Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
Episode 36 ( Gerakan Penangkapan Sangkar 3 )


__ADS_3

Dewi Maharani sakit hati dengan aksi Sangkar itu, ia merasa sangkar benar-benar telah membencinya.


Praji Datra yang melihat Dewi Maharani lemas karena sedih akan perbuatan sangkar padanya, langsung mengambil tindakan. Praji Datra sontak mengambil sebuah pedang, lalu melemparkan ke arah Dewi Maharani. Akan tetapi tiba-tiba pedang itu terhentikan, lalu kembali menyerang dirinya, Praji Datra pun sigap menghindar.


" Entah siapa yang melakukan siapa ini ? " gumam Praji Datra.


Lalu kemudian muncullah Raja Mayitsura menghampiri Dewi Maharani


" Raja Mayitsura " ujar Praji Datra kaget


" Raja Mayitsura " begitupun Panca Sakta kaget.


" Ayah " Ucap Dewi Maharani


Ucapan Dewi Maharani itu membuat Dewi Amora dan Drama Wadi tercengang


" Kok tiba-tiba ia berwajah tua seperti itu " gumam Dewi Amora


" Apakah itu Dewi Maharani, tetapi kenapa mukanya setua itu " gumam Putri Aurora.


" Ternyata Dewi Maharani telah bersentuhan dengan laki-laki sehingga energi awet mudanya telah musnah" gumam Praji Datra.


Kemudian itu Raja Mayitsura menghilang mengambil sangkar, namun Putri Aurora mengetahui gerakan Raja Mayitsura tersebut. Sehingga Putri Aurora mengambil Sangkar, lalu membawanya pergi. Sedangkan Sangkar saat itu kembali lemas parah, karena memaksa menggunakan ilmu alaminya.


Akan tetapi Gerakan Putri Aurora tersebut ditahan oleh Dewi Maharani dengan ilmu perasaannya. Putri Aurora pun susah untuk bergerak, hingga Raja Mayitsura dapat merampas Sangkar dari tangannya. Kemudian Dewi Maharani menghentikan serangannya kepada Putri Aurora, lantas siap mengambil Sangkar dari ayahnya.


Melihat hal itu Dewi Amora sontak mengeluarkan puncak mata birunya lalu menyerang Raja mayitsura, Raja Mayitsura pun gelap melihat dan sakit mata. Kemudian drama Wadi meloncat terbang mengambil Sangkar dari Raja Mayitsura.


Sementara itu Putri Aurora cergas menyerang Raja Mayitsura dengan mengarahkan pedang ke arahnya, akan tetapi Dewi Maharani kembali menahan gerakan Putri Aurora dengan ilmu perasaannya. Lalu kemudian Dewi Maharani juga mengontrol perasaan Dewi Amora menghentikan serangannya kepada raja Mayitsura, sehingga ia menghentikannya.

__ADS_1


Setelah itu Raja Mayitsura menghilang menghampiri Dewi Amora, lalu menyerang Dewi Amora dengan memukul tubuhnya, Dewi Amora pun terhempas luka. Melihat hal itu Drama Wadi sontak menyerang Raja Mayitsura dengan cakar mautnya. Akan tetapi Raja Mayitsura menghilang lagi, lantas menghantam tubuh Drama Wadi dari belakang, Drama Wadi pun akhirnya terpapar luka.


Sementara itu Dewi Maharani menggerakan tangan Putri Aurora untuk melukai dirinya sendiri. Sehingga sekuat tenaga Putri Aurora menahan pengaruh kekuatan ilmu perasaan Dewi Maharani itu, tetapi ia tak mampu. Lantas Putri Aurora pun hendak akan menikam dirinya sendiri, namun Praji Datra sontak menggunakan jurus elangnya, lalu menghempaskan sayap apinya kepada Dewi Maharani.


