Legenda Senopati Terakhir

Legenda Senopati Terakhir
Mitos Pusaka Legendaris


__ADS_3

Feng Shui lebih dulu netral karena dia merupakan pengguna elemen api tingkat tinggi. Meski tubuhnya membeku, kanuragan dalam tubuhnya masih bergejolak. Zirah api milik Feng Shui berhasil mencairkan es yang airnya membanjiri bangku pojok baris kedua.


Pinanggih Anom yang hanya menguasai ilmu berpedang, tidak bisa menggerakkan tubuhnya selama beberapa detik. Dia lantas minta bantuan anggota Asrama Pedang Merah lain untuk mengeluarkan semburan api.


“Sialan, Jagaraksa, pertarungan kita diadakan dua bulan lagi, kenapa kau malah menyerangku?” ujar Pinanggih Anom kala es yang mengurungnya jadi air mengalir.


Ini aneh.


Keheranan tidak hanya dirasakan oleh Ki Aluna dan Prabu Jangkar Turi.


Mahesa dan Arjuna hanya bisa menatap nanar. Sosok Feng Shui yang selama ini misterius, tiba-tiba diserang Pinanggih Anom yang terkenal suka membuat onar dan membahayakan murid-murid lain.


Selama tiga tahun menjadi murid Lembah Seratus Pedang, Feng Shui dikenal sebagai pribadi pendiam dan hampir tidak pernah bicara. Sifat pendiamnya jauh lebih parah dari pada Ki Jagaraksa. Bahkan, dia hanya memiliki dua teman saja.


“Ini akal-akalan Pinanggih Anom,” kata Mahesa. “Dia ingin menarik perhatian para tetua dan membuktikan bahwa kedigdayaannya di Lembah Seratus Pedang tidak bisa disaingi siapapun, termasuk diriku.”

__ADS_1


Kemudian, Mahesa meneruskan, “Jika saja Feng Shui bertarung serius, aku yakin Pinanggih Anom kalah hanya dengan tiga serangan. Dia pendekar berbahaya. Ilmu berpedangnya jauh di atas rata-rata pendekar lain. Belum lagi, dia pengguna elemen api tingkat tinggi yang bisa dia alirkan ke setiap benda yang sedang dia bawa.”


“Sudah, jangan berpikiran buruk, kita harus segera membantu Ki Jagaraksa sebelum tetua dua kembali ke sifatnya yang dulu, bengis nan kejam!” Arjuna melempar pedangnya ke udara hingga jatuh cahaya pedang-pedang kecil berwarna kebiruan.


Segel pedang terbentuk mengelilingi Pinanggih Anom, kakinya tiba-tiba mati rasa dan dia tidak bisa berdiri tegak.


“Gravitasi, Arjuna sialan!”


Pinanggih Anom sadar yang memiliki energi gravitasi hanyalah Arjuna. Dia tidak bisa berbuat banyak. Terpaksa dia harus menyerah karena jurus Segel Pedang Cakra milik Arjuna tidak bisa dihentikan siapapun. Selama Arjuna tidak menggerakkan tubuhnya, Pinanggih Anom mengalami hal yang sama.


Raden Bratasena datang bersama Datuk Lembu Sora dan Ki Seno Aji, dua pendekar terkuat yang digadang-gadang memiliki kekuatan setara dewa.


Ki Seno Aji terutama, dia adalah ketua Serikat Pendekar Nusantara sekaligus sosok utama yang berperan besar dalam pembebasan Nusantara enam puluh tahun lalu.


Nusantara pernah diserang pendekar Tiongkok yang mengincar pusaka legendaris di puncak Gunung Lawu, tepatnya di Kawah Condrodimuko. Pusaka itu digadang-gadang sebagai pusaka terkuat yang bisa menandingi kekuatan Pedang Kalacakra milik Sadewa Pasha.

__ADS_1


Menurut cerita yang beredar, Pedang Kalacakra dan Pusaka Pedang Naga adalah dua senjata yang diciptakan Sang Hyang Widi untuk membasmi seluruh kejahatan di bumi.


Dewa Pasha yang juga disebut Dewa Penjaga mendapat jatah Pedang Kalacakra yang memiliki elemen utama api dan angin. Pedang ini memiliki kelebihan dalam pertahanan dan serangan, bisa membelah darat serta laut, juga menyegel kekuatan hitam iblis di dunia.


Sedangkan Pusaka Pedang Naga diberikan kepada seorang dewa yang berjuluk Dewa Kematian, dia adalah Bunar Kumbara.


Mitos tentang Pusaka Pedang Naga sampai saat ini masih belum diketahui banyak orang.


Beberapa mengisahkan kalau Pusaka Pedang Naga adalah pusaka yang hilang sejak awal mula kanuragan dan chi ada di dunia ini. Yang lainnya mengatakan kalau Pusaka Pedang Naga adalah satu-satunya pusaka yang bisa memanggil siluman terkuat di dunia, Siluman Naga Sulong.


Naga Sulong merupakan naga yang didewakan orang-orang Tiongkok.


Satu semburan siluman ini bisa meluluh-lantahkan Nusantara hingga menimbulkan tsunami besar yang bisa menenggelamkan seperdelapan dunia. Semburan apinya berwarnakan hitam, hanya bisa dipadamkan sang pengguna jurus.


Datuk Lembu Sora sendiri adalah wakil dari Ki Seno Aji, dia pemilik mustika cokelat yang berelemenkan tanah. Setiap pewaris mustika cokelat dianugerahi jurus Tapak Emas yang konon bisa menghancurkan satu kerajaan dalam sekali kedipan mata.

__ADS_1


__ADS_2