
jendral john pun menatap darren, ia melihat darren memang lelaki petanggung jawab, semua tugas yang diberikan kepada darren selalu berhasil.
"hmm, apa kau sudah memiliki kekasih darren?" tanya john
"eee, aku??" tanya darren balik yang terkejut mendengar pertanyaan jendralnya.
"ya, kau,,, selama ini aku tak pernah melihat mu dekat dengan wanita, 2 sahabat mu saja sudah pernah memperkenalkan kekasihnya pada ku, apa kau tak tertarik?" tanya john kepada darren
"e aku? , aku baruuu...."
"apa kau sudah mulai menyukai wanita??" tanya john
"yaa mungkin seperti itu hehee" jawab darren sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu
"apa ia sangat cantik? apa ia sangat istimewa? sehingga mampu menaklukan hati si jagoan darren? hahaha" ucap john
"dia,, em dia berbeda, tak ada wanita yang sepertinya, bahkan dia bisa bersikap cuek saja saat melihatku, hmm tidak seperti wanita lain yang kutemui pada umumnya, mereka selalu menggodaku, mencari cari perhatian padaku, bagaimana mungkin aku akan menyukai wanita seperti itu" jelas darren
"aaah sayang sekali ya, aku sudah telat" gumam john pelan, sebenar nya john ingin mngenalkan keponakannya pada darren
"hmm ada apa jendral?" tanya darren
"tidak apa, perjuangkan wanita itu darren, sangat beruntung jika ia menerima cintamu " ucap john sambil menepuk pundak darren,
__ADS_1
"hehe siap jendral" ucap darren dengan senyumannya
"yasudah lah sebaiknya kau istirahat, kau pasti sudah lelah pasca bertugas tadi, aku juga akan beristirahat " ucap john
"hm ya, baiklah" jawab darren
darren pun masuk ke tempat ia beristirahat bersama pasukannya, ia menemui frey dan theo yang masih asik mengobrol, frey dan theo menatap darren,
"dari mana saja kau darren?" tanya frey
"hm, aku dari luar" jawab darren
"ooo seperti itu, apa kau hanya sendiri?" tanya theo
"kau sedang mencari apa?" tanya frey penasaran
"ponselku" jawab darren
"benar seharian ini kita tak ada menyentuh ponsel, apa kabar ponselku" ucap theo
"bisa kalian misscall hp ku? kenapa kalian hanya diam saja? huh menyebalkan " ketus darren
"ya sebentar," ucap frey dengan mengambil ponsel di lemari miliknya
__ADS_1
saat frey membuka layar ponselnya, ia seketika terkejut bukan main, theo dan darren juga menatap frey dengan serius.
"ada apa?" tanya darren penasaran
"ya benar, ada apa frey? kau seperti orang yang ditagih hutang saja" sambung theo
darren merebut ponsel yang ada digenggaman frey,
"ternyata cinta pertama frey kemarin malam menelvonnya, uuu namanya bahkan masih sangat romantis, kau pasti malam ini tak akan bisa tidur frey memikirkannya," ucap darren
theo yang penasaran pun mengambil ponsel dari tangan darren,
"my honey, aaa ternyata benar yang dikatakan darren" ucap theo
frey tak merespon kedua sahabatnya itu, darren langsung menelvon ulang no wa lily
"hey darren apa yang kau lakukan ?" tanya frey berusaha mengambil ponselnya dari darren, namun darren lebih pintar mengelak dari frey
"hanya menelvonnya, aku ingin mendekatinya" ucap darren dengan santai
"haaa? apa? ah kau ini keterlaluan darren!" ketus frey
"ah sial , tak aktif, padahal aku ingin mencari tau tentang guru cantik" ucap darren
__ADS_1
"guru cantik? em apa aku tak salah dengar?" tanya theo dan frey dengan kompak