Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 3 ( Menjadi Tawanan )


__ADS_3

Sangkar berkelana hanya membawa pakaian tanpa memiliki uang, di pertengahan jalan tiba-tiba ia kelaparan. Kemudian ia melihat kebun apel lalu ingin memetik buahnya. Namun niatnya di urungkan, sesaat ia mengingat pesan ayah dan ibunya


" *Tidak boleh mengambil milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya*" .


Kemudian, sangkar melanjutkan perjalanan nya. lama ia berjalan tiba-tiba dari jauh ia mendengar suara perkelahian, hingga ia melajukan langkah nya. Di balik pohon, sangkar mengintip pertarungan itu, ia melihat seorang wanita sedang melawan kelompok bertopeng.


Sangkar kaget melihat jurus yang di gunakan wanita itu, sama persis dengan jurus ayahnya saat melawan kelompok bertopeng dulu. Lalu, Sangkar sontak teringat taktik dari kelompok bertopeng itu, pemimpin kelompok akan tiba-tiba muncul menyerang lawan dari belakang.


Tidak lama kemudian, Pemimpin bertopeng menyerang wanita itu dari belakang dengan melemparkan tombak kearah wanita itu. Dengan sigap sangkar meloncat menangkis serangan itu dengan menendangnya . Lalu kemudian sangkar menyerang pemimpin bertopeng itu, hingga mereka bertarung sengit.


Jurus yang di gunakan sangkar dengan pemimpin bertopeng itu sama, sehingga pertarungan berjalan imbang. Akan tetapi, secara refleks sangkar mengubah gerakan jurusnya dengan pukulan dasar yang di ajarkan ayahnya, maka dengan itu ia dapat melukai pemimpin bertopeng itu. Pemimpin bertopeng tersebut terkena pukulan tangan sangkar di dadanya hinggga ia terlempar jauh


Setelah mengalahkan enam bertopeng, wanita itu datang membantu sangkar. Mereka mengeroyok pemimpin bertopeng itu, dan dengan jurus tangan bayangan wanita itu membunuh pemimpin bertopeng.


•°•


" Jurus kamu hebat bangat " puji sangkar kepada wanita itu.


" Kamu juga hebat, bisa menggabungkan gerakan dasar ilmu tanpa akal dengan puncak jurus tapak maut. " balas wanita itu


Sangkar kemudian sekilas teringat kata-kata ayahnya


" Gerakan ini gerakan dasar, akan tetapi akan menjadi hebat ketika di gabungkan dengan puncak jurus-jurus tertentu "


Sementara wanita itu bertanya-tanya dalam hati, kenapa laki-laki ini bisa memiliki gerakan dasar kuat dari ilmu tanpa akal .


" Ngomong-ngomong nama kamu siapa ?" tanya sangkar


" Aku putri Aurora, kalau kamu ?"


" Aku Sangkar "


" Kok kamu bisa tau jurus yang aku gunakan " lanjut sangkar


" Jurus itu sudah tidak asing di mata dunia karena mereka sering menjajal di mana-mana " jawab Putri Aurora


Sangkar terdiam kan dengan ucapan Putri Aurora itu. Kemudian tiba-tiba perutnya bunyi.


" Sepertinya kamu lapar " tebak Putri Aurora


Sangkarpun mengangguk kan kepalanya


" Berjalan beberapa langkah lagi kita akan sampai di kota pesona alam, nanti kita santap siang disana " ujar Putri Aurora.


Tiba di kota pesona alam, sebelum santap siang putri Aurora singgah ke toko pakaian dulu. Ia membelikan beberapa pakaian untuk sangkar. Ia tidak tega melihat pakaian sangkar begitu lusuh dan kekecilan.


Sangkar merasa malu saat di belikan pakaian oleh Putri Aurora. Pada awal nya ia menolak, tetapi putri Aurora memaksa.

__ADS_1


•°•


Dewi Amora adalah seorang gadis cantik, yang merupakan jendral istana kerajaan pesona alam . Selama hidupnya, ia mencari Dewi seruni untuk membalas dendamkan keluarganya yang di bantai olehnya. Semenjak keluarganya habis di bantai Dewi seruni, ia tidak pernah tersenyum lagi.