Dewi Maharani pun merasakan hal itu lalu bergegas mempengaruhi gerakan Praji Datra, akan tetapi serangan Praji Datra terlanjur datang menghantamnya sehingga sontak ia menghindari serangan itu. Karena begitu pengaruh ilmu perasaan Dewi maharani kepada Putri Aurora pun terhentikan.


Selama Praji Datra menyerang Dewi Maharani tadi, Raja Mayitsura mencoba mengontrol gerakan Praji Datra dengan kekuatan ilmu perasaannya, akan tetapi tidak mampan. Kekuatan ilmu perasaan yang di milikinya masih standar, sehingga tak bisa berpengaruh kepada orang yang memiliki tenaga dalam kuat.


Kemudian itu Putri Aurora menggunakan puncak jurus elang dengan suara ultrasoniknya lalu mengarahkan kearah Raja Mayitsura dan Dewi Maharani


" Raaaakkk " suara ultrasonik Putri Aurora.


Raja Mayitsura dan Dewi Maharani Pun kesakitan telinga.


Menderita hal itu Raja Mayitsura sontak menggunakan ilmu pikirannya, lalu mempengaruhi pikiran Putri Aurora untuk balik menyerang teman-temannya


" Mana mungkin ilmu pikiran di miliki oleh keturunan peri hitam, pasti ada sesuatu yang terjadi sebelum-sebelumnya " gumam Panca Sakta, ketika Melihat Raja Mayitsura menggunakan kekuatan ilmu pikiran itu


Putri Aurora pun bertahan melawan pengaruh Raja Mayitsura itu dengan sekuat tenaga. Melihat hal itu Praji Datra, Dewi Amora dan Drama Wadi bersamaan menyerang Raja Mayitsura, akan tetapi Dewi Maharani menahan gerakan mereka dengan ilmu perasaannya, sehingga susah untuk bergerak.


Ketika mereka sedang sibuk bertarung, Panca Sakta mengambil kesempatan untuk merampas Sangkar. Dengan cepat ia terbang mengambil tubuh sangkar, lantas membawanya pergi. Akan tetapi saat berbalik untuk pergi, tiba-tiba tubuhnya di hantam oleh Ki Marpa Depal, hingga ia terlempar luka terpisah dengan sangkar. Kemudian Ki Marpa Depal cepat mengambil sangkar, lalu membawanya pergi.


Melihal hal itu Raja Mayitsura mempengaruhi pula pikiran Ki Marpa depal, akan tetapi Ki Marpa depal bisa melawan pengaruhnya itu, sebab tenaga dalam Raja Mayitsura terkuras mempengaruhi Putri Aurora.


Mengalami hal itu Raja Mayitsura pun menghilang mengejar Ki Marpa depal. Menghilangnya Raja Mayitsura itu pengaruh ilmu pikirannya terhadap Putri Aurora terhentikan, sehingga setelah itu Putri Aurora sontak menyerang Dewi Maharani dengan mata abadin nya.


Dewi Maharani pun silau melihat dan sakit kepala, sehingga pengaruh ilmu perasaannya terhentikan. Maka setelah itu Dewi Amora, Praji Datra dan Drama Wadi bersamaan menyerang Dewi Maharani. Dewi Amora menyerang Dewi Maharani dengan tapak racunnya, Drama wadi dengan tapak anginnya, sementara Praji Datra dengan hempasan sayap apinya. Akan tetapi Dewi Maharani merasakan serangan dari mereka itu, sehingga sontak ia menggunakan ilmu menghilangnya lantas menghilang.


Dewi Maharani menghilang ke belakang mereka itu, kemudian menyerang mereka dengan puncak ilmu perasaannya. Beberapa banyak logam segitiga bermata runcing keluar menyerang Putri Aurora dan lainnya itu secara masing-masing. Sehingga mereka pun berusaha menangkis dan menghindari serangan Dewi Maharani tersebut.

