
"sudah lah Darren, mereka hanya salah target" ucap Elsa menenangkan Darren
"haha, mereka sangat bodoh, bodoh bodoh bodoh!!" teriak Darren, ia memukul stang mobil berulang kali, Darah nya naik seketika mengingat gadis pujaannya di perlakukan tidak layak oleh orang lain
Elsa terus memandang Darren, ia tersenyum melihat tingkahnya, entah kenapa ada kebanggan didalam hati Elsa
"***ya, aku yakin Darren benar benar mencintaiku, andai kamu tau Darren aku sangat mencintaimu, saat ini ingin sekali ku memelukmu dan ku ungkapkan bahwa kamu benar dalam hatiku aku sangat mencintaimu** " gumam* Elsa dalam hati
"Bukan kah kepala mu pusing? kenapa kamu senyum senyum sendiri? Aaagghh kacau, apa ini efek dari jambakan wanita tadi, kalau benar aku akan mencarinya!!!" ucap Darren
"Darren bisa kamu ulangi panggilan yang tadi?" tanya Elsa
"panggilan tadi? yang mana?" tanya balik Darren
"Yang tadi saat kamu memeluk ku, entah kenapa aku sangat menyukai nya" jawab Elsa dengan senyum sumringah nya
"Aa yang memeluk mu? yang mana ? sepertinya aku lupa " jawab Darren dengan santai
"Huh menyebalkan " Elsa menekuk wajahnya, ia tak mau memandang ke arah Darren
Darren hanya menahan senyumnya melihat Elsa yang sudah merajuk itu
__ADS_1
"Sayang jangan lah melihat keluar, lihat aku yang ada disamping mu, aku akan tidak fokus menyetir mobil jika kamu tak memandangku, anggap saja pandangan darimu adalah konsentrasi ku dalam menyetir mobil" goda Darren
Elsa sudah senyum senyum di jendela pintu mobilnya, namun ia gengsi jika harus menoleh ke arah Darren
Darren menghentikan mobilnya dipinggir jalan, ia langsung menarik tangan Elsa, dan memegang kedua pipinya, Elsa memandang Darren dengan tatapan sok cueknya itu
"Sayang... apa kamu mendengar ku? sepertinya aku harus mengulangi ucapan ku yang tadi dengan cara lain" ucap Darren
"Maksud.." ucapan Elsa terpotong karena Darren langsung mengecup bibir Elsa dengan lembut
Darren melepaskan ciuman nya, ia memandangi wajah Elsa yang sudah memerah itu, Elsa langsung membuang pandangan nya, ia malu jika harus berlama lama bertatap mata dengan Darren
"Apa sekarang sudah dengar yang ku ucapkan barusan? entah kenapa jika tingkah mu seperti itu, aku semakin ingin mencium mu" Goda Darren
"**Hmm benar kah gadis cantik?"
"ya, sebaiknya bawa aku pulang sekarang** "
"**Hahaha, pandang lah aku, aku akan segera menjalankan mobilnya "
"Begini maksudmu? ayo jalan aku akan memandangmu Letnan tampan**" ucap Elsa yang langsung menoleh ke arah Darren
__ADS_1
Darren seketika kik kuk dipandang oleh Elsa, padahal dari tadi yang memaksa Elsa memandangnya adalah Darren sendiri,
"em ya, baik lah" ucap Darren
Sepanjang perjalanan Elsa terus memandang Darren, perjalanan mereka diiringi senyum manis dari Darren dan Elsa yang sama sama merasa gugup.
Sampailah mereka dirumah Elsa, Darren langsung memarkirkan mobil Elsa di bagasinya
"Ayo mampir, sepertinya mama sudah pulang " ajak Elsa, mereka berdua keluar dari mobil dan masuk kerumah Elsa
"Darren kamu duduk disini dulu, aku akan memanggil mama" pinta Elsa
"ya katakan padanya, menantu tersayang ingin bertemu " jawab Darren
"Mininti tirsiying" ejek Elsa dengan tawanya
"Hentikan tingkahmu , apa kamu ingin aku yang menghentikannya " bisik Darren
"Aaa tidak tidak, aku akan pergi memanggil mama, duduk lah daaaa" jawab Elsa yang sangat ketakutan melihat Darren
"Ma, mama Elsa pulang, Ma, mama Elsa pulang" teriak Elsa yang membuat Darren menahan tawanya
__ADS_1
"sungguh gadis yang menggemaskan, seorang guru tetapi tingkahnya melebihi anak didiknya" gumam Darren pelan