Saat sangkar masuk kerumah makan, Dewi Amora menatap terus sangkar. Ia tidak merasa asing dengan mata Sangkar. Mata Sangkar sangat mirip dengan mata ibunya. Tatapan itu baru di hentikan setelah putri Aurora masuk menyusul sangkar.


Setelah Sangkar dan Putri Aurora memilih meja duduk, merekapun memanggil pelayan rumah makan untuk memesan makanan. Selain menanyakan makanan yang di pesan, pelayaan itu juga menawarkan penginapan kepada sangkar dan Putri Aurora. Putri Aurora pun memesan satu kamar untuk Sangkar, kemudian menyuruh Sangkar untuk mandi dan mengganti pakaian terlebih dahulu.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian Sangkar pun turun makan siang. Dan ketika sedang makan, beberapa pendekar membahas tentang Bima darma dan Dewi seruni.


" Aku kira setelah Bima darma dan Dewi seruni menjadi suami istri, mereka akan menguasai dunia. Ternyata mereka malah menghilang tanpa kabar " ungkap pendekar 1


" Konon Dewi seruni menyegel kekuatan nya dengan ilmu racun, Sementara Bima darma kekuatannya di segel oleh mendiang raja lembah damai dengan ilmu api neraka. " ungkap pendekar 2


Sangkar ingin bertanya mengenai kedua orangtuanya kepada mereka. Namun Dewi Amora langsung berdiri membuat pengumuman.


" Siapa saja yang mengetahui keberadaan Dewi seruni, aku akan menghadiahkan 500 gram emas juga 1000 gram perak " .


Akan tetapi seorang pun pengunjung tak ada yang mengetahui selain Sangkar sendiri.


Beberapa saat kemudian, Pangeran Arya samba bersama pasukannya menjemput putri Aurora. Putri Aurora berencana membawa Sangkar bersamanya ke kerajaan, namun pangeran arya samba melarang. Terpaksa Putri Aurora meninggalkan Sangkar di kota pesona alam.


Sepanjang perjalanan Putri Aurora mengingat terus sangkar, ia masih penasaran dengan gerakan dasar ilmu tanpa akal yang ia miliki itu. Sementara, konon katanya ilmu tanpa akal hanya dimiliki oleh keturunan keluarga nya.


•°•


Dewi Amora dan pasukannya sigap datang menyerang sangkar yang masuk daerah terlarang tersebut tanpa basa-basi. Sehingga dengan terpaksa sangkar melawan mereka. Dengan jurus tapak mautnya sangkar dapat menaklukkan pengawal dewi Amora. Kemudian ia sontak menyerang dewi amora, namun dengan ilmu tapak racunnya dewi amora dapat menaklukkan sangkar.


Sangkar pundi tangkap, lalu di kurung di bawah tanah.


Kemudian sangkar di interogasi siapakah yang menyuruh nya, namun meskipun Sangkar telah menjawab dengan jujur, mereka tetap tidak percaya dengan jawabannya.


•°•


Drama wadi tangan kiri Raja Gatra pala Kerajaan kota pesona alam, kembali menginterogasi Sangkar. Dengan tubuh yang lemah karena tapak racun dewi amora, Sangkar menjawab pertanyaan Drama wadi dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya, bahwa ia tidak sengaja lewat di wilayah itu. Akan tetapi mereka masih tetap tidak percaya.


Kemudian, Drama wadi akan mencambuk lagi Sangkar. Dengan menggunakan jurus tapak angin, ia melepaskan pakaian Sangkar. Saat baju Sangkar terlepas, Drama wadi kaget melihat tanda di tubuh Sangkar. Salah satu tanda di tubuh Sangkar itu, persis dengan tanda Dewi seruni yang menolong ia dan ibunya saat itu. Drama wadi menghentikan pencambukan nya, lalu pergi menemui ibunya.


