
"apa yang .membuat mu menangis jendral?" tanya darren
"ha menangis? cehaha kau ini aku tak mungkin menangis " jawab jendral john mengelak dengan menghapus airmatanya.
"hm tenang saja jendral, aku tak akan mmberi tau pasukan KOPPASUS mu" ucap darren
"ha? hehehe " jendral john tertawa kecil, namun dari suara dan matanya jendral tak bisa membohongi darren, darren mengerti jendralnya itu sedang mengingat sesuatu, batinnya seperti tertekan.
"dulu, keluargaku sangat harmonis" ucap jendral, mereka terdiam sebentar, darren langsung menghadap ke arah jendral.
"aku bersama anak istriku, dan kakak lelaki ku beserta anak istrinya juga selalu bersantai keluar sekedar menikmati angin malam, melihat bintang dengan indahnya, hiks hiks namun semua sudah tak bisa terulang kembali" tangis jendral pecah, ia amat terpukul dengan kenangan indah nya itu
"kenapa jendral?" tanya darren
"semua salahku hiks hiks " jawab jendral john
"seharusnya waktu itu aku mendengarkan istri ku,membelikan mainan untuk anakku, dan pergi bersantai bersama keluargaku " sambung jendral john
__ADS_1
flasback
("apa kau akan keluar kota pa?" tanya istri john
"ya, jagalah kesehatan mu selama aku keluar " ucap john
"em tapi besok kan malam tahun baru, e aku ingin kita pergi bersama" *ucap istrinya
"tapi aku harus keluar kota sayang, aku harus menemui geng itu, aku sudah mendapatkan titik keberadaan mereka, ku harap kau mengerti* " ucap john
"sayang firasatku selalu mengatakan, bahwa orang yang menelvonmu itu hanya mengerjaimu" rengek istri john
"mereka akan pergi kesini sayang, mereka akan membuat kekacauan dikota ini, tolong jangan pergi" tangis istri john
"papa, papa jangan pergi, aku ingin menyambut tahun baru bersama mu, aku ingin membeli makanan, mainan, bersamamu " pinta anak john yang masih sekolah dasar itu dan lngsung memeluk john dengan mata berkaca kaca
"sayang , papa harus pergi, jagoan papa jaga mama ya, kalau terjadi apa apa dengan mama aku akan menyubitmu" jawab john dengan senyumnya, anak john menganggukan kepalanya.
__ADS_1
john langsung memeluk anak istrinya dan langsung bergegas pergi dari rumah itu")
"lalu apa yang terjadi?" tanya darren
"esoknya setelah aku sampai disana, aku tak menemukan mereka, mereka mengelabui ku, aku teringat ucapan istriku, saat aku ingin pergi ada yang memukulku dari belakang, aku tak ingat, namun ada orang baik yang menolongku mereka bilang aku tak sadar selama 2 malam, aku ingin menghubungi istriku, namun ponselku lowbatt," ucap jendral john
"aku bergegas pulang ke jakarta, namun apa yang kudapati, aku hiks hiks, ......
anak istriku, kakak lelakiku, semua menjadi korban penembakan geng itu, sekarang hanya tersisa adik iparku dan anak perempuannya" tangis jendral semakin keras, ia memegang bajunya dengan sangat kuat
"aku menyesal darren, hiks hiks, aku menyesal , aku tak berguna untuk anak istriku " ucap john
"tidak jendral, kau sudah berusaha, niatmu sudah istimewa, kau tak boleh hidup dengan penyesalan, kenanglah anak istrimu dan kakak lelakimu didalam hatimu, ingatlah hal istimewa yang pernah kau lalui bersama mereka " ucap darren menenangkan jendral
"ya, kau selalu bisa membuat hati orang lega" jawab john
"kau sudah ku anggap ayahku jendral" ucap darren
__ADS_1
"aaa? haha kau berarti anakku ya?" jawab john, mereka pun tertawa bersama sembari menatap bintang itu