkar melihatnya, sehingga sangkar menjadi marah kepada Dewi Amora dan Drama Wadi. Kemudian ia langsung menyerang Dewi Amora dan Drama Wadi dengan tendangan dari belakang, hingga mereka terlempar terluka parah.


" Biadab kalian ! aku kira kalian adalah manusia baik-baik, namun ternyata kalian adalah manusia jahat " pungkas Sangkar marah


" Sayang !, beruntung kamu cepat datang, jika tidak aku akan mati disini. Dari tadi aku di kejar oleh mereka, mereka ingin membunuh aku " ujar Dewi Maharani memfitnah


" Mulai dari sekarang kalian adalah musuhku " pungkas sangkar.


Drama Wadi dan Dewi Amora tidak bisa melakukan apa-apa atau pun berkata apa-apa saat itu, sebab memang sangat jelas sangkar melihat, bahwa mereka seakan benar-benar menyerang Dewi Maharani.


•°•


" Sayang aku tidak apa-apa kok, ini hanya luka ringan !. Aku hanya kecapean saja, karena lama di kejar oleh mereka, cukup tidur di sampingmu pasti akan membaik setelahnya " ungkap Dewi Maharani yang lagi bersandiwara.


Sangkar pun mengikutkan mau Dewi Maharani itu.


" Sayang ! seandainya ada orang yang menantang hubungan kita, apa yang kamu akan lakukan " tanya Dewi Maharani


" Aku akan membunuh nya siapapun mereka " jawab Sangkar


Obrolan demi obrolan menjadi sebuah candaan, hingga akhirnya berujung nafsu. Sehingga Sangkar saat itu menyentuh tubuh Dewi Maharani.


•°•


" durrr, durrr, durrr "


di sore itu, tiba-tiba kilat menyambar, geledek berbunyi sangat keras sebanyak tiga kali. Hingga membuat para penduduk keheranan

__ADS_1


•°• istana lembah damai


" Pertanda apa ini !. Kenapa tiba-tiba terjadi kilat dan petir dalam keadaan cerah seperti ini ? " ujar Raja Surya Agung


" Apa yang terjadi, mengapa langit bergemuruh tiba-tiba " ungkap Selir Puspa.


•°• istana tanah abadi


" Kejadian seperti apa lagi yang terjadi di bumi ini, hingga langit begitu marah " gumam Raja mayitsura


•°• istana pesona alam


" Sepertinya ada kejadian yang mengerikan di bumi hingga langit bergemuruh seperti ini " pungkas Raja Gatra Pala dihadapan para Abdinya.


•°• istana laut


Putri Duyung Abadi melacak dengan mata sucinya hingga ia tahu penyebab langit bergemuruh itu


" Apa lagi yang terjadi Putri " tanya Raja duyung


" Sangkar dan Dewi Maharani telah melakukan hubungan intim " jawab Putri Duyung Abadai


" Dan akhirnya ramalan beberapa ratus tahun Lalu, terjadi juga " gumam Raja Duyung


Kemudian Raja duyung kembali mengingat ucapan Kakek Gurunya


Suatu saat akan ada keturunan peri hitam akan bercampur nafsu dengan keturunan adiknya sendiri yang berdarah peri putih dan peri hitam. Sementara hasil dari hubungan mereka berdua, akan lahir seorang anak berhati iblis yang sangat jahat, akan tetapi hidup dalam tubuh manusia .


•°• Dewi Arini dan Gatot Brama


" Ada apa ini tuanku putri Dewi Arini, kenapa langit tiba-tiba bergemuruh dahsyat ? " tanya Gatot Brama


" Sebelum meninggal, ibuku pernah berkata pada kami bertiga


Jika langit bergemuruh tiba-tiba, di iringi petir yang menyambar, itu berarti benih anak iblis mulai terbentuk " ungkap Dewi Arini

__ADS_1


" Aku harap Sangkar tidak terjebak nafsu dalam asmara Dewi Maharani " gumam Dewi Arini


__ADS_2