
Elsa pun menghentikan langkah nya,, ia melihat pakaian yang dikenakan Darren
"kenapa berhenti Elsaaa?" tanya Darren
"hmmh bukannya status kamu itu pasien ya? kok pakai baju kaya gitu sih?" tanya Elsa dengan lirikan sinis nya
"apa ada yang salah?, heuhh aku pikir kamu akan memuji ketampanan pacar mu ini" jawab Darren
"Darren lebih baik kamu ganti baju pasien deh, nanti kamu dimarah dokter Darren" ucap Elsa yang tak mengira seorang pasien akan berpakaian layak nya boss di RS itu
"haha " Darren hanya tertawa dengan mencubit pelan pipi Elsa
"andai dokter ku adalah kamu Elsa, hmm betapa bahagianya aku" ucap Darren dengan senyum manis nya
"iiih sakit Darren " ketus Elsa namun lain yang sebenarnya dirasakan di hatinya, jantung nya begitu berdebar saat Darren mencubit kedua pipinya itu
"kamu pasti hari ini sangat lelah, aku akan antar kamu kerumah ya, kamu harus mandi okey" ucap Darren
"bilang aja kalau aku udah kumal, heuuh" jawab Elsa
"nggak kok sayang, ya udah yuk cari makan" ucap Darren dengan menggandeng tangan Elsa
"kita makan dimana sudah larut begini?" tanya Elsa
__ADS_1
"emm aku malam ini mau makan dirumah kamu," jawab Darren
"dirumah ku?" tanya Elsa
"iya sayang," jawab Darren dengan senyum manis nya
mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Darren, Darren melajukan mobilnya ke rumah Elsa yang tak jauh dari rumah sakit milik nya itu
tak lama mereka pun sampai di pekarangan rumah Elsa, Elsa langsung mengajak Darren masuk kerumah nya,
"biiiii" teriak Elsa
"bibiiiiiii"" panggil Elsa lagi
"ya ampun Elsa ,, kamu ini teriak teriak tengah malam gini,, kasian bibi mungkin sudah tidur " ucap Darren
Raut wajah Elsa tiba tiba bersedih,, Darren pun terkejut dengan wajah Elsa yang seperti itu, Darren memegang kedua pipi Elsa dan dihadapkn di wajahnya
"kamu kenapa sayang,, apa tangan ku melukai mulut mu,? maafkan aku.." ucap Darren, mata Elsa terus menatap Darren dengan tatapan sendu, tak lama air mata Elsa pun menetes dengan perlahan
Darren dengan sigap menghapus air mata tersebut, Darren melihat ada luka yang mendalam di hati Elsa
"hiks hiks " tangis Elsa
__ADS_1
"sayang kamu kenapa?? kamu sakit?? atau kamu ada masalah, adayang sakitin kamu, bilang sama aku??" tanya Darren lagi, Elsa tak menjawab ia hanya terus memandang Darren dengan air mata yang masih mengalir
"Darren hiks hiks,, terimakasih " ucap Elsa dengan lirih
"terimakasih kenapa sayang??" tanya Darren lagi dengan mengusap lembut rambut Elsa
"terimakasih sudah hadir dihidupku hiks hiks.." jawab Elsa
Darren masih tak paham apa yang dimaksud oleh Elsa, Darren langsung memeluk tubuh ramping Elsa, dengan terus mengusap rambutnya
Elsa membalas pelukan Darren dengan erat, tubuh Darren yang begitu besar dan tinggi sangat nyaman bagi Elsa,, ia merasa sedang berpelukan dengan mendiang ayahnya,
"kamu mandi gih, bau cinut" bisik Darren
Elsa langsung melepas pelukan nya, ia menatap sinis ke arah Darren yang hanya tersenyum kecil
"dasar" ketus Elsa dan meninggalkan Darren sendiri diruang tamu, Darren hanya tertawa kecil melihat kesayangan nya itu
Saat Elsa sudah masuk ke kamar nya, Darren pun pergi ke dapur untuk melihat ada makanan atau tidak, sesampainya didapur, Darren tak menemukan 1 makanan pun di meja
"hmm apa aku saja yang masak" ucap Darren
Darren bergegas mencari bahan bahan di dalam kulkas yang bisa ia masak
__ADS_1