
Tinggal lah Darren, Elsa, Lily, dan mama Darren di ruangan itu,
"Hmm kalau gitu aku ke ruangan ku dulu ya, harus ada yang kukerjakan" pamit lily
"iya sayang" jawab mama Darren
"huh andai masih ada Frey, mungkin lily tak kembali ke ruangannya " ucap Darren dengan senyum meledek Lily
"cih,, kau ini" ketus Lily
"hahaha, Lily sangat menggemaskan" ucap Elsa dengan mencubit pelan pipi sahabat tersayangnya itu
"Elsaaa, hmm aku pamit ya, daaa ,,, jaga letnan mu, jangan sampai kabur okey " ucap Lily dan pergi meninggalkan ruangan tersebut
Elsa hanya tersenyum mendengar ejekan Lily, mereka bertiga terdiam diruangan itu, hp mama Darren tiba tiba berdering
"Darren, Elsa, mama ankt telvon dulu ya" ucap mama Darren dan keluar dari ruangan itu
"iya ma" jawab Elsa dan Darren dengan kompak
Elsa masih berdiri disamping ranjang Darren,
"apa kamu akan terus berdiri seperti itu?" tanya Darren kepada Elsa ,
__ADS_1
"hm?" tanya Elsa
Darren langsung menarik tangan Elsa dan ia dudukan diranjang persis di samping Darren
"uuuu kamu ini" ketus Elsa yang terkejut karena Darren menariknya
Darren terus memandang Elsa dengan tajam, Elsa pun kik kuk karena Darren memandang nya seperti itu
"jangan menatap ku seperti itu" ucap Elsa gugup
"em, kamu tak tau ini tatapan apa?" tanya Darren kepada Elsa
Elsa hanya menggelengkan kepalanya, ia mendadak takut Darren berbuat yang tidak tidak kepadanya, Darren mendekat kan wajah nya ke wajah Elsa
Darren tersenyum kecil melihat kesayangan nya yang begitu polos dan menggemaskan
"huh, buka mata mu, ini adalah tatapan seorang yang lapar, aghh aku tak menyangka kamu berpikir sejauh itu" jawab Darren santai dan langsung baring di ranjangnya
Elsa yang terkejut itu langsung membuka mata nya dan menatap Darren dengan tatapan jengkel nya, ia merasa malu karena sudah ke GR an
"apa kamu akan terus menatapku seperti itu hee?? apa kamu mau letnan mu ini mati kelaparan??" ledek Darren
"huh,, manusia aneh" ketus Elsa , Elsa pun membuka lemari khusus makanan yang telah disiapkan di ruangan VIP itu, dan langsung mengambil bubur
__ADS_1
Elsa pun memberikan bubur itu kepada Darren,
"suapp" manja Darren kepada Elsa, Elsa masih tak habis pikir dengan permintaan Darren
"kalau tak disuap aku tak mau makan hm" ucap Darren dengan membuang wajah nya menghadap dinding
"huh aku tak mengira seorang letnan yang terlihat tegas ternyata sangat manja" jawab Elsa dan duduk di samping Darren
"aku akan menyuapmu" ucap Elsa, namun Darren masih tak menolehkan kepalanya
"haiih, Letnan ku ini apa tak mau disuap oleh gadis cantik ??" goda Elsa dengan memegang pelan pipi Darren, Darren pun menolehkan wajahnya dengan bibir yang menahan senyum manisnya
"cihh seperti anak kecil, lebih dari anak kecil " ucap Elsa dengan senyum tipisnya
"aku seperti ini hanya di depanmu Elsa, hanya kamu, aku tak mau seperti ini didepan siapa pun, keculi di depanmu" goda Darren
"jurusmu sudah keluar? hmm tak heran," jawab Elsa sedikit ketus untuk menutupi wajah yang mulai merah merona
"aku mencintai mu Elsa,,, maaf aku sudah membuatmu menangis tadi" ucap Darren pelan
"buka mulut mu, aku akan menyuapmu" jawab Elsa mengalihkan pembicaraan
"maafkan aku, kamu tau,, obat yang bisa menyembuhkan luka Tembak ku ini hanya senyummu " sambung Darren menatap Elsa dengan tajam
__ADS_1
Elsa teringat lagi bagaimana perasaanya saat melihat Darren penuh dengan darah, mata Elsa pun mulai berkaca kaca, entah kenapa ia sangat takut jika harus melihat Darren seperti itu