
**markas KOPPASUS
"pagi ini kita akan melaksanakan misi yang telah dijelaskan kemarin, APA KALIAN SIAP**?" tanya Darren kepada 7 pasukan nya
"Siap Letnan!!" jawab mereka dengan kompak dan lantang
"Sebentar lagi mobil khusus akan menjemput kita, bersiap lah , barisan dibubarkan " ucap Darren
"siap letnan" jawab mereka dan langsung membubarkan barisan untuk menyiapkan segala peralatan dan senjata yang akan dibawa
Darren pun berjalan dengan kedua sahabat nya untuk mengambil ransel masing masing yang sudah di packing
"Darren, tangan mu kenapa? ini berdarah? seperti........ gigitan seekor singa? apa kau bertarung dengan singa haa?" tanya Frey khawatir yang langsung memegang tangan Darren
"Haha kau ini bicara apa Frey" jawab Darren yang tertawa mendengar ocehan Frey
"gadis cantik ku pasti akan marah jika dijuluki singa oleh Frey" gumam Darren dalam hati
"wah benar benar berdarah, ini harus segera di obati Darren sebelum infeksi" ucap Theo yang ikut khawatir
"huh kalian ini, sudahlah ini luka biasa" ucap Darren
"biasa katamu!!! lihat ini luka nya dalam Darren, kau tak lihat ini darah Darren darah!!!" bentak Frey
"haiih kau pikir aku tak bisa membedakan mana darah mana air haaa!!" ketus Darren
"kau belum menjawab ku , luka mu ini disebabkan oleh apa? kau bertemu hewan buas? dimana hewan buas itu, akan kutembak karena telah melukai sahabat ku!!!" ucap Frey dengan wajah was was nya
"ya hewannya sangat buas dan saaaangggaaaatt buas, ingat satu hal!! kau tak boleh menembaknya" ucap Darren
"cih aneh!" ucap Theo
__ADS_1
"Letnan biar aku obati lukamu sebelum bertugas " ucap denis, salah satu anggota kopassus yang bertugas sebagai pengurus kesehatan dimarkas kopassus
"ya terimakasih " ucap Darren yang cukup terkejut dengan kedatangan Denis
"jangan terkejut letnan, sersan Theo yang memanggilku untuk kemari" jelas denis dengan mengobati tangan Darren
"wahh dia lebih cepat dari ku" ucap Frey
"tentu!!" ucap Theo dengan nada sombong
"selesai letnan" ucap denis
"ya " jawab Darren
"Letnan mobil sudah datang" ucap salah satu anggota pasukan KOPPASUS yang ikut bertugas atas pimpinan Darren
Darren beserta 2 sahabat nya bergegas menuju ke mobil itu dengan membawa ransel masing masing
Rumah Darren
Elsa yang sedang makan buah apel diruangan nya dikagetkan dengan kedatangan seseorang,
"Wah sepertinya gadis cantik sangat menyukai apel ?" tanya orang itu dan lngsung menghampiri Elsa
"**E e tannn...?"
"mama, panggil aku mama, jangan tante ya, kalau kamu terus memanggilku tante, aku akan mencubit pipimu**" ucap mama Darren dengan senyum manisnya
"hmm i iyaa ma, hehe" jawab Elsa dan langsung mencium punggung tangan mama Darren
"gadis pintar" ucap mama Darren
__ADS_1
"hmm ma ma gak marah kan Elsa disini?" tanya Elsa memastikan
"hahaha ini kan akan menjadi rumahmu sayang, kamu tau gak? mama selalu berharap pendamping Darren adalah kamu sayang " ucap mama Darren dengan mengusap rambut pendek Elsa
"ha? em mama ini" jawab Elsa tersipu malu
"kamu terlihat sangat cantik jika dengan wajah yang tersipu malu sayang" goda mama Darren
"ha?? Elsa tersipu malu? hm mama tau dari mana?" tanya Elsa dengan lugunya layak nya seorang anak kecil yang sedang bermanja dengan mama nya
"gadis yang menggemaskan " ucap mama Darren dengan mencubit pelan pipi Elsa
"heheee" jawab Elsa yang semakin tersipu malu itu
"oh iya tadi mama masak khusus buat kamu, mama bawain rendang iga, terus sambal terasi sedikit, terus bakso goreng juga ada ,, nih, kamu pasti sangat lapar sayang" ucap mama Darren dengan mengeluarkan kotak nasi
"haaa? serius maaa?" tanya Elsa
"serius sayang, mama suapin ya?" ucap mama Darren
"**hmm tapi maa..."
"Aaaaaa**" ucap mama Darren yang sudah menyendokan nasi untuk Elsa, Elsa pun memakan suapan dari mama Darren
"gimana enak gak nak?? maaf ya kalau rasanya tak terlalu enak" ucap mama Darren
"wahh? ini suer enak banget ma, suer suer Elsa gak boong, ini mama yang masak??" tanya Elsa yang masih terkagum dengan rass masakan mama Darren
"aghh syukur lah sayang kamu suka masakan mama" ucap mama Darren yang sangat senang karena Elsa menyukai masakan nya
Mereka berdua pun langsung menyantap makanan itu dan saling suap layaknya seorang anak dan ibunya
__ADS_1