
pukul 14.30 WIB, elsa terbangun dari tidurnya, matanya sembab pasca menangis,
"hmm kayanya mama kekantor lagi hm"
elsa mencari keberadaan ponselnya, setelah dapat ia tak mendapati satu pun panggilan dari lily,
"huh lily, bahkan sampai sekarang dia belum menghubungiku"
berhubung pembantu dirumahnya yang bernama bi ela pulang kampung untuk beberapa hari, elsa dan mamanya pun makan diluar karena kesibukan masing masing
elsa teringat lily pernah shareloc RS yang ia tempati sekarang, ia berinisiatif untuk menjemput langsung lily.
rumah sakit
"permisi, dimana ruangan dokter lily rose flora?" tanya elsa kepada staf rumah sakit itu
"**apa kakak ada janji sebelumnya?"
"ya**"
"ruangan dokter lily ada dipojok kanan itu kak, dengan pintu no 1, kakak langsung masuk saja "
"**oke terimakasih"
"sama sama kak**"
__ADS_1
saat elsa berjalan menuju ruangan lily, ada yang memeluk elsa dari belakang dengan kuat,
"hey my honey, my lovely, miss you" teriak seorang gadis cantik, dengan rambut panjang terikat rapi,
elsa paham siapa yang memeluknya, ia langsung berbalik badan dan memeluk perempuan itu dengan erat,
"oooo lily ku, miss you too" jawab elsa, mereka berpelukan seperti anak kecil, dengan mata berbinar indah, tawa yang sangat cantik, semua orang yang melihat mereka terpana akan kecantikan elsa dan lily,
"**aaaa elsa aku kangen banget"
"kamu ya ly, kangen sama aku, tapi sama sekali gak ada ngabarin aku huh**" ketus elsa
"**maaf sayangku elsa ku, aku sibuk banget tadi, ini habis periksa keadaan pasien ku"
"hmm iya deh ly, aku kesini mau jemput kamu, aku laper mau makan diluar "
"aku boleh ikut kamu ly?"
"boleh dong elsa yuk** "
lily membawa elsa ke ruangan VIP, saat memasuki ruangan elsa menghentikan langkahnya ia terkejut siapa yang ada di depannya,
sedangkan lily ia menghampiri pasien dan langsung mengeceknya"
"kondisi tubuh mu sudah membaik, tapi belum diperbolehkan untuk berdiri dari tempat ini" ucap lily ke darren
__ADS_1
"ya" jawab darren
"dimana 2 teman mu?" tanya lily
"mereka sedang makan diluar" jawab darren, lily menjawabnya dengan anggukan kepala, darren seketika memakukan pandangannya ke arah elsa,
elsa pun menghampiri darren, matanya dipenuhi dengan amarah, saat ia berada didekat darren belum keluar satu katapun dari elsa, darren sudah menjawab nya.
"hm ya ya, kamu pasti akan memarahiku, jangan sekarang, tunggu aku sembuh oke," ucap darren dengan santai
lily bingung menatap elsa dan darren
"apa kamu bilang! selama ini gak ada cowok yang berani ngaku2 aku sebagai pacar mereka, dan kamu! malah bilang aku ini istrimu!, 1 lagi gara gara kamu nyawaku hampir hilang, mamaku akan sangat terpuruk kalau hal itu benar terjadi!" bentak elsa dengan tatapan sinisnya,
darren hanya tertawa mendengar ocehan gadis cantik yang ada didepan nya ini,
"kenapa kamu tertawa ha? ada yang lucu!" lanjut elsa
"**bahkan ini sebuah keberuntungan untukmu, selama ini aku tak pernah terlihat mempunyai wanita, aku yakin semua orang yg melihat kejadian tadi akan menjadikan ini sebagai hari patah hati nasional"
"hey elsa apa kamu mengenalnya**?" tanya lily yang sadari tadi sudah teramat bingung dengan apa yang ia lihat.
"tidak, sampai kapan pun aku tak akan mengenalnya " ketus elsa
darren hanya tersenyum kecut mendengar ucapan elsa,
__ADS_1
"dasar wanita tak tau terima kasih, kamu membuatku tertembak, tapi seakan kamu lah yang paling benar!" jawab darren