
"jangan " ucap darren
"hey kamu tertembak, aku harus memanggil ambulans" jawab elsa
"tak perlu, kamu harus ingat jangan teledor dalam situasi seperti ini" tegas frey
"apa kamu bilang?, kamu yang membuat pria itu datang kesini, karena apa? karena aku yakin itu adalah salah satu dari geng tadi pagi, mereka berfikir aku adalah istrimu! paham?" bentak elsa
darren tak menggubris elsa, ia berjalan menghampiri frey dan theo, frey sudah mengubungi pihak kepolisian untuk mengamankan 2 penjahat tsb
elsa yang jengkel melihat darren meninggalkannya mengehempaskan kedua kakinya kelantai resto itu.
"bagaimana?" tanya darren
"amat letnan, semua beres" jawab frey dan theo bersamaan
"lily baik baik saja frey, maaf aku tak bisa menangkapnya tadi" jelas darren
"**ha? aku tak menanyakaa"
"sudah lah frey, dari mata mu saja kau sangat mengkhawatirkan lily**"
frey tak menjawab ucapan darren, frey tak mau melihat lily, air matanya ingin jatuh saat melihat cinta pertamanya itu
elsa memandang lily dengan kebingungan, lily terlihat sangat tenang, tak ada ketakutan diwajahnya
__ADS_1
"ly,? kamu baik baik aja kan?" tanya elsa
"ya el" singkat lily
"kamu ingin tau ly, mereka selalu membuat darah ku naik seketika " oceh elsa
"ya, sma el" jawab lily
ponsel lily berdering, ia mengangkat ponselnya dan melangkah sedikit jauh dari elsa,
saat panggilannya slesai, lily memberi tau elsa bahwa ia harus kembali kerumah sakit karena ada pasien yang harus segera ditangani nya, elsa menganggukan kepalanya dan membayar makanan mereka.
lily meninggalkan elsa diresto tsb, elsa berdiri menatap keberadaan darren, ia langsung memutar tubuhnya,
"hey gadis ceroboh" panggil darren menghampiri elsa
"**ya, selalu ceroboh "
"kamu yang ceroboh, bahkan kamu sengaja menjatuhkan ku barusan hanya ingin memelukku**" ketus elsa
"hey, yang menarikku tadi kamu , kenapa menyalahkanku" jawab darren
"huh terserah kamu saja!" jawab elsa meninggalkan darren, darren dengan sigap menarik tangan elsa dan langsung menghadap darren, elsa terkejut bukan main atas kelakuan darren
"letnan daren alexi bastian, katakan maumu apa ha? aku mau pulang!" bentak elsa yang mengerti nama darren dari seragamnya itu
__ADS_1
"aku akan mengantarmu" jawab darren
"apa? gak usah aku bawa mobil sendiri" jawab elsa dengan wajah terkejutnya
darren mengambil kunci mobil elsa, danlangsung menarik tangan elsa keluar dari resto itu, elsa masih tak habis pikir dengan kelakuan darren.
setelah berada didalam mobil elsa, elsa masih dengan tatapan yang teramat jengkel kepada darren, darren menanggapinya dengan senyuman tipis yang menambah ketampanan darren dan langsung menjalankan mobil elsa.
"maumu apa? aku tak mengerti!" tanya elsa
darren tak menjawab pertanyaan elsa, ia fokus mengendarai mobilnya.
"jawab!" ucap elsa
"maafkan aku" jawab darren
"huh manusia aneh" ketus elsa
tak lama darren smpai dirumah elsa, darren turun dari mobil dan langsung menuju pintu rumah elsa, elsa masih menatap bingung kearah darren
"bagaimana manusia aneh itu bisa tau rumahku" gumam elsa yang ikut turun dari mobilnya, elsa menghampiri darren yang sudah berdiri tegap di pintu rumahnya.
"hey manusia aneh, bagaimana mungkin kamu tau rumahku? ha?" tanya elsa, darren hanya menatap elsa dengan senyumnya
"aku ingin mampir dan bertemu mama mu" jawab darren
__ADS_1
"huh!" jawab elsa sembari menggelengkan kepalanya