
lagi-lagi setiap orang yang melihat tanda di tubuh Sangkar pasti akan kaget, begitu pula dengan eyang rumbis. Namun setelah itu, eyang rumbis tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk mengobati sangkar. Sebab eyang rumbis pernah hampir mati karena di bantai oleh Dewi seruni. akan tetapi, eyang rumbis juga mengenal tanda lingkaran cahaya putih di tubuh sangkar itu. Dia adalah orang yang menolongnya saat hampir mati di bantai oleh Dewi seruni.
Lama berpikir akhirnya eyang rumbis mau mengobati sangkar. Bagaimanapun tanpa pengobatan Bima darma ia akan tewas dulunya. Lagi pula setelah kejadian itu, Dewi seruni telah menjadi istri Bima darma pungkasnya.
°•°
Drama wadi masuk mengendap-endap di dalam istana pesona alam. Ia mencari tahu di mana ibunya di kurung, akan tetapi saat melewati pusat istana ia melihat ibunya di gantung di atas pohon. Drama wadi tidak bisa menahan emosinya, ia langsung melepaskan ibunya lalu menangisinya. Drama wadi akhirnya terperangkap dengan jebakan istana, kemudian ia di kurung di bawah tanah.
Hampir tiap hari drama wadi mengalami siksaan orang-orang istana. Mereka selalu menanyakan keberadaan Sangkar, sebab bagi mereka orang yang memasuki wilayah terlarang pesona alam adalah orang yang ingin menguasai dunia. Karena di dalam wilayah terlarang itu tersembunyi kitab-kitab Kanuragan para tetua pesona alam.
Drama wadi sudah pasrah dirinya akan tewas di dalam penjara itu, akan tetapi tengah malam seorang bertopeng datang menyelamatkannya. Lalu seorang bertopeng itu menuntunnya di sebuah jalan rahasia agar ia bisa keluar dari dalam istana.
Meskipun sang penolong itu memakai topeng, Drama wadi mengetahui siapa dirinya
" Tidak perlu tutupi wajahmu, aku tau kau Dewi Amora " ujar drama wadi.
Dewi Amora pun melepaskan topengnya.
" Kenapa kau menolong aku ? " tanya Drama wadi.
" Kau tidak perlu tau apa alasannya ! segeralah tinggalkan kota ini " Jawab Dewi Amora, lalu ia pergi.
Dewi Amora dari dulu memendam rasa cinta kepada drama wadi, akan tetapi drama wadi orang yang tidak peka dengan cinta, hingga ia tidak mengerti dengan perasaan Dewi Amora itu.
•°•
__ADS_1
Kesehatan sangkar akhirnya telah membaik, racun di tubuhnya berhasil di musnahkan. Kemudian eyang rumbis menguji kemampuan sangkar. Ia mengajak sangkar untuk bertarung. Selama pertarungan eyang rumbis heran, tidak satupun jurus dari sangkar berasal dari ayah maupun ibunya. Malah jurus yang di gunakan sangkar adalah jurus dari dewi maharani.
" Kenapa satupun kamu tidak memiliki jurus dari kedua orangtuamu ? " tanya eyang rumbis
" Aku tidak sempat berlatih jurus dari mereka, kedua nya meninggal sewaktu aku masih kecil " ungkap sangkar.
" Tidak mungkin ! Bima darma dan Dewi seruni adalah pendekar tanpa tanding " pungkas Eyang rumbis kaget
sangkar pun menceritakan semua kejadian di masa lalunya sedetail- detailnya
" Ternyata rumor penyegelan ilmu Bima darma dan Dewi seruni itu benar " pungkas Eyang rumbis setelah mendengar cerita sangkar
" Lalu kenapa kamu bisa menguasai jurus tapak maut dari dewi maharani, sementara meskipun dewi seruni dan Dewi Maharani adalah kakak beradik, Saat itu mereka telah menjadi musuh bebuyutan ? " tanya lagi Eyang rumbis
" lalu ayahku di mana sekarang " tanya Drama wadi yang tiba-tiba muncul dari belakang dengan kondisi luka parah
Sangkar berdiri menyambut drama wadi, lalu memapahnya. kemudian, Sangkar memberi tahu dan menceritakan tentang Gatot brama kepada Drama wadi.
