Legenda Pendekar Sangkar

Legenda Pendekar Sangkar
episode 6 ( pertemuan dengan putri duyung abadi )


__ADS_3

" Sekian lama mencari keberadaan mereka, akhirnya terdengar juga kabarnya" pungkas Raja Mayitsura dengan muka geram, setelah melihat selebaran tengtang Sangkar.


" Tangkap anak Dewi seruni itu, lalu bawa kemari " lanjut Raja Mayitsura dengan memerintahkan


" Ayah biarkan aku turut membantu, agar mudah menangkap anak Dewi seruni itu " minta Dewi Maharani


" Aku juga ayah " timpal Dewi Arini


" Mengapa kamu harus ikut-ikutan, bukankah ilmu hipnotismu tidak berpengaruh dengan ilmu tanpa akal " ungkap Dewi Maharani


" Akan tetapi, mata iblis ku masih bisa berfungsi melihat masa lalu anak itu. Dengan begitu, aku bisa mengetahui keberadaan Dewi seruni dan Bima darma " jawab Dewi Arini membela diri


" Lalu kamu sendiri bagaimana ! bukankah ilmu perasaanmu tidak mampu mempengaruhi ilmu tanpa hati ! " lanjut Dewi arini


" Sombong kamu ! Akhir-akhir ini, aku sangat curiga denganmu, setiap sedang bersamaku selalu mengosongkan perasaan mu " ungkap lagi Dewi Maharani


" Aku juga curiga dengan mu ! setiap kau berbicara dengan aku, selalu menghindari mataku " balas lagi Dewi arini


" Hentikan pertengkaran kalian " bentak Raja Mayitsura


Merekapun langsung terdiam, hingga seketika suasana menjadi hening.


" Jika benar-benar kalian ingin menangkap anak Dewi seruni ! Ayah mengizinkan kalian berdua " lanjut Raja Mayitsura dengan nada datar.


Dewi Seruni dan Dewi Arini sangat senang hati dengan keputusan ayahnya itu, sebab mereka akhirnya bisa keluar bebas dari istana tanpa harus uring-uringan dari ayahnya.


Selepas Dewi Maharani dan Dewi Arini, Raja mengutus Yuanki jendral perang istana untuk mengikuti mereka. Raja sudah lama mencermati mereka, Setiap menghadap kepadanya selalu mengosongkan pikiran mereka. Terutama Dewi Maharani, semenjak Raja menguasai ilmu pikiran, ia sudah seperti itu.


•°•


" Ahhk " pekik


Sangkar kaget ketika ia sadarkan diri telah berada di kamar yang begitu indah.


" Kamu sudah sadar ya ? " tegur seorang wanita yang tahu-tahu sudah berada di belakangnya


" Kamu siapa " tanya Sangkar


" Aku putri duyung abadi, tidak sengaja menemukanmu tenggelam di dasar danau " ungkap nya.

__ADS_1


" Awalnya aku tidak mau menolong, akan tetapi tiba-tiba aku merasa tidak enak dengan peri putih dan peri hitam, sehingga aku melakukan nya. " Lanjut Putri duyung


" Maksud kamu apa ? " tanya Sangkar


" Darah kamu berbaur antara keturunan darah peri putih dan peri hitam. akan tetapi aku tidak mengerti, Mengapa kekuatan alami kamu terserang racun dan api panas seperti itu, hingga tidak bisa untuk berpotensi " ungkap putri Duyung abadi


Sangkar bingung dengan ungkapan Putri duyung abadi itu, ia tidak mengerti maksud dari semua perkataan nya.


" Bergegaslah, aku akan membawamu kepermukaan " pungkas Putri duyung abadi


•°•


Raja Surya agung mengutus para pendekar istana untuk mencari dan membunuh sangkar. Pendekar yang di utus adalah pendekar terbaik pilihan istana. Salah satu dari pendekar itu adalah Brima yin, mata-mata selir Puspa selama ini.


Para pendekar kerajaan lembah damai berjalan menuju desa batu, sebab informasi terakhir yang di peroleh bahwa sangkar berada di daerah tersebut bersama Drama wadi mantan tangan kiri Raja Gatra pala.


Putri Aurora diam-diam mengikuti rombongan pendekar istana itu. Ia menyewa kusir, lalu berpura-pura sebagai pedagang kain yang akan ke kota pesona alam dan kota tanah abadi.


Di dalam perjalanan Putri Aurora asik melamun di dalam kereta, hingga tanpa di sadari ia ketiduran. Setelah sadar dari tidurnya putri aurora kaget, kenapa tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya. Ternyata pangeran Arya samba membawanya kembali pulang.