" Ibu ! laki-laki yang di tawan oleh kerajaan itu, mempunyai tanda hati seperti bibi seruni, akan tetapi ia di kelilingi lingkaran cahaya putih " ungkap Drama wadi


Ni asih pun menalar tanda itu


" Tanda hati adalah Dewi seruni, tanda lingkaran cahaya putih adalah Bima darma " gumam ni asih


Kemudian Ni asih langsung menyuruh Drama wadi untuk segera menyelamatkan tawanan itu, karena laki-laki itu benar-benar anak dari Dewi seruni .


•°•

__ADS_1


Malam hari dengan memakai topeng drama wadi menembus penjara bawah tanah. Ia menghajar para penjaga penjara itu, hingga mereka tewas. Kemudian ia membawa lari sangkar.


Ibu Drama wadi telah menyiapkan kereta untuk membawa sangkar, ia juga memakai topeng agar tidak di ketahui. Kemudian Drama wadi datang membawa sangkar ke kereta ibunya itu, lalu menyuruh ibunya agar segera membawa sangkar secepatnya.


Seorang penjaga pemeriksa bawa tanah kaget melihat sangkar telah tidak ada, spontan ia berteriak bahwa tahanan kabur, hingga para pengawal istana terbangunkan. Dewi amora pun mendengar hal itu, sontak ia langsung mengumpulkan Pasukannya, lalu mengejar dengan menggunakan kuda cepat.


Pasukan dewi amora yang menggunakan kuda cepat dapat meringkus ibu drama wadi, tanpa basa-basi salah satu pengawal dewi amora menyerang ni asih. Dengan sekuat tenaga ni asih melawan pengawal itu, namun tanpa di sadari ia di panah dari belakang hingga menembus dadanya


Lalu Dewi Amora pergi melepas topeng sang pelaku itu, namun ketika melihat wajahnya, ia sangat kaget. Dewi amora tidak menyangka pelaku itu adalah bibi asih, kemudian Dewi Amora dengan cepat akan menyembunyikan bibi asih, akan tetapi Raja Gatra pala tiba-tiba muncul terlebih dahulu.


" Nih asih ! wanita biadap kamu " ungkap raja Gatra pala, lalu menamparnya


Kemudian, sang raja menyuruh para pengawal untuk memeriksa sekitara kereta


Ni asih tau kalau Drama wadi berada di sekitar itu, hingga ia menggunakan bahasa isyarat melalui anggota tubuh.


" Nangan pedulikan kan aku, bagaimanapun ibu sudah tidak akan selamat, lebih baik selamat kan dirimu dan Sangkar, jangan keras kepala " isyarat Ni asih


Dewi Amora melihat gerakan isyarat Ni asih itu, hingga ia menghalangi tubuh Ni asih dari pandangan Raja, agar tidak ketahuan. Sebab Dewi Amora juga tidak mau Drama wadi di hukum mati oleh Raja.


Setelah itu, Drama wadi melemparkan asap beracun di sekitar kereta, hingga pengawal yang berada di sekitarnya tewas di tempat. Kemudian spontan mengambil sangkar dari atas kereta lalu membawanya pergi.


Sementara itu, Dewi Amora pura-pura mengejar. Kemudian ia pulang dengan melukai diri, agar tidak ketahuan raja.


•°•


Drama wadi membawa sangkar ke eyang rumbis, gurunya. Saat tiba di pondok eyang rumbis sangkar berusaha membuka suara


" Kenapa kalian harus menolong aku " tanya sangkar dalam keadaan luka parah


" Bukan saatnya bertanya " ujar drama wadi


Drama wadi meminta gurunya untuk mengobati sangkar. Sementara, ia akan kembali ke kerajaan untuk melihat kondisi ibunya.


Dari jauh Sangkar melihat gelang drama wadi mirip gelang Gatot brama. Sehingga ia teringat ungkapan Gatot brama saat masih kecil


" Gelang eyang bagus " tutur sangkar kecil


" Didunia ini, gelang yang eyang pake hanya satu orang yang sama yaitu anak eyang " ujar eyang Gatot kala itu


" Apa kamu anak Gatot brama ? " tanya Sangkar


Drama wadi menghentikan langkahnya, lalu kembali menghampiri Sangkar


" kamu mengenal ayah ku " tanya drama wadi


Sangkar menggangguk kan kepalanya, namun kemudian mendadak ia pingsan.

__ADS_1


__ADS_2