
"haha maksudku , aku ingin memarahi guru itu, huh dia selalu membuat kacau hari hariku" ucap darren terbata bata
"ehem" batuk theo
"kenapa kau memanggilnya guru cantik?" tanya frey
"ya, bukankah kalian yang selalu bilang gadis itu cantik, aku hanya ikuti alur saja biar kalian paham, benar kan?" jawab darren
mereka berdua menatap darren dengan tatapan ejekan maut
"heh kalian kenapa menatapku seperti itu? " tanya darren kebingungan
"aa tidak darren, apa kau sudah mulai menyukainya " tanya frey menyelidiki darren
"benar frey, dia sudah menyukai guru itu" lanjut theo
"suka? hahaa yang benar saja kalian ini huh" elak darren
"ya bahkan aku sangat menyukainya, sangat dan sangat" gumam darren dalam hati dengan senyum manisnya
"oooh baiklah darren, ini berarti kesempatan ku untuk mendapatkan hati gadis cantik itu, sangat sia sia jika aku melewatkan nya" ucap theo menggoda darren
"tidak! tidak ada yang boleh mendekatinya" tegas darren
__ADS_1
" haahaa kenapa darren? bukan kah kau bilang tak menyukainya, tapi kenapa kau melarang theo mendekatinya haa?" tanya frey
"benar frey, dia sungguh aneh" lanjut theo
"hem kalian harusnya sadar, gadis itu selalu saja membuat kekacauan, kalian bedua sangat lah beruntung , biar aku yang berkorban untuk kalian, aku terlanjur terkena kekacaunnya, aku mohon kalian jangan sampai terkena juga, aku sangat khawatir oke" jelas darren
"hmm benarkah?" tanya theo dengan tatapan yang teramat tajam
"ya benar, aku capek, aku tidur duluan " jawab darren dan langsung memejamkan matanya
"sejak kapan darren seperti orang oon?" tanya frey
"entahlah, aku juga mau tidur " jawab theo
rumah elsa
angin malam berhembus lumayan kencang, namun elsa masih saja duduk di balkon kamarnya,
elsa memegang kening yang tersikut oleh darren dicafe tadi, ia senyum senyum sendiri memikirkannya.
"ini sakit, namun saat aku mengingatnya ini berubah menjadi hal yang paling kusukai, aku menyukai hal yang menyeramkan saat didekatnya, hmm lelaki yang hebat" ucap elsa pelan
" hm apa aku jatuh cinta?"
__ADS_1
"hah, mana mungkin, selera ku tinggi tak berbanding dengan lelaki aneh itu"
"ya, mana mungkin dia cinta pertama ku, haha lily pasti mengarang" oceh elsa yang sedang sedirian itu.
"kalau mungkin gimana?" tanya mama elsa dan langsung memeluk anak tersayang nya itu.
"mama? sejak kapan mama disini?" tanya elsa yang cukup terkejut akan kehadiran mamanya itu.
"barusan, anak mama kok belum tidur? hayo pasti sedang memikirkan letnan darren alexi bastian " goda mama elsa
"haa? sejak kapan mama tau namanya?" tanya elsa
"ada deh" jawab mamanya
"ma? bukan kah anak dan istri oom meninggal karena oom pergi keluar kota? oom kan TNI bahkan dia tak bisa melindungi papa dan anak istrinya" tanya elsa
"nak berhentilah berfikir ini semua salah oom mu, ia pergi dengan niat menyelamatkan semua orang termasuk anak istrinya serta papa mu, semua itu takdir tuhan sayang " jelas mama elsa
"ma? apa mama tak membenci seorang TNI ? tanya elsa
"mama tak pernah membenci TNI, mereka berjuang menyelamatkan negara, berjuang mati matian menjaga perdamaian dengan negara tetangga, pengorbanan mereka sangat besar sayang " jawab mamanya
"mama bukankah tau resikonya? kenapa mama malah setuju kalau elsa menjadi istri dari seorang PASUKAN KOPPASUS?" tanya elsa lagi
__ADS_1
"hmm, nak dari pertama mama melihat darren, entah kenapa mama selalu yakin dia adalah orang yang akan selalu menjaga mu, saat itu dia melindungi mu padahal mengenalmu saja tidak, ekspresi wajah darren berbeda sayang " jelas mama nya lagi