
Iya begitulah Darren, ia menggunakan jurus mengaku ngaku nya untuk menyelamatkan orang lain,
"hal-abeoji, je ileum-eun daeleon-ibnida byeong-won-eulo delyeoda deulilgeyo"
(kek nama ku Darren, aku akan mengantar mu kerumah sakit, mari)
ajak Darren, ia amat tak tega melihat lelaki paruh baya tersebut
"adeul, naneun dangsin-ege houileul be pul-eossseubnida. wae geudeul-i iljjig domang chyeossneunji al su issseubnikka? dangsin-eun geudeul-e daehae mueos-eul malhago issseubnikka?"
(nak, aku sangat berhutang budi padamu, apa boleh aku tau, kenapa mereka langsung kabur tadi? apa yang kau bicarakan pada mereka?) Tanya lelaki paruh baya itu yang amat penasaran sadari tadi
"haha, nan dangsin-i hal-abeojilago malhaessneunde, geudeul-i dangsin-eul gamhi gamhihamyeon geudeul-eul jojeonghal geos-ibnida."
(haha, aku berkata kau kakek ku , aku akan menjewer mereka jika berani menyentuh mu) jawab Darren
"wau, naneun hangsang dangsin-i hangsang bohobadneun aigadoegileulgidohabnida. dasi gamsahabnida"
(wah, apa pun itu aku selalu berdoa agar kau selalu dilindungi nak, sekali lagi terimakasih ) ucap nya yang amat terkagum pada Darren
"ne, gajyeo gagessseubnida. bu-in-i dangsin-eul gidaligo iss-eoss-eul geos-ibnida"
(iya, ayo ku antar, istrimu pasti sudah menunggu kek)
ucap Darren dan langsung merangkul kakek menuju ke mobil milik Darren ,Darren langsung menuju ke rumah sakit dimana istrinya akan di operasi
Pusat Medis Universitas Dong-A
"nal delyeoga jwoseo gomawo"
__ADS_1
(terimakasih nak kau sudah mengantar ku, )
Ucap kakek itu
"ne, god dol-awayahabnida"
(ya, aku harus segera kembali, semoga istrimu lekas sehat ) ucap Darren
"geulae, adeul a, yeogi nae gamsalo bad-a deul-yeo"
(iya nak, ini, terima ini sebagai ucapan terimakasih ku)
jawab kakek itu dengan memberikan sebuah kalung bermata batu kuno yang sangat indah
"heum, igeo anya?"
(hmm, apa ini kek?) tanya Darren
(ini hanya kalung biasa, tapi istri ku bilang kalung ini harus diberikan kepada orang baik, seperti kau nak) jelas kakek itu
"wa, igeon nae yeong-gwang-iya jagbyeol insa"
(wah , ini kehormatan bagi ku, aku pamit kek, terimakasih ) jawab Darren dengan senyum manis nya
"ne ai, josimhaseyo, gamsahabnida"
(iya nak, hati hati, terimakasih ) ucap kakek itu
"Ne"
__ADS_1
(Iya) jawab Darren dengan senyum nya dan langsung melajukan mobil nya
Rumah Elsa
Sore itu Elsa dan lily yang sedang nyenyak teridur di kaget kan dengan suara petir yang amat keras
"Elsa"
"lily" teriak mereka bersamaan dan langsung berpelukan
"lily aku takut banget sama suara guntur" rengek Elsa
"heeee, Sama El, ya ampun aku takut juga padahal tadi gak ada tanda tanda hujan kan El" rengek lily juga
"bener ly, heee andai Darren yang ku peluk saat ini" ucap Elsa yang masih ketakutan itu
"Frey andai kau yang ku peluk saat ini" ucap lily juga
"Aaaaa takut, pengen dipeyuuk Darren,Frey" ucap mereka bersamaan
Mereka masih berpelukan dengan mengoceh tak jelas,
"Em ly, barusan kita bilang apa?" tanya Elsa
"ee, entah hehehe, untung hanya kita berdua yang tau El" ucap lily masih dengan menahan senyumnya
"Hahha mereka memang orang yang sangat aneh, mereka bisa membuat kita aneh juga ly" ucap Elsa
"hahahaha benar El, aghh sudah lah kita lebih baik lanjut tidur lagi El, besok aku pasti sibuk di RS" ajak lily
__ADS_1
"okeey siap, go to sleep" jawab Elsa
mereka kedua menarik selimut masing masing, dan langsung melanjutkan tidurnya