
Drama Wadi dan Dewi Amora menuju kota baru dalam mencari Sangkar, sebab mereka mendengar kabar bahwa Sangkar pernah berbuat onar di kota itu. Akan tetapi, di pertengahan jalan mereka bertemu dengan pasukan Raja Gatra Pala, yang juga hendak menuju kota baru. Raja Gatra Pala saat itu bersama Marda Wira tangan kanannya, dan Meyan Patri Jendral baru Kerajaan Pesona Alam pengganti Dewi Amora, ia juga membawa dua belas Pengawal Pribadi.
" Dua orang penghianat kerajaan datang menjemput ajal " ucap Raja Gatra Pala saat bertemu dengan Dewi Amora dan Drama Wadi
" Mohon ampun Baginda Raja, biarkan lah kami untuk hidup damai " balas Dewi Amora
" Badebah ! bunuh mereka " suruh Raja Gatra Pala kepada para Pengawal Pribadi nya.
Para Pengawal Pribadi Raja Gatra Pala pun mengeroyok Drama Wadi dan Dewi Amora.
Salah satu pengawal raja gatra pala menghunus pedang nya ke tubuh Dewi Amora dari arah belakang. Dewi Amora sigap menghindar dengan menggerakkan tubuhnya ke samping kanan, kemudian ia meraih tangan Pengawal Pribadi Raja Gatra Pala itu, terus mematahkan nya. lalu ia memukul dada Sang Penyerang itu, hingga ia terlempar luka.
Setelah itu Dewi Amora meloncat tinggi, lalu mengarahkan tendangan kepada dua orang Pengawal yang datang menyerang pula, hingga mereka juga terlempar luka. Kemudian, ia melontarkan pisau beracun kepada tiga orang Pengawal lainnya dengan jitu. Ketiga Pengawal itu tewas di tempat.
Drama Wadi juga di serang dari belakang oleh dua orang Pengawal Pribadi Raja Gatra Pala. Drama Wadi tangkas salto belakang melewati dua orang itu, lalu memukul pundak mereka dari belakang, mereka pun terlempar luka. Kemudian dengan gerakan cepat, ia memukul dada dua orang yang datang menyerangnya pula. Sementara dua orang sisanya, ia lemparkan pisau beracun ketubuh mereka, lantas mereka tewas di tempat.
Kemudian, Meyan Patri menyerang Dewi Amora dengan jurus apinya, ia melontarkan gumpalan api kearah Dewi Amora. Dewi Amora tangkas menghindari serangan itu, lalu ia menyerang balik Meyan Patri.
Dewi Amora dan Meyan Patri berduel begitu dahsyat. Pukulan tangan dari Dewi Amora, dengan lincah Meyan Patri menangkisnya. Begitupun sebalik nya, serangan dari Meyan Patri selalu di tangkis dengan mudah oleh Dewi Amora.
Dewi Amora merubah gerakan nya, ia menendang berulang-ulang Meyan Patri dengan gesit. lalu ia menjadikan tangan Meyan patri yang menahan serangan nya sebagai tanjakan, terus dengan lincah ia salto belakang. kemudian, spontan menyemburkan racun dari jurus tapak beracun nya kearah Meyan Patri, hingga Meyan Patri terpapar keracunan.
__ADS_1
Sementara, Drama Wadi di serang oleh Marda Wira dengan jurus cakar mautnya. Marda Wira melontarkan cakaran kewajah Drama Wadi, namun dengan cergas Drama Wadi menahan telapak tangan Marda Wira, lalu cepat memukul dada Marda Wira. Akan tetapi, Marda Wira sontak menahan pukulan Drama wadi itu, terus mendorong Drama Wadi. Drama Wadi pun terdorong kebelakang.
Kemudian Marda Wira sontak melepaskan gumpalan api dari jurus tapak apinya, dalam menyerang drama wadi. Namun Drama Wadi cergas menangkis dengan gumpalan angin jurus tapak anginnya, hinga serangan Marda Wira tersebut musnah. Kemudian Drama Wadi mengeluarkan beberapa gumpalan anginnya, lalu menggerakkan nya mengelilingi tubuh Marda Wira. Marda Wira sibuk memperhatikan gumpalan angin tersebut, sehingga tidak sadar Drama Wadi datang menyerang dengan cakar mautnya, lantas ia terluka parah.
Melihat kekalahan para Prajurit nya, Raja Gatra Pala menjadi geram. kemudian ia mengeluarkan kekuatan alami ilmu apinya, lalu menyerang Dewi Amora dan Drama Wadi. Drama Wadi dan Dewi Amora pun di kelilingi lalapan api.
Kemudian Dewi Amora dan Drama Wadi bergegas akan melompat keatas pohon, namun tiba-tiba gumpalan api membesar hingga mengatapi mereka. Drama Wadi dan Dewi Amora pun terbakar panas api Raja Gatra Pala, hingga mereka terpapar luka bakar.