" Aku tau kau diam-diam mengikuti rombongan pendekar istana, untuk menolong sangkar " ungkap Pangeran Arya samba kepada Putri Aurora


" Maksud kakak apa ? " Jawab putri Aurora tegang


Putri Aurora pun tidak bisa mengelak, ia hanya bisa diam.


°•°


Di bawa terik matahari pagi, Dewi Maharani menjemurkan badan. Ini pertama kali ia keluar istana pasca kekalahan mereka bertempur dengan kerajaan lembah damai dulu. Dengan di warnai kicauan burung yang merdu, ia menikmati hari dengan begitu bahagia.


Nikmatnya hembusan angin sepoi-sepoi membuat matanya tertutup kantuk, lalu ketiduran. Dalam tidurnya, tiba-tiba ia bermimpi tentang Bima darma dan Dewi seruni sedang berpelukan, sehingga sontak ia bangun dari tidurnya.


Setelah terbangunkan, jiwanya berubah marah dan begitu emosi


" Dewi seruni ! dulu kau menghancurkan hati dan perasaanku dengan mengambil Bima darma dariku. Maka hari ini aku datang menghancurkan kebahagiaan kalian berdua. aku akan membunuh anak kalian, sangkar ! " gumam Dewi Maharani raut muka yang ganas dan mata melotot.


Dalam keadaan marah, para gerombolan kecil datang mengganggu nya, Mereka merayu dan mengajak kencang diri nya. Maka Sekaligus untuk melampiaskan kemarahannya, Dewi maharani melibas mereka dengan selendang iblisnya tanpa ampun.


Setelah menghabisi para gerombolan itu, Dewi maharani pergi mencari makan. saat itu ia masuk di sebuah kedai kecil, dengan memesan makan yang mahal di tempat tersebut. kala itu orang-orang pengunjung kedai itu, banyak yang tertegun dengan kecantikannya.

__ADS_1


" Bukankah itu Dewi maharani ! " ucap tamu 1 kepada teman-temannya.


" Ngawur kamu ! saat aku masih kecil saja dewi maharani sudah dewasa, apalagi sekarang " jawab tamu 2


" jangan salah kamu ! konon katanya setiap keturunan siluman, jika belum menikah maka akan tetap awet muda . Sementara dia adalah keturunan peri hitam " ungkap tamu 1.


" Lalu tau dimana kamu, kalau gadis itu Dewi maharani ?" tanya tamu 3.


" Aku tidak akan pernah lupa dengan wajah itu, dialah yang menumpas desa kami dahulu bersama Dewi seruni " jawab tamu 1


" Cantik-cantik kok jahat " tutur tamu 3


" sttt " peringat tamu 2, agar tidak kencang-kencang ngomongnya.


Dewi maharani merasakan sedang ada beberapa orang yang kesal dengan dirinya, lalu ia perhatikan sekeliling. Setelah ia cermati, ternyata mereka adalah tiga orang yang membicarakannya tadi.


Tanpa basa-basi Dewi maharani menyerang tiga orang itu dengan selendangnya. Kemudian Dewi seruni menyergap mereka dengan pukulan perasaannya, hingga mereka kejang-kejang kesakitan.


Sementara itu, para tamu yang lain telah berhamburan, mereka lari terbirit-birit ketakutan.


•°•


Di pinggir pantai yang indah, di warnai dengan desir suara ombak, sangkar duduk termenung. ia masih memikirkan ucapan Putri duyung abadi itu. ia merasa dirinya selalu mendapati hal-hal yang aneh.


Selagi terlarut dalam lamunan sebuah suara mendarat di telinganya


" Sedang memikirkan apa kamu ? " sapa suara itu


Sangkar langsung menghentikan lamunan nya dan menoleh kearahnya.


" Putri duyung abadi ! " ucap sangkar


" Apa ini milikmu " sambil memperlihatkan kitab mini kepadanya


" Ya ampun ! hampir saja aku menghilangkan nya " pungkas sangkar tercengang


" Kitab sepenting ini ! harusnya kamu simpan baik-baik, jangan sampai jatuh ketangan orang lain " ungkap Putri duyung abadi sambil menyodorkan kitab itu kepadanya.


" Aku pergi dulu ! " lanjut Putri duyung abadi berpamitan

__ADS_1


Selepas pergi nya putri duyung abadi, Sangkar langsung teringat pesan ibunya


"Simpan baik-baik kitab ini, ini hasil perpaduan cinta ibu dan ayahmu, jangan biarkan jatuh ke tangan siapapun "


__ADS_2