__ADS_1


Sementara itu Raja Mayitsura yang mengejar Ki Marpa Depal, tiba-tiba muncul di depan Ki Marpa Depal Lalu memukul dadanya, akan tetapi Ki Marpa Depal sontak menahan serangan itu. Kemudian Raja Mayitsura menghilang lagi muncul kebelakang Ki Marpa Depal, lantas memukul punggungnya, namun Ki Marpa Depal tangkas menangkisnya. Terus Ki Marpa Depal memutarkan badannya agak menjauh dari Raja Mayitsura.


Kemudian itu Ki Marpa depal mengeluarkan Ilmu racunnya dengan mengelilingi dirinya, sehingga Raja Mayitsura tidak bisa berani maju menyerang nya. Saat itu Ki Marpa Depal tahu, bahwa Raja Mayitsura akan menggunakan ilmu pikirannya untuk mengeluarkan dirinya dari lingkaran ilmu racunnya. Sehingga ia sontak menyimpan dua kitab di dalam baju sangkar di ikat dengan badannya, terus ia berpesan kepada sangkar


" Jika kamu masih bisa terselamatkan, segeralah pelajari kitab ini, lalu....."


ucapan Ki Marpa Depal itu terpotong karena pengaruh kekuatan ilmu pikiran Raja Mayitsura telah menyerangnya.


Ki Marpa depal akhirnya keluar dari lingkaran kekuatan ilmu racunnya, lalu setelah itu Raja Mayitsura langsung merampas Sangkar darinya. Kemudian Raja Mayitsura menusuk perut Ki Marpa Depal dengan pedang, hingga ia terpapar luka.


Setelah itu Raja mayitsura menghadap kepada mereka yang lagi sibuk menangkis dan menahan serangan Dewi Maharani, lalu mempengaruhi pikiran mereka untuk berhenti bergerak. Sehingga mereka pun berhenti bergerak dan akhirnya terluka terkena serangan Dewi Maharani.


Raja Mayitsura menyangka bahwa Ki Marpa Depal telah tewas, sehingga ia tidak memikirkannya lagi. Mengetahui Raja Mayitsura sibuk mempengaruhi Putri Aurora dan lainnya, Ki Marpa depal berdiri mengeluarkan serangan ilmu racunnya. Akan tetapi Raja Mayitsura dapat merasakan cepat, sehingga sigap balik dan menikam kembali Ki Marpa depal.


Dalam keadaan luka parah Ki Marpa Depal masih memikirkan bagaimana cara untuk menyelamatkan Sangkar, namun entah harus bagaimana. Lalu tiba-tiba ia kepikiran untuk melempar Sangkar ke jurang yang tidak jauh dari mereka


" Tubuh mu sangat kuat, aku yakin pasti kau akan selamat " gumam Ki Darpa Depal


Lalu ia menarik Sangkar dari Raja Mayitsura yang kembali mempengaruhi Putri Aurora dan lainnya terus melempar tubuh Sangkar itu ke jurang.


Kemudian Ki Marpa Depal memeluk Raja Mayitsura, lalu mengarahkan ilmu racunnya kepada Dewi Maharani, agar tidak bisa menggunakan Ilmu perasaannya untuk menahan jatuhnya sangkar.


" Sangkar " teriak Dewi Maharani, ketika melihat sangkar terhempas ke jurang


Lalu gegas menggunakan ilmu perasaannya untuk menahan jatuhnya sangkar, akan tetapi serangan ilmu racun telah menghampirinya, sehingga ia terpaksa menghindari serangan racun itu dengan menghilang.


" Sangkar, Sangkar " teriak Dewi Maharani sambil menangis menengok kearah jurang


Kemudian Dewi Maharani akan terjun menyusul Sangkar, akan tetapi Raja mayitsura sontak mempengaruhi pikirannya sehingga berhenti melakukanya. Setelah itu Raja Mayitsura membawanya pergi Dewi Maharani

__ADS_1


Sementara itu dalam keadaan terluka parah Putri Aurora dan Drama Wadi jatuh lemas, dan berlinang kan air mata. Sedangkan Dewi Amora dan Praji Datra diam tanpa kata.


__ADS_2