
"hiks hiks aku rindu papaku, kenapa dia sangat cepat meninggalkanku Darren? hiks hiks, bahkan ia ingkar janji, ia tak membawaku 2 hari sekali ke tempat ini lagi " ucap Elsa dengan tangis yang sangat keras,
Darren yang melihat Elsa menangis tak sampai hati dengannya, Darren merasa bersalah karena membawa Elsa ke tempat yang penuh dengan kenangan bersama papa tersayangnya itu,
"maafkan aku Elsa" ucap Darren
"hiks hiks, papa Elsa rindu," tangis Elsa yang masih memeluk Darren
"Hmm Elsa? apa kamu tak ingin main didepan sana?" ajak Darren kepada Elsa dengan menunjuk pinggiran laut yang sangat indah
Elsa melepaskan pelukannya, ia memandang ke arah laut dan menoleh ke arah Darren dengan menganggukan kepalanya, pertanda Elsa setuju dengan ajakan Darren
Darren tersenyum kepada Elsa, ia menghapus air mata Elsa dengan lembut, Darren berdiri dan menggandeng tangan Elsa, ia membawa Elsa ke pinggir laut dan mengajaknya untuk bermain air
Mereka berdua langsung terlihat akrab, Elsa tak malu lagi menunjukan sikap aslinya yang begitu ceria didepan Darren
mereka bermain kejar kejaran, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 WIB,
Darren dan Elsa berbaring di atas pasir, mereka menatap sunset yang begitu indah sore itu,
"aww, mataku sangat sakit, sepertinya ada benda kotor yang masuk kemata ku " teriak Darren yang membuat Elsa sangat khawatir padanya.
Elsa langsung mengambil posisi duduk dan meniup mata Darren yang kesakitan itu.
__ADS_1
"haa? mana Darren? apa yang masuk ke matamu? apa sakit? tahan ya mata kamu, aku akan meniupnya" ucap Elsa dengan tatapan yang sangat sangat khawatir dan memegang wajah Darren.
Darren hanya tersenyum melihat ekspresi Elsa yang semakin imut itu,
"kenapa kamu memandangku seperti itu Darren? mata mu terbuka sempurna dua duanya? apa sudah tak sakit lagi?" tanya Elsa dengan serius menatap Darren
"Ya sudah hilang sakitnya," ucap Darren
Mereka berdua saling tatap tatapan, entah keberanian dari mana Darren mengecup bibir Elsa sebentar, dan langsung melepasnya, ini adalah ciuman pertama bagi Darren dan Elsa,
Elsa cukup terkejut dengan perbuatan Darren, Elsa kik kuk dibuatnya, begitupun dengan Darren, ia juga terlihat gugup
Cukup lama mereka saling diam, Darren melihat Elsa sepertinya sangat menggigil, Darren memakai kan Jas hitamnya ketubuh Elsa.
"em, iya**" ucap Elsa
Mereka masuk ke dalam mobil, Darren langsung menjalankan mobilnya menuju rumah Elsa
Diperjalanan mereka sama sekali tak berbicara, Darren dan Elsa sama sama mengingat kejadian barusan antara mereka berdua,
Elsa tak tau harus menanggapi Darren seperti apa, ia lumayan tak terima pada Darren yang mengambil ciuman pertama Elsa, namun di sisi lain Elsa juga tak ada penolakan saat Darren menciumnya
"**em maafkan aku , aku juga tak tau kena.."
__ADS_1
"jangan dibahas Darren** " ucap Elsa memotong ucapan Darren
"ya," jawab Darren
Mereka berdua sampai dirumah Elsa pukul 18.30 WIB ,
"setelah ini kamu harus mandi dan bergegas istirahat " ucap Darren
"ya, hm apa kamu tak singgah dulu?" tanya Elsa
"ini ajakan atau perintah?" tanya Darren dengan senyumnya
"em, sepertinya lebih ke keinginanku " jawab Elsa juga dengan senyum manis nya
"haha kamu ini, aku harus langsung ke markas, sampaikan salamku pada calon mertua ya?" ucap Darren mengacak pelan rambut Elsa
"hm baiklah, kamu hati hati berkendara nya, dan jas ini harus kucuci dulu, setelah itu akan kubalikan" jawab Elsa
"iya gadis cantik" jawab Darren
"hm oke, ya udah aku masuk dulu, see you "
Darren hanya menganggukan kepalanya, Elsa keluar dari mobil Darren, dan masuk kerumahnya. Darren juga langsung melajukan mobilnya ke arah Markas Koppasus
__ADS_1