Melihat Dewi Amora dan Drama Wadi terpapar luka bakar, Raja Gatra Pala langsung meredakan lalapan kekuatan ilmu apinya. Sebab Raja Gatra Pala berniat akan menghukum Dewi Amora dan Drama Wadi di hadapan orang-orang istana, sebagai peringatan bagi yang lain, bahwa siapapun yang berkhianat akan di hukum mati.
Ilmu api adalah kekuatan ilmu alami keturunan dari Siluman Rubah yang biasa menguasai api secara leluasa, dan apa bila sudah sampai ke tahap sempurna ia tidak akan terbakar oleh api. Sementara jurus tapak api adalah hanyalah jurus dari para pendekar terdahulu yang hanya bisa mengeluarkan api dari gumpalan tangan. Begitupun dengan jurus tapak angin dan cakar maut hanya jurus turunan dari para pendekar masa lalu.
°•°
" Wahai para abdiku !. Tidak seorang pun yang bisa selamat, bagi siapa saja yang berkhianat dengan Kerajaan Pesona Alam " ungkap raja Gatra Pala di hadapan para abdinya.
" Sudra Tapa, lakukan tugasmu " suruh Raja Gatra Pala kepada tangan kirinya, pengganti Drama Wadi.
Sudra Tapa pun hendak melaksanakan tugasnya, ia akan menebas kepala Drama Wadi terlebih dahulu
" jangan, jangan " teriak Dewi Amora di iringi isak tangis
__ADS_1
Lalu kemudian, Sudra Tapa hendak menebas kepala Drama Wadi, Dewi Amora pun berteriak sekencang-kencangnya " tidakkk, tidakkkk " di campur emosi yang membara. Dalam keadaan teriak dicampur emosi yang membara, tiba-tiba mata Dewi Amora mengeluarkan sinar biru, lantas membuat orang-orang sakit mata dan gelap melihat.
Mendengar suara rintihan kesakitan dari Raja Gatra Pala, Sudra Tapa dan beberapa lainnya, Drama Wadi sontak berbalik menyaksikannya. Drama Wadi pun kaget, ketika melihat mereka merintih kesakitan mata
" siapa ya, yang melakukan hal ini ! " gumam Drama Wadi
Kemudian Drama Wadi cepat berbalik kearah Dewi Amora. Ia pun makin kaget, ketika melihat Dewi Amora menggunakan mata biru.
Setelah itu, Drama Wadi tidak berpikir panjang lagi, sontak berusaha melepas ikatan tangannya. Ia menendang golok yang di pegang Sudra Tapa, hingga goloknya terlontar keatas. Lalu ia melompat menyambut golok itu dengan berbalik belakang, kemudian ia menindih golok itu di sebuah tiang, akhirnya ikatan tangan Drama Wadi pun terbuka.
Kemudian Drama Wadi mengambil golok Sudra Tapa tadi, lalu bergegas melepaskan tali ikatan tangan Dewi Amora. Setelah tali pengikat Dewi Amora terlepas, Drama Wadi mengambil tubuh Dewi Amora, lalu mengendongnya berlari pergi dari tempat itu.
Selepas pergi Dewi Amora dan Drama Wadi, Raja Gatra Pala serta para pengikut nya yang terkena mata biru Dewi Amora, tersadarkan. Sementara itu, para pengawal yang tidak kena kekuatan mata biru Dewi Amora, dari tadi masih tercengang karena menyaksikan kekuatan mata biru Dewi Amora tersebut.
" Ternyata Dewi Amora juga keturunan dari Siluman Rubah, akan tetapi siapa orang tuanya " Gumam Raja Gatra Pala
<<
Drama Wadi berlari sambil mengendong tubuh Dewi Amora, saat itu tubuh Dewi Amora sangat lemas dan terluka, akibat kekuatan ilmu alami yang tidak disadari nya bangkit mendadak.
" konon kata nya, mata biru merupakan kekuatan alami dari keturunan siluman rubah !. Itu berarti Dewi Amora adalah keturunan dari Siluman Rubah " gumam Drama Wadi sambil membawa lari tubuh Dewi Amora.
__ADS_1
Mata biru adalah kekuatan alami dari Siluman Rubah yang bisa menggelapkan penglihatan orang dan apa bila sudah sampai ketahap sempurna bisa membuat sakit mata sasarannya juga bisa menembus pandang.
Setelah merasa aman dari Kerajaan Pesona Alam, Drama Wadi menghentikan lari nya. Kemudian ia menyandarkan tubuh Dewi Amora kesebuah pohon, lalu beristrahat. Setelah itu, Drama Wadi pergi mencari air.