•°•
Putri Aurora tiba di kerajaan langsung menemui ibunya, kemudian menceritakan pertemuannya dengan sangkar. Selir Puspa terperanjat dengan cerita Putri Aurora itu, Lalu ia menyuruhnya untuk melukis bentuk fisik wajah Sangkar. Setelah melihat gambar lukisan Putri Aurora, selir puspa tertegun. Bentuk muka Sangkar seperti hidung, bibir dan telinga serta alisnya mirip Bima darma sementara matanya mirip Dewi Seruni.
Selir Puspa meminta kepada Putri Aurora agar membunyikan hal itu kepada siapapun. Sebab Bima darma, istri serta keturunannya adalah musuh bebuyutan kerajaan. Sehingga siapapun yang melihat mereka wajib membunuhnya.
" Maaf nyonya ! baginda Raja datang menemui anda " ungkap seorang pelayan Selir Puspa datang memberitahu
__ADS_1
Selir Puspapun segera menemui baginda raja. Dengan serba hati-hati dan penuh kasih sayang, selir puspa melayani raja.
" Aku kesini hanya mau bertanya kembali, apa benar kau tidak memiliki ilmu tanpa akal ? " tanya baginda Raja
" Aku tidak berani berbohong kepada baginda Raja, ilmu tanpa akal hanya di miliki oleh adik aku, bima darma " jawab Selir Puspa
" Ya sudah kalau begitu ! akan tetapi, beritahu aku bagaimana cara agar bisa memiliki ilmu tanpa akal tersebut " tanya lagi Raja Surya agung
" Ilmu tanpa akal hanya bisa di miliki oleh keturunan peri putih, kecuali raja menghisap darah dari mereka yang memiliki ilmu itu, baru bisa memiliki nya " jawab Selir Puspa
Setelah itu, sang Raja meninggalkan kediaman selir Puspa. Terus kemudian, ia menyuruh beberapa mata-mata untuk memata-matai Selir Puspa dan Putri Aurora, Sebab raja tidak percaya lagi dengan ungkapan selir Puspa barusan.
" Baginda Raja kekeh sekali ingin menguasai ilmu tanpa akal, Sebaiknya aku harus berhati-hati ? " gumam Selir Puspa
•°•
Sangkar dan Drama wadi akhirnya berkelana berdua, mereka berjanji akan menumpas setiap penjahat. Setelah beberapa saat berjalanan, mereka melihat beberapa bandit merampok warga, hingga mereka bergegas menumpas para bandit itu.
Kemudian setelah itu, Sangkar dan Drama wadi di hadang oleh pengawal istana pesona alam yang di kepalai Marda wira tangan kanan Raja Gatra pala. mereka mengepung Sangkar dan Drama wadi, hingga pertarungan terjadi. sangkar melawan para pengawal Marda wira, semetara Drama wadi duel dengan Marda wira.
Sangkar dengan cepat melumpuhkan para pengawal Marda wira, setelah itu ia bergegas membantu drama wadi. Sangkar menyerang marda wira dengan jurus tapak mautnya namun malah terluka oleh jurus cakar maut Marda wira. Jurus cakar maut marda wira selain melukai sangkar juga merobek sebagian pakaiannya. Robeknya pakaian Sangkar itu bersamaan munculnya raja Gatra pala, hingga ia melihat tanda di tubuhnya. Raja Gatra pala terkejut dengan tanda di tubuh sangkar itu, lalu spontan menyerang sangkar dengan semburan api dari jurus tapak apinya.
Melihat sangkar di serang tiba-tiba oleh Raja gatra pala, Drama wadi sontak menggunakan jurus tapak anginnya untuk menangkis serangan itu. Sementara Marda Wira melayangkan cakar mautnya ke dada Drama wadi, akan tetapi sangkar sigap menahannya. Lalu sangkar gesit menggunakan gerakan dasar kuat yang di ajarkan ayahnya, kemudian menghantam dada marda wira. Akhirnya Marda wira tersungkur luka oleh pukulan Sangkar tersebut.
Sementara itu, Raja Gatra pala ancang-ancang mengeluarkan ilmu apinya, namun Drama wadi tangkas melempar senjata asap beracunnya ke arah mereka, hingga Raja Gatra pala dan para pengawalnya tak bisa menyerang karena harus bertahan dari racun asap itu. kemudian Sangkar dan Drama wadi melarikan diri dari mereka.
__ADS_1