
"hmm tunggu, kalau orang tuanya tak setuju , bagaimana lelaki aneh mendapatkan uang untuk biaya militer nya itu?" tanya elsa penasaran
tawa lily pecah mendengar pertanyaan konyol sahabat tersayangnya itu. elsa menatap lily yang sedang tertawa terbahak bahak dengan serius.
"apa kamu akan menelan ku dengan tatapan mu itu?" tanya lily sembari menenangkan tawanya.
"apa ini lucu? aaah aku benci padamu ly" ketus elsa
"hey elsa, walaupun orang tua darren tak menyetujuinya bukan berarti mereka lepas tanggung jawab kepada anak semata wayangnya itu, mereka akan menuruti apa yang darren mau, yaaa kamu pasti paham bagaimana perasaan seseorang jika dengan terpaksa menuruti keinginan orang lain, itulah yang dirasakan orang tua darren" jelas lily
"hmmm" jawab elsa
"cih, akupun heran dengan darren, dia begitu bodoh, harusnya dia bekerja untuk perusahaannya, dia tak perlu bekerja keras , bahkan kakek nenek nya saja memiliki perusahaan terbesar di busan, huh aku membencinya, AAAAAA frey harusnya kau tak menjadi pasukan KOPPASUS agar bisa menikahiku " teriak lily seketika yang pembicaraannya menyimpang ke arah frey
semua orang yang ada dicafe terkejut mendegar teriakan lily, termasuk elsa yang masih menatap bingung ke arah lily
lily yang menyadari itu langsung menutup matanya,
"aa kamu membuatku malu ly" ketus elsa
"apa kamu malu" tanya lily
__ADS_1
"tentu" cuek elsa
lily pun berdiri, ia menyapa seluruh pelanggan cafe itu.
"hay semua, selamat malam" sapa lily
semua lelaki menatap lily dan elsa dengan penuh kegenitan ,elsa memijat lembut kepalanya, ia bingung apa yang akan dilakukan lily.
"jika kalian teriak terus semua orang terkejut dan melihat ke arah kalian, apa kalian akan malu? ha jawab lah?" tanya lily
"duduk lah ly, apa yang kamu lakukan ini" pinta elsa dengan berbisik, lily tak menggubris elsa, lalu ada salah satu pelanggan menjawab lily
"tentu aku malu"
"ahhahaa kalian malu ya? hehe aku juga" jawab lily dan kembali ke tempat duduknya
lily menatap elsa dengan senyum yang dibuat seperti anak kecil, elsa menatap lily dengan wajah datarnya.
"huh kamu membuatku malu" ucap elsa
"hehehe, em el ini udah larut sebaiknya kita pulang" ajak lily
__ADS_1
"ya, baiklah" jawab elsa
MARKAS KOPPASUS
darren duduk di tempat yang teramat sunyi dimarkas itu, ia mengamati bintang yang sangat indah,
"ya sangat indah " ucap darren
"apa yang kau lakukan disini letnan darren?" tanya jendral john dan duduk disamping darren
"aaa? jendral, em aku sedang mengamati bintang , mereka terlihat sangat indah" ucap darren
"ya benar " jawab jendral john
"apa kau merindukan kedua orang tuamu yang sedang dibusan?" lanjut jendral
"ya" jawab darren dengan mata yang masih memandang bintang
"apapun itu kau adalah prajurit terhebatku, kau andalanku, kau kepercayaanku, aku sangat berterimakasih atas semua yang kau lakukan untuk mengamankan negara ini " ucap jendral john
"a haha jendral terlalu berlebihan, aku hanya menjalankan tugasku, aku berharap kalian tak akan pernah kecewa dengan tugasku" jawab darren dan memberikan senyum kepada jendral john.
__ADS_1
"ya kau selalu istimewa" ucap jendral sembari menepuk pundak darren
mereka berdua mengalihkan pandangan nya kembali ke arah bintang itu, jendral john tiba tiba meneteskan air matanya, darren yang tak sengaja melihatnya cukup terkejut, ini pertama kalinya darren melihat jendral meneteskan